Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow SENIN, 8 DESEMBER 2008 : MENERIMA DENGAN RENDAH HATI

Latest Comments

Sarapan Pagi

Maria Hotel on Facebook

Who's Online

We have 19 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951187
SENIN, 8 DESEMBER 2008 : MENERIMA DENGAN RENDAH HATI PDF Print E-mail
Written by Yovie at Sunday, 07 December 2008 (457 hits)
Kej 3:9-15.20
Ef 1:3-6.11-12
Luk 1:26-38

Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:38)

Berapa kali kami bertengkar dalam seminggu?
Minimal 1 kali seminggu.
Namun bisa juga 1 kali sehari.
Namun terkadang bisa juga 1 bulan sekali.

Mulai dari pertengkaran kecil hingga pertengkaran besar.
Saya sendiri sudah lupa kapan terakhir kami bertengkar hebat sejak kami menikah.
Jujur kami bukan pasangan sempurna yang 100 % lepas dari pertengkaran.
Kami juga masih hidup di dunia dan kami 100 % manusia.

Pertengkaran kami sudah dimulai dari saat kami pacaran. Memang lebih banyak pertengkaran kecil. Namun pertengkaran kecil sudah mampu membuat hubungan kami putus nyambung.
Seingat kami 2 kali putus nyambung saat pacaran dulu. 
Pacaran – berteman – pacaran – berteman – pacaran dan akhirnya menikah 4 tahun kemudian.
Karena itulah, lagu favorit yang sering saya nyanyikan saat pacaran dulu adalah lagu ‘Karena Kutahu Engkau Begitu (KKEB).’ Itu salah satu lagu rayuan terhebat yang pernah saya nyanyikan untuk pacar saya (yang kini menjadi istri saya). Dan salah satu lirik favorit saya dalam lagu KKEB mengatakan “Hingga ku pasti menunggu, selama apapun itu. Demi cinta yang kurasakan, yang hanyalah kepadamu,” Aku sendiri sekarang heran betapa romantisnya saya dulu (ha..ha..)

Namun sekarang kami bersyukur karena kami melalui semuanya itu. 
Kami bersyukur dengan semua pertengkaran kecil kami saat pacaran dulu.
Karena kami bisa mengenal satu sama lain dengan lebih dekat.
Saya jadi tahu hal apa yang akan membuatnya gembira, dan hal apa yang menjengkelkannya.
Saya jadi tahu apa yang akan membuatnya gembira, dan apa yang akan membuatnya menitikkan air mata. 
Dia pun begitu. Ia jadi tahu apa yang paling saya sukai dan hal apa yang akan membuat darah saya naik ke ubun-ubun.
Saya pun jadi tahu bagaimana kiat-kiat untuk meredakan kemarahannya.

Satu hal yang  menjadi aturan kami kalo marahan adalah pertengkaran harus diselesaikan sebelum mata kami terpejam (alias tidur). 
Kadang saya merayu dia untuk baikan. Namun kadang ia yang merayu saya. (Namun sepertinya saya yang lebih sering merayu dia untuk mengajak baikan.. ha..ha...)

Tak terasa sampai hari ini pernikahan kami menginjak usia 8 tahun lebih 10 bulan. WOW! 
Dan masih saja terasa honeymoon.(Ha..ha....)

Pernikahan 2 insan manusia sungguh dituntut untuk bisa saling menerima satu sama lain. Menerima segala kelebihan dan kekurangan. (termasuk menerima kelebihan berat badan!)
Termasuk  menerima kehendak pasangan kita bagi kita sendiri.

Bukan saja menerima pujian, namun juga masukan dan kritikan.
Bukan saja menerima penghiburan, namun juga keluh kesah pasangan kita.
Bukan saja memaksakan kemauan kita sendiri, namun juga melaksanakan tanggung jawab kita. 
Bukan saja mau lebih mementingkan diri sendiri namun lebih mementingkan pasangan kita.

Kerendahan hati Bunda Maria telah memberi teladan bagi kita. 
Bisa saja ia menolak kehendak Bapa baginya. 
Bisa saja ia mengatakan “Apa kata dunia.. pilih saja orang lain. Aku kan masih muda.”
Atau bisa saja ia berkata “Tunggu 5 tahun lagi dech kalo aku sudah menikah dengan Yusuf.”
Syukur Maria tidak jadi menolak, namun menerima dengan rendah hati karena ia tahu Bapa memberikan rencana yang terbaik baginya.
Bunda Maria tidak memaksakan kehendaknya, namun ia mau menerima kehendak Bapa.
Bunda Maria tidak mementingkan dirinya sendiri namun ia lebih mementingkan keselamatan umat manusia.

Bunda Maria ajarkan kami untuk selalu rendah hati. 
Rendah hati untuk menerima kelebihan dan kekurangan pasangan kami. 

AMIN !
 
 
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Senin 12 Januari 2009 : Buruk kakimu tapi indah di mata Tuhan
12/01/2009 | yovie

(5 hari usai diterjang ombak !)

Bacaan I : Ibr 1:1-6
Injil : Mrk 1:14-20
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Markus 1:17


Hari ini, 5 hari berlalu sudah sejak kami sekeluarga diterjang ombak di tanah lot tgl 7 Januari lalu (baca disini) . Walau luka – luka kecil sudah mulai sembuh, tapi ada luka besar yang masih tahap penyembuhan. Sekali lagi saya katakan, bahwa saya beruntung punya istri seorang dokter. Saat-saat inilah saya bisa merasakan bagaimana dengan kasihnya ia merawat luka saya.
Hari ke lima ini juga s [ ... ]


Our Photo Gallery


Yulius
hits: 37
 

WYD Events / Pilgrims
hits: 13
 

Australia 2005
hits: 39
 

Ugly is Beautiful
hits: 29