Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow MINGGU, 30 NOVEMBER 2008 : ALLAH YANG SETIA

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 28 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951283
MINGGU, 30 NOVEMBER 2008 : ALLAH YANG SETIA PDF Print E-mail
Written by Yovie at Sunday, 30 November 2008 (493 hits)

Hari Minggu Adven I

 

Yes 63:16-17.19;64:2-7

1 Kor 1:3-9

Mrk 13:33-37

 

1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

 

Apa yang paling merisaukan kami ketika menjadi orangtua ?

Bukan saat kami menerima tagihan credit card.

Bukan saat bisnis kami sepi.

Bukan saat pompa air rumah kami rusak.

Bukan juga saat mobil kami perlu di service.

 

Tapi pada saat anak-anak kami sakit.

 

Walaupun istri saya seorang dokter, tapi kekhawatiran itu tetap ada.

Suatu ketika Yonathan mengalami panas. Yang biasanya ia lahap kalau makan, menjadi susah makan, Yang biasanya ia suka gangguin adiknya menjadi lemas tak berdaya. Yang biasanya ia ceria dan tak bisa diam menjadiorang yang tergolek di tempat tidur.

 

Orangtua mana yang tidak sedih melihat anaknya sakit.

Kalau sudah begitu, salah satu dari kami harus libur dari pekerjaan kami. Karena istri saya bekerja di klinik, saya pun harus merawat Yoyo dan meliburkan diri tidak ke kantor.

Makan harus disuapin, kepala musti dikompres. Minumjuga harus diambilkan. Yang terpenting bagaimana Yonathan bisa segera sembuh. Itu pikiran saya yang utama.

”Pa doain Yoyo ya biar cepat sembuh,” kata Yoyo memelas.

“Tuhan Yesus, sembuhkan Yoyo ya biar ia bisa sekolah dan bermain lagi,” begitu biasanya aku berdoa dengan sederhana agar Yoyo juga bisa mengerti.

 

Kitapun juga seringkali mengalami sakit.

Bukan saja sakit fisik tapi terkadang sakit dalam batin kita.

Sakit karena ditolak oleh orang di sekitar kita.

Sakit karena hubungan yang jauh dengan Tuhan.

Sakit karena merasa rendah diri dan merasa tiada arti.

Sakit karena putus asa menghadapi kerasnya hidup ini.

Dan sakit lainnya yang kita tidak ketahui penyebabnya.

 

Ketahuilah bahwa anda tidak sendiri menghadapi sakit itu.Tak ada seorangpun yang terlepas dari ‘sakit’ kita.

 

Ayah di dunia ini yang kadang ingkar janji, ayah di dunia ini yang terkadang bisa marah saat anaknya rewel, ayah di dunia ini yang terkadang tak sabar membimbing anaknya masih bisa setia saat anaknya sakit.

Apalagi Bapa kita SURGA!

Bapa yang berjanji untuk setia kepada kita pastilah ia tak seperti ayah di dunia.

Mungkin anda merasa sendirian saat anda mengalami sakit.

Sadarilah bahwa IA hadir dan ikut merasakan sakit kita.

Datanglah padanya dan biarlah IA memberikan kekuatan kepadamu menghadapi ’sakit’ yang engkau alami.

 

(yovie)

 

 

 

 

 

 

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Senin, 22 Desember 2008 : Terimakasih Seribu.....
22/12/2008 | yovie

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku (   Luk 1:46-47)

Ada banyak hal di dunia ini yang kadang membuat kita susah untuk bersyukur.
Membaca Injil hari ini saya sungguh kagum akan pribadi Bunda Maria.
Di tengah kesusahan dan keletihan setelah berjalan jauh untuk mengunjungi Elisabeth, Bunda Maria dalam segala keadaan masih bisa mengucap syukur.

Hari ini saya kembali belajar untuk mengucap syukur atas setiap kejadian yang saya alami.  


Our Photo Gallery