Written by Nathasa at Saturday, 13 December 2008 (496 hits)
Bacaan I Sir 48:1-4,9-11
Bacaan Injil : Mat 17:10-13
Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka (Mat 17:12)
Tak kenal maka tak sayang...
Pepatah kuno yang sering kita dengar tapi kebenarannya mencapai 1000%.
Beberapa waktu lalu saya bekerja di sebuah klinik yang konsumennya
kebanyakan menegah keatas. Setiap kali pasien baru datang, biasanya
kami (dokter dan suster) sering menilai dulu calon pasien kami.
Ada pasien yang mukanya ramah, di resepsionis juga sering tersenyum atau guyon.
“Wah pasiennya keliatannya baik dok,” demikian suster berkata.
Ada juga yang mukanya judes (muka yang tanpa senyum), diajak senyum ‘ga balas, waktu dibersihkan wajahnya ama suster diajak omong ‘ga jawab.
“Wah kalau udah begini suster saya tegang, dok ayo cepetan pasiennya bete ntar marah.”
.
Tapi seringkali saya temui pasien-pasien yang keliatannya judes, setelah saya mencoba mengenal ternyata mereka baik sekali dan enak diajak bicara, dan treatment apapun yang kita sarankan mau mereka lakukan.
Jadi emang bener kan tak kenal maka tak sayang.......
Tapi untuk benar-benar mengenal seseorang, terkadang sulit sekali. Dalam kehidupan berkomunitas yang saya ikuti, kami berusaha untuk mengenal satu sama lain. Terutama teman satu sharing grup saya yang isinya para istri-istri (kalau udah ngerumpi sharing grup kami bisa 2-3 jam dan para suami akan mulai terlihat gelisah karena sharing mereka sudah selesai ha ha........).
Terkadang saya merasa sudah mengenal teman-teman saya, saya sudah bisa menduga apa reaksi mereka terhadap suatu hal. Tapi sering juga saya terkejut dengan respon yang diluar dugaan saya.
Begitu juga dalam mengenal suami saya, sering saya bisa menduga responnya, tapi kadang masih tekejut juga. Memang usia pernikahan kami baru 8 tahun, masih jauh dengan mereka yang udah merayakan pesta perak (atau emas!)
Saya mengambil kesimpulan mengenal seseorang itu tidak cukup hanya beberapa waktu saja (misalnya cuma 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun atau 10 tahun). Mengenal seseorang sama saja dengan proses belajar yang terus menerus. Selama kita hidup berkeluarga selama itu pula kita harus belajar untuk saling mengenal lebih dan lebih lagi.
Begitu juga dengan mengenal Allah kita, tidak cukup dengan membaca kitab suci dari awal sampai akhir dan kita langsung mengklaim bahwa kita sudah mengenal Allah. Tidak cukup hanya dengan mengikuti seminar hidup baru atau mengikuti retret seminggu penuh dan kita menyatakan kita telah benar-benar mengenal Allah. Mengenal Allah adalah suatu proses belajar selama kita hidup, artinya dalam keadaan apapun kalau kita memang ingin mengenal Allah kita harus berkomunikasi denganNya. Kalau kita tidak benar-benar mengenal Allah, maka seperti ayat yang kita baca hari ini, kita akan memperlakukan Allah menurut kehendak kita semata.
Berdoa dan membaca firmanNya setiap hari bisa membawa pengertian atau pesan-pesan yang berbeda dari Allah. Hal ini bisa membuat kita semakin mengenal Dia.
Setiap pengalaman hidup yang kita alami hari lepas hari merupakan cara Allah berkomunikasi dengan kita. Karena Allah selalu ingin dekat dengan kita, makhluk ciptaanNya yang sangat disayangiNya.
Mari selama kita hidup kita berusaha mengenal Allah lebih lebih dan lebih lagi sehingga kita bisa benar-benar menyatakan: Aku Sayang PadaMu Allahku
(Nathasa)
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...