Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Rabu 10 Desember 2008 Biarkan IA ‘Menambal Gigimu’

Latest Comments

Sarapan Pagi

warung nasi HOT on Facebook

Who's Online

We have 34 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951277
Rabu 10 Desember 2008 Biarkan IA ‘Menambal Gigimu’ PDF Print E-mail
Written by yOviE at Tuesday, 09 December 2008 (604 hits)


Yes 40:25-31
Mat 11:28-30

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.     (Mat 11:28)


Apa yang akan anda lakukan kalau sakit gigi?
Mungkin anda akan melakukan salah satu dari 3 hal ini.
Pertama, anda menangis seharian dan menyalahkan orang lain.
Kedua, anda minum obat penghilang sakit, namun kambuh lagi setelah beberapa saat.
Ketiga, anda datang ke dokter gigi dengan perasaan terpaksa.

 


Saya memilih yang ketiga. Dan ternyata itu menyakitkan.
Setidaknya itu yang saya rasakan waktu saya masih kecil dulu. Saya masih ingat papa mengajak saya ke salah satu dokter gigi di Denpasar. Setelah di cek gigi saya yang harus di cabut kurang lebih 6 gigi! Karena gigi tersebut goyang jadi harus segera di cabut. Anda bisa bayangkan anak kecil berumur sekitar  9 tahun datang ke dokter gigi dan mendengar bahwa giginya harus dicabut. 6 gigi lagi! Akhirnya dengan menahan sakit, gigi saya pun dicabut. Ya, dicabut semuanya saat itu juga!

Cukup lama saya ‘luka batin’ dengan dokter gigi tersebut dan sejak saat itu saya selalu takut ke dokter gigi. Takut 6 gigi saya yang lain di cabut. Atau mungkin bisa lebih dari 6 gigi!! Jauh beberapa puluh tahun kemudian, saya baru mengerti kalau gigi saya nggak dicabut, gigi di bawahnya akan mendorong gigi di atasnya sehingga tumbuhnya bakal nggak beraturan. (ih kacian banget dech saya, telat banget saya tahu akan hal ini).

Ternyata ketakutan perihal cabut-mencabut gigi ini menular ke anak kami.
2 bulan lalu Yonathan (anak pertama kami) yang sekarang berumur 7 tahun juga giginya goyang dan harus segera dicabut.  Waduh...susahnya minta ampun. Semua alat di dokter gigi ditanyakan satu persatu. Sudah mau dicabut, masih juga di interupsi dengan pertanyaan. “Yang ini untuk apa, yang itu untuk apa, sakit nggak kalau pakai itu?” Rasanya ada 1001 pertanyaan yang harus dijawab. Puji Tuhan setelah perjuangan 30 menit, akhirnya giginya dicabut. Cukup 1 gigi saja.
Bulan depannya, gigi yang kedua Yonathan harus dicabut lagi. Yang ini lebih gampang, tapi masih dengan 501 pertanyaan yang harus dijawab dulu.

Sebenarnya saat mencabut gigi kedua itu kami juga mau menambal gigi Yonathan yang lobang. Gigi Yoyo yang berlubang  rupanya bertambah dalam saja. Setiap malam gigi Yoyo yang lobang selalu dibersihkan istri saya memakai alat pembersih gigi (syukur dech punya istri dokter).
Akhirnya saat itu nggak jadi sekalian menambal gigi  karena selalu gagal di tengah jalan. Rupanya selalu ada interupsi dan rasanya ada 5000 pertanyaan dari Yoyo yang perlu di jawab.

Akhirnya minggu kemaren kami membawa lagi Yonathan ke dokter gigi lain di Denpasar yang menurut kami lebih baik dan biasa menangani anak kecil.
Begitu masuk, Yonathan sudah mulai takut lagi.
“Ma, alat yang itu sakit nggak?”
“Nanti kalau sakit Yoyo mau pulang langsung ya.”
25 menit terbuang percuma dengan kekhawatiran Yonathan. Sampai kami sebagai orangtua hampir kehilangan kesabaran. “Kalau Yonathan nggak mau, nanti diikat ya ama dokternya,” begitu kata saya udah ½ marah.
Akhirnya Yonathan pun mau setelah mengajukan beberapa syarat.
Nathasa, istri saya pun memgang tangan Yoyo “Mama ada disini ya, kalau Yoyo sakit remas aja tangan Mama ya,” begitu kata istri saya pada Yoyo.
Akhirnya 1 jam di ruangan dokter untuk menambal 2 gigi Yoyo.

Melihat susahnya membawa Yoyo ke dokter gigi dan menambalnya, saya jadi merenung sendiri.
Ternyata seringkali kita pun berlaku demikian.
Saat kita menghadapi masalah, seringkali kita mengandalkan kekuatan sendiri.
Ataupun kalau kita membawanya pada Yesus, kita sepertinya mempunyai 1001 pertanyaan.
“Mengapa ini terjadi pada diriku Tuhan?”
”Aku sudah melayani Engkau, namun mengapa Engkau memberikan cobaan ini?”
“Apa salahku Tuhan, sehingga Engkau memberikan cobaan seberat ini?”

Yesus hari ini mengundang kita semua.
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Mungkin engkau tak mengerti,
Namun percayalah akan rencanaNYA yang terbaik diberikan bagi kita.
Mungkin engkau letih dan seakan ingin lepas dari semuanya itu, serahkan semuanya pada Yesus dan biarkan tanganNYA menopangmu untuk melalui semuanya itu.

Akhirnya... jangan banyak bertanya,
percayalah dan biarkan ia ‘menambal gigimu’.
Karena IA tahu yang terbaik untukmu.

(yovie)

 

Yoyo cabut gigi untuk pertama kali!
Yoyo cabut gigi untuk pertama kali!
 

 

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

SELASA 9 DESEMBER 2008 : GEMBALA YANG BAIK
08/12/2008 | yOviE

Yes 40:1-11 Mat 18:12-14   Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.    Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."   (Mat 18:13 -14)   Mendengar kata gembala membuat kami teringat banyak hal. Kami sungguh meyakini bahwa Bapa akan menjadi gembala dalam kehidupan kami. Bukan gembala biasa, tapi gembala yang baik. Gem [ ... ]


Our Photo Gallery


WYD Events / Pilgrims
hits: 27
 

WYD Events / Pilgrims
hits: 22
 

Konvenas III Muda-Mudi
hits: 28
 

Post Wedding
hits: 104