Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Sabtu, 3 Januari 2009 : Gara-gara mangga

Latest Comments

Sarapan Pagi

warung nasi HOT on Facebook

Who's Online

We have 28 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951281
Sabtu, 3 Januari 2009 : Gara-gara mangga PDF Print E-mail
Written by nathasa at Saturday, 03 January 2009 (417 hits)

Lihatlah betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. (1 Yoh 3:1)

Saya jadi ingat beberapa tahun lalu saat hamil kedua saya. Kehamilan kedua adalah masa-masa yang cukup berat buat saya, mulai bulan ke-4 saya sering mengalami perdarahan. Selama kurang lebih 4 bulan saya harus bed rest. Pernah suatu saat saya tidak boleh berdiri sama sekali, sampai buang air kecil juga harus di tempat tidur. (He.. he.. kasihan Yovie waktu itu, dia harus ngambilin pispot dan buangin air kencing saya)

Puji Tuhan proses kelahiran berjalan dengan cepat dan lancar, lahirlah Vina, bayi perempuan yang mungil dan cantik. Vina mulai mengenal orang-orang disekitarnya kurang lebih usia 4 bulan. Kalau Engkong Iwan (papanya Yovie), menggendong cucu yang lain atau didekati cucu-cucu yang lain, Vina pasti marah. Dia akan berteriak keras, sambil menendang-nendang kakinya dan ganti minta digendong ama engkongnya. Walaupun waktu itu saya yang menggendong pasti Vina minta digendong engkongnya. Pokoknya engkong hanya milik Vina. Awalnya saya merasa lucu sekali anak ini. Lama-lama mikir juga, kenapa ya???
Akhirnya saya teringat lagi kejadian ketika suatu hari pada masa bed rest, Yovie sedang pergi ke tempat kerja, Yoyo lagi bermain ama sepupunya. Tinggal saya sendirian di kamar. Tiba-tiba Engkong Iwan (Papa Yovie) masuk sambil membawa sepiring mangga yang sudah dipotong. Papa waktu itu hanya bilang, “Nathasa ini papa potongin mangga makan ya”. “Oya pa terima kasih” begitu saja saya menjawab. Terus papa Yovie langsung keluar dari kamar. Mangga nya enak sekali, rasanya pas manis kecut sedikit. Saya berpikir, Wah papa Yovie baik sekali, dia potongin mangga khusus untuk saya (bukan pembantu yang potong lho).
Ternyata sejak dalam kandungan, anak sudah bisa merasakan kejadian yang dialami disekelilingnya. Vina menjadi dekat dan sayang engkongnya. Dan buah favorit Vina adalah mangga.

Kita yang disebut sebagai anak-anak Allah. Tuhan berfirman, Akulah yang membentuk engkau dan Aku yang mengenal engkau sejak dalam rahim ibumu. Betapa besar kasih Bapa kepada kita sehingga kita disebut sebagai anak-anak Allah.
Sebagai anak-anak Allah apakah kita juga mau membalas kasihNya?
Apakah kita juga mau dekat denganNya?
Apakah kita mau menyerahkan waktu, tenaga dan pikiran kita untuk menjadi pelayanNya?



(Nathasa)

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Jumat, 19 Desember 2008; Selamat Melayani....
19/12/2008 | Nathasa


“Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku didepan orang” Lukas 1:25

Saya mulai tinggal di bali tahun 1993. Pada akhir tahun 1995 ada teman yang mengajak mengikuti persekutuan doa. Tahun 1996 adalah tahun perkenalan saya dengan apa yang namanya melayani Tuhan. Saya bersyukur bertemu dengan teman-teman yang penuh semangat jadi saya pun tertular semangat pelayanan itu.
Baru saya belajar lagu-lagu pujian, teman-teman memberi tugas menjadi singer. He he... teringat betapa canggungnya waktu itu.  


Our Photo Gallery


Konvenas III Muda-Mudi
hits: 20
 

Post Wedding
hits: 45
 

Timor Leste
hits: 55
 

Konvenas III Muda-Mudi
hits: 18