Written by Yovie at Saturday, 06 December 2008 (606 hits)
Yes 40:1-5.9-11
2 Pt 3:8-14
Mrk 1:1-8
Mrk 1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan
menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan
mengampuni dosamu."
“Ah baunya badanku,” kataku dalam hati sambil membau lengan tanganku.
“Tidakkah kamu sadar Yovie, saat ini kamu ada di gereja mengikuti misa
dan kamu belum mandi. Tega-teganya kau berbuat demikian di dalam
rumahKU,” khayalku membayangkan Yesus menegurku.
Saya kembali sadar bahwa saya sedang duduk di tengah ratusan orang dan sedang. mengikuti misa.
Hari ini saya sebenarnya udah mandi pagi. Tadi saya pergi bersama Nathasa dan team kesehatan FX mengadakan pengobatan gratis di Karangasem, tepatnya di desa Tista, sekitar 90 km dari Kuta. Setelah seharian pergi kami tidak sempat mandi dan langsung ke gereja mengikuti misa Minggu (yang diadakan sabtu malam). Saya mencoba menjaga jarak setidaknya 50 cm minimal orang bisa mendekati saya. Takut badan saya terbau oleh orang di dekat saya.
Khayalku makin menjadi-jadi.
Dan saya masih mengikuti misa.
Apa jadinya bila saya nggak mandi seminggu.
Pasti segala macam bau ada disana.
Bau parfum alami akan menyegat semua orang (atau orang sebut keringat)
Bau bekas sate kambing yang 3 hari lalu saya makan masih terbau sampai 5 hari kemudian.
Bau abis makan nasi campur HOT masih terasa pedasnya sampai semua orang meneteskan air mata.
Bau bekas sambal bawang masih terbau dalam radius 30 meter..
Bau asap di jalanan.
Pokoknya semua menjadi satu.
Itu baru seminggu.
Gimana kalo saya nggak sikat gigi sebulan?
Saya bayangkan sambal masih menempel di sela-sela gigi.
Kemana-mana saya akan menutup mulut saya dengan sapu tangan, karena bau mulut bisa terbau dalam radius 10 meter.
Setiap kali saya bersin, maka akan seperti bau kentut yang maha dasyat yang tak pernah ada sebelumnya.
Atau mungkin setiap kali saya bersiul, seperti bau pete, jengkol, ikan busuk, tikus busuk menjadi satu dalam kesatuan.
Ah saya tak bisa membayangkan lebih jauh lagi.
Arcchhhhhh.....archhhhh... saya hampir muntah membayangkannya.
Cukup sampai disini !
Itu baru urusan mandi dan sikat gigi.
Gimana dengan urusan muka, rambut, dan segala sesuatu mengenai tubuh kita?
Tak bisa dipungkiri, kita semua senang untuk merawat tubuh kita.
Termasuk saya juga (Yup you’re right, I’m just a normal man)
Dan itu memang perlu.
Tak salah.
Seperti yang istri saya lakukan merawat kulit orang lain di Devina Aesthetic House (sekalian promo ha..ha..)
Namun seringkali kita terlalu memperhatikan apa yang baik, apa yang indah, apa yang cocok untuk kebaikan tubuh fisik kita.
Seringkali kita melupakan bahwa tubuh rohani kita juga harus diperhatikan.
Tubuh rohani juga perlu perawatan.
Tubuh rohani juga perlu di service.
Tubuh rohani juga perlu di tune up (mobil saya sering di tune up)
Tubuh rohani kita perlu perhatian.
Tubuh rohani kita juga perlu pembersihan.
Dan Tuhan ternyata sangat memperhatikan tubuh rohani kita.
Sudah berapa lama tubuh rohani kita tidak dibersihkan?
Jangan biarkan ‘bau’ tubuh rohani kita semakin bau dan tak terurus.
Inilah saatnya kita membersihkan tubuh rohani kita.
Tuhan memberikan rahmat pengampunan melalui sakramen tobat.
Tuhan menantimu disana untuk membersihkan dirimu....
PS : Btw, saya mau mandi sekarang karena sudah jam 11.45 malam.
Salam dari seorang yang sedang mempunyai bau badan.
Yovie
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...