Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Minggu, 28 Desember 2008 : Seperti Yang Kau Ingini

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 21 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951208
Minggu, 28 Desember 2008 : Seperti Yang Kau Ingini PDF Print E-mail
Written by Nathasa at Sunday, 28 December 2008 (507 hits)

-dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri- (Luk 2:35)

Hari ini kita memperingati pesta keluarga kudus. Awalnya saya bingung waktu membaca injil hari ini. Mana ayat yang menarik ya? Akhirnya saya menemukan ayat diatas tentang nubuatan Simeon untuk Bunda Maria. Simeon ingin mengatakan bahwa Bunda Maria akan mengalami banyak hal, yang terkadang menyakitkan hatinya sebagai ibu keluarga.

Sebuah buku pemberian ipar saya, judulnya saya tidak ingat (sekarang buku itu masih dipinjam teman sharing grup saya, yang isinya ibu-ibu) tapi intisari dari buku itu adalah tentang bagaimana peranan ibu dalam keluarga terutama untuk mendoakan semua anggota keluarganya.

 


Membaca buku itu memberi pengertian baru buat saya. Bagaimana saya harus berdoa untuk keluarga saya. Yang paling pertama harus didoakan adalah diri kita sendiri. Kita minta kepada Tuhan untuk menjamah kita, memberi roh kebijaksanaan dan mencintai diri kita sendiri. Mencintai diri sendiri maksudnya mau menerima segala kekurangan dan kelebihan kita, dan meminta Tuhan memyempurnakan segala kekurangan kita.

Setelah itu baru kita berdoa untuk anggota keluarga kita yang lain.
Mungkin kita malas berdoa untuk suami. Ada juga teman saya yang bilang untuk apa medoakan suami kita, emang dia pernah berdoa juga untuk istrinya. Atau kalaupun kita berdoa, kita minta kepada Tuhan seperti ini. Tuhan tolong ubah suami saya, biar dia menjadi suami yang mengerti perasaan saya, biar dia menjadi suami yang pintar bekerja, bisa membantu menjaga anak, sabar, romantis dan lain-lain. Yang kita doakan hanya apa yang kita inginkan. Tapi dalam buku itu dikatakan bahwa yang perlu kita doakan adalah Tuhan tambahkan selalu iman suamiku akan Engkau. Dengan semakin bertambah iman akan Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan menyempurnakan suami kita. Begitu juga dengan anak-anak kita, kita perlu menyerahkan kepada Tuhan pertumbuhan badan dan rohani mereka. Bukan seperti apa yang kita inginkan, tetapi seperti yang Tuhan inginkan.

Berat ya tugas seorang ibu keluarga, saya pun belum (masih berusaha) menjadi ibu keluarga yang baik seperti di buku yang saya baca.
Tapi peran mulia telah Tuhan berikan kepada kita marilah kita belajar dari Bunda Maria yang selalu menyimpan segala sesuatu dalam hatinya dan berdoa kepada Tuhan. Tuhan terjadilah padaku menurut kehendakMu.

Seperti lirik lagu dibawah ini………

Hidup ini
kuserahkan pada mezbahMu ya Tuhan
Jadilah padaku seperti yang Kau ingini



(Nathasa)

 

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Jumat, 6 Februari 2009: Berkat yang tepat untuk orang yang tepat
08/02/2009 | nathasa

Mrk 6 :14-29
”Minta daripadaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” (Mrk 6:22b)


“Ma, Yonathan minta dibeliin sepatu roda”, pinta Yoyo waktu kami jalan-jalan di mall dan ketemu temannya yang kelas 3 SD sedang membeli sepatu roda. Saya jawab, “Yoyo sekarang belum waktunya, nanti kalau kelas 3 aja ya. Kan badannya Yoyo lebih kuat dan bisa lebih hati-hati.” Yoyo merengek lagi, “kan lama ma, masih 1 tahun lagi.” “Yoyo, coba belajar sabar ya.” Akhirnya Yoyo berhenti merengek walaupun masih terlihat dimukanya kalau dia [ ... ]


Our Photo Gallery


Post Wedding
hits: 57
 

Surabaya Trip
hits: 19
 

Ugly is Beautiful
hits: 51
 

Ugly is Beautiful
hits: 37