Written by Yovie at Tuesday, 02 December 2008 (682 hits)
Bacaan I : 1Kor 9:16-19,22-23;
Bacaan Injil : Mrk 16:15-20
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia,
beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
(Markus 16:15)
1 bulan lalu ketika
Yonathan pulang dari sekolah ia membawa berita yang menggembirakan kami.
“Yoyo jadi The Best Student bulan ini Papa,” kata Yoyo
sambil tersipu malu.
“Padahal dari dulu Yoyo udah pingin jadi the best student,
baru kali ini dapat,” katanya lagi.
Memang setiap bulan di sekolah Yonathan ada pemilihan The Best Student of The Month.
Bangga ?? Iya iyalah.... Sebagai orang tua tentu saja bangga.
Lain lagi cerita Vina. Suatu hari ia menceritakan bahwa ia tadi disuruh mimpin doa kelas sebelum pulang sekolah. ”Vina bisa lho mimpin doa,” katanya dengan semangat.
Lucu banget melihat bagaimana mereka menceritakan apa yang mereka alami di sekolah.
Kadang pengalaman yang menyedihkan terkadang pengalaman yang menghebohkan seperti cerita mereka di atas.
Apapun itu, mereka mulai belajar untuk mewartakan pengalaman mereka.
Seperti bacaan Injil yang kita dengar pada hari ini, saya jadi diingatkan pengalaman 5 tahun lalu. Suatu hari Rm. Hady menanyakan saya apakah siap berangkat ke Australia untuk mengikuti Sekolah Evangelisasi dari sebuah komunitas katolik yang akhirnya saya tahu komunitas itu komunitas Disciples of Jesus Covenant Community (DOJCC).
Rm. Hady memberitahu kira-kira 3 bulan lamanya harus tinggal di Australia.
Byaaar!!! Seperti hujan dan petir di siang bolong. Saya katakan hujan karena senang bisa ke Australia, tapi 3 bulan ??
Bagaimana dengan istri saya ?
Bagaimana dengan anak saya Yonathan yang hampir genap berumur 2 tahun ?
”Saya akan melewatkan waktu di Australia selama 3 bulan dan tidak bisa melihat Yonathan? Gimana kalo dia kangen ama papanya? Oh tidak,” jerit saya dalam hati.
Puji Tuhan setelah menanyakan Nathasa, rupanya Nathasa memberi ijin dan jadilah saya berangkat ke Australia.
Semua perjalanan dan tempat tinggal ditanggung dari komunitas DOJCC di Australia.
Seumur-umur baru kali ini keluar negeri.
Gimana dengan bahasa saya?
Gimana dengan makanan disana?
Gimana kalo saya kangen ama istri saya? (Ha..ha...)
Banyak kekhawatiran yang muncul sebelum berangkat.
Akhirnya saya pun mengikuti sekolah tersebut dan mengenal komunitas DOJCC lebih dekat. Rupanya sekolah saya tidak jadi 3 bulan karena program mereka hanya 1,5 bulan.
Puji Tuhan, sampai tahun ini saya sudah 4 kali ke Australia dan ajaibnya semua kedatangan saya ke Australia karena alasan mengikuti kegiatan komunitas.
Australia serasa tempat ziarah saja bagi saya.
Saat kita dibaptis menjadi pengikut Kristus, kita pun saat itu mendapat tugas baru untuk mewartakan kabar baik. Untuk memberitakan injil ke semua bangsa.
Tapi boro-boro ke semua bangsa, ke teman sendiri aja takut.
Ke tetangga aja malu untuk memberitahu bahwa kita orang Katolik.
Apalagi pas makan, terkadang masih malu buat tanda salib dan doa makan.
Menjadi pewarta nggak harus berkotbah di depan 1000 orang.
Menjadi pewarta nggak harus pintar ngomong
Tapi kita bisa memulainya dengan mewartakan kotbah yang hidup.
Kotbah dengan perbuatanmu
Kotbah dengan tingkah lakumu
Kotbah dengan kasihmu kepada sesama
Kotbah dengan menjaga kesucian kita
Seperti yang Rasul Paulus katakan
”Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12)
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...