Written by Nathasa at Wednesday, 17 December 2008 (626 hits)
Kel 49:2, 8-10
Mat 1:1-17
Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari
Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan
ke Babel dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai
Kristus (Mat 1:17)
Saya baru menyelesaikan membaca buku “Your Past Does Not Define Your Future” (Masa lalumu tidak menentukan masa depanmu) karangan Bo Sanchez.
Saya merasa buku ini bagus sekali, bagaimana dia mengupas luka-luka
masa lalunya dan berusaha untuk sembuh. Bukan suatu perjuangan yang
mudah. Saya merekomendasikan buku ini bagi teman-teman yang masih
sering terbayang-bayang dengan masa lalunya.
Satu hal yang terutama saya pelajari dari buku ini, kalau mau
melepaskan masa lalu kita adalah BERANI TERBUKA. Ya, seringkali kita
menyembunyikan luka kita, semakin disembunyikan semakin berat
lukanya……..
Saya ingat sekali peristiwa ini. Waktu masih kecil sepulang sekolah saya dijemput pegawai dengan menggunakan sepeda motor.
Waktu itu saya, 2 adik saya dan pegawai yang menjemput dalam 1 motor (Four in One, he.. he.. maklum dulu belum popular Three in One). Entah kenapa dalam perjalanan pulang motor kami jatuh sendiri. Kedua adik saya dan pegawai tidak mengalami luka. Saya waktu itu memilih duduk di bagian depan dan mengalami luka di siku dan lutut. Karena takut dimarah orang tua dan diancam oleh pegawai untuk jangan bercerita, saya menyembunyikan luka-luka ini.
Wah sakit sekali rasanya. Semakin lama semakin sakit. Puji Tuhan, mama saya sangat perhatian dan merasa ada yang aneh pada anaknya, akhirnya ketahuan deh….. Tapi saya bersyukur ketahuan, dengan begitu luka saya bisa sembuh.
Itu luka jasmani, bagaimana dengan luka batin?? Luka batin juga demikian. Semakin kita sembunyikan, dia akan semakin parah dan semakin menyakitkan. Walau terkadang tidak terlihat diluar, ternyata di dalam hati luka ini semakin parah.
Ini pentingnya untuk berani terbuka.
Kepada siapa?
Kepada diri kita sendiri. Menyadari bahwa kita punya luka.
Pada orang lain, yaitu orang atau sekelompok orang yang bisa kita percaya untuk mendukung kesembuhan kita (dalam buku Bo disebut kelompok pendukung).
Terbuka dengan diri sendiri mungkin lebih mudah, tapi terbuka kepada orang lain??? Ya gak mau lah…….. Mungkin seperti itu jawaban kita.
Kalau kita mau sembuh, kita harus mau dan berani melepaskan luka-luka itu juga pada orang lain yang kita percaya. Kita akan merasa tidak sendiri lagi menanggungnya. Akan semakin mudah untuk melepaskannya, karena ada orang lain yang mendukung kita. (wah, saya jadi inget dengan pelajaran IPS Yonathan, disana diajarkan manusia adalah makhluk Sosial, artinya tidak bisa hidup tanpa manusia lain).
Yang terakhir dan yang terpenting adalah mau terbuka kepada Yesus. Terbuka dan menyadari bahwa Yesus akan memberi rahmat penyembuhan kepada kita.
Injil hari ini berbicara mengenai silsilah Yesus. Ternyata Yesus bukan hanya berasal dari keturunan yang baik-baik saja. Ada juga nenek moyangnya yang berbuat dosa (nenek moyang Yesus juga manusia biasa). Tetapi Tuhan juga mau lahir diantara keturunan yang demikian. Artinya walaupun kita juga manusia berdosa, tapi Tuhan tetap mau lahir dalam hati kita.
No matter where you come from ...
No matter who you are ...
No matter what your past ...
GOD will still love you
ALWAYS...
because you are special...
Apakah kita mau terbuka dan membiarkan Tuhan hadir dalam hati kita?
Apakah anda mau Tuhan menjamah setiap luka?
Luka di dalam hati kita?
Come Jesus...
and heal me LORD....
Heal me with your love.....
Heal our past ..
and fill them with YOUR LOVE...
(nathasa)
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...