Written by Efji Tehaka at Thursday, 06 October 2005 (1103 hits) Kalau kita masuk ke Gereja Katolik, di
mana saja di belahan dunia ini, kita akan melihat banyak patung-patung.
Ada patung Yesus, ada patung Santo dan Santa dan hampir pasti ada
patung Maria. Banyak orang memasang lilin, berlutut dan berdoa di depan
patung Maria. Ada yang berdoa sambil menunduk,
ada yang berdoa sambil memegang kaki patung Maria, ada yang menatap
patung itu dan tidak jarang yang berdoa dan menangis di bawah patung
Maria. Kalaupun di situ ada patung Yesus, kemungkinan lebih banyak
orang berdoa di depan patung Maria ketimbang di depan patung Yesus.
Kalau kita masuk ke Gereja Katolik, di
mana saja di belahan dunia ini, kita akan melihat banyak patung-patung.
Ada patung Yesus, ada patung Santo dan Santa dan hampir pasti ada
patung Maria. Banyak orang memasang lilin, berlutut dan berdoa di depan
patung Maria. Ada yang berdoa sambil menunduk,
ada yang berdoa sambil memegang kaki patung Maria, ada yang menatap
patung itu dan tidak jarang yang berdoa dan menangis di bawah patung
Maria. Kalaupun di situ ada patung Yesus, kemungkinan lebih banyak
orang berdoa di depan patung Maria ketimbang di depan patung Yesus.
Nah, kalau begitu bukankah orang Katolik
adalah penyembah patung? Kalau begitu bukankah orang Katolik adalah
penyembah Maria? Salahkah kalau mereka yang tidak menyukai Gereja
Katolik kemudian berpersepsi bahwa peran Maria di dalam Gereja Katolik
jauh lebih menonjol dari peran Yesus itu sendiri. Buktinya gambar dan
patung Maria dibuat jauh lebih besar sedangkan gambar atau patung Yesus
digambar sebagai anak kecil yang digendong oleh Maria.
Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa
Maria hanyalah sebuah saluran, sebuah selang yang mengalirkan air yaitu
Yesus. Selangnya tidak penting dan yang lebih penting adalah airnya.
Benarkah demikian ? Fakta sejarah memang menunjukkan bahwa banyak orang
Katolik berdevosi kepada Maria. Sungguhkah ini suatu hal yang keliru
dan tercela ? Apakah dengan demikian orang Katolik menyembah Maria. Hal
ini sungguhlah suatu hakekat iman Kristen yang wajib diluruskan. Banyak
orang yang tidak suka pada Gereja Katolik, kemudian menggunakan devosi
Maria di dalam Gereja Katolik sebagai bahan untuk menjelek-jelekan
Gereja Katolik. Dan yang lebih memprihatinkan banyak orang Katolik
sendiri yang kurang paham menjadi ragu dan secara diam-diam kemudian
meninggalkan Gereja Katolik.
Tidak semua orang Kristen non-katolik
berpikiran demikian. Bahkan seorang pendeta kondang seperti Bapak
Yusufroni pernah mengisi kebaktian Natal bersama di tahun 1996 dengan
tema: "Kerelaan Maria". Di bawah adalah kutipan dari sebagian kotbah
beliau yang mungkin dapat kita jadikan bahan renungan kali ini.
"Bagi orang Protestan, Maria ini kurang
besar dengungnya. Mungkin karena sikap Protestan yang anti Katolik
sangat emisional sehingga menjadi sentimen terhadap Maria, sehingga
lupa terhadap kemanusiaan Kristus berasal dari Maria. Karena itu
kedudukan dan peran Maria di dalam Injil tidaklah sama dengan peran
Petrus, Paulus atau Yusuf. Karena Maria memberikan kedagingan pada
Yesus sehingga Ia menjadi mahluk. Herannya peran Petrus, Paulus bahkan
Pontius Pilatus menjadi lebih baik dan lebih banyak di dalam Gereja
Protestan dibandingkan dengan peran Maria itu sendiri. Hal inilah yang
perlu saya ingatkan karena Maria memiliki lambang yang begitu kekal
terhadap umat dan Gereja Tuhan yang ada di tengah-tengah dunia ini."
"Kemanusiaan Yesus, kemahlukan Yesus,
dan kedagingan Yesus diambil sepenuhnya dari Maria. Kalau kita menolak
kemanusiaan Yesus sesungguhnya kita menolak Maria, karena Maria-lah
yang memberikan kedagingan kepada Yesus. Karena genetikanya bukan
diambil dari Yusup melainkan dari Maria itu sendiri. Bapak2 gereja
sejak Ignatius Uskup Antiokia di Siria pada tahun 110 Masehi mengadakan
pembelaan terhadap orang yang menolak kemahlukan Yesus sekaligus
menolak Maria yang melahirkan Kristus, disambung oleh bapak2 gereja
yaitu Aristides tahun 140, Yustinus tahun 163, Erenius tahun 202 dan
Tertulianus tahun 222 Masehi."
"1500 tahun Gereja menghormati Maria.
Baru abad ke 15, Maria disingkirkan dari Gereja. 1500 tahun itu Gereja
hidup tanpa banyak masalah karena mereka mempunyai pola, dasar,
gambaran kepada Maria. Hal ini ingin saya tegaskan, jangan sampai kita
meninggalkan apa yang diajarkan oleh Gereja. Dikatakan dengan jelas di
sini bahwa Maria adalah seorang pribadi, bukan hanya sambil lalu saja.
Seringkali kita punya pengertian bahwa Maria itu hanyalah sebuah alat,
sambil lewat saja seperti pipa. Pipa yang menyalurkan air, air itu
tidak berasal dari pipa, air itu berasal dari sumber, jadi Maria itu
apa bedanya dengan pipa hanya menyalurkan begitu saja.
Oh tidak, Allah itu Maha Tahu. Dia sudah mempersiapkan sejak manusia
jatuh dalam dosa, telah dinubuatkan yaitu benih perempuan yang akan
meremukkan benih ular itu"
"Saudara kalau melihat gambar
Maria menggendong Yesus, seringkali orang berpikir ini Katolik. Kenapa,
ya Yesusnya kecil Maria-nya diperbesar. Karena saudara pikir bahwa
orang Katolik lebih menekankan Maria-nya dari pada Yesus-nya. Itu
adalah persepsi kita. Persepsi kita, kita jadikan tuduhan kepada orang
lain. Ini tidak benar, mestinya fakta. Gambar seperti ini ditonjolkan
kedalam gereja mula-mula, tidak lain maksudnya Maria sebagai gereja
mengemban Sang Firman. Firman itu selalu ada di dalam pelukan gereja,
sehingga gereja dan firman tidak dapat dilepaskan."
"Kalau pola dasar ini terus-menerus
dipegang oleh Gereja, maka Gereja tidak akan punya masalah. Gereja
punya masalah karena Gereja tidak lagi mengemban firman. Yang diemban
adalah pendapat manusia, pendapat orang. Sehingga setiap orang kotbah,
dua orang kotbah ada dua pendapat. Saudara perhatikan di gereja
Protestan, maaf, apalagi Pantekosta apalagi yang Karismatik, lima orang
lima pendapat beda-beda satu dengan yang lain, dua orang kotbah dua
pendapat. Perhatikan gereja mula-mula, sepuluh orang kotbah satu
pendapat, meskipun berbeda-beda tapi satu."
Demikianlah sebagian dari yang pernah disampaikan oleh oleh Bapak Pendeta Yusufroni.
Perihal Maria adalah hakekat iman
Kristen yang sungguh sangat hakiki. Kita perlu meluruskannya terlepas
dari apakah orang suka atau tidak suka pada Gereja Katolik. Biarlah
orang tidak menyukai Gereja Katolik, tapi janganlah eksistensi Maria
dikaburkan karena ini sungguhlah merupakan pelecehan terhadap iman
Kristen itu sendiri. Mengapa demikian ?
Berbicara mengenai iman Kristen
sungguhlah tidak afdol tanpa merujuknya pada Alkitab. Orang Kristen
selalu mengatakan bahwa referensi utama iman Kristen adalah alkitab -
walaupun bagi Gereja Katolik, Alkitab bukanlah satu-satunya referensi
karena Gereja Katolik juga mengenal Tradisi. Tapi untuk kali ini ada
baiknya kalau kita singkirkan pembahasan tentang Tradisi dan kita fokus
pada Alkitab. Mari kita lihat apa yang ada di dalam Alkitab, yang
berhubungan dengan eksistensi Maria. Bagaimana prosesnya sehingga Allah
kemudian memilih Maria jauh sebelum Yesus datang ke dunia ini.
Semuanya ini berawal dari dosa
manusia pertama yaitu Adam dan Hawa yang makan buah terlarang, sehingga
Allah menghukumnya: seperti yang diki-sahkan di dalam kitab Kejadian 3:
1-14. Allah tidak saja menghukum Adam dan Hawa, akan tetapi Allah juga
mengutuk sang ular (iblis) yang menggoda mereka. Allah berkata:
"……..terku-tuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala
binatang di hutan …. Aku akan mengadakan per-musuhan antara engkau dan
perempuan ini; antara keturunanmu dan keturu-nannya; keturunannya akan
meremukan kepalamu (Kejadian 3: 14-15). Yang dimaksud dengan perem-puan
ini adalah Maria keturunan Daud yang kemudian akan melahirkan Yesus
yang berkuasa untuk meremukkan kepala sang ular. Ayat-ayat ini
menjelaskan bahwa sesungguhnya pemilihan Maria sudah dinubuatkan sejak
Perjanjian Lama.
Sebagai tambahan, karena dosa Hawa
itulah Allah kemudian berfirman kepadanya: "Susah payahmu waktu
mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan
melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan
berkuasa atasmu." Dan hal inilah yang menjadikan kodrat wanita sampai
saat ini.
Selanjutnya, di dalam Perjanjian Baru
Injil Lukas 1: 26-31 digambarkan bahwa Allah menyuruh malaikat Gabriel
untuk menemui Maria. Malaikat itu berkata: "Salam, hai engkau yang
dikaruniai. Tuhan menyertai engkau. …………. Sesungguhnya engkau akan
mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah
engkau menamai dia Yesus."
Bandingkanlah Injil Lukas di atas dengan
kalimat pertama di dalam doa Salam Maria yang diajarkan oleh Gereja
Katolik: "Salam Maria penuh Rahmat Tuhan sertamu, terpujilah engkau di
antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus." Andaikata kita
mengulangi kembali apa yang diucapkan oleh malaikat itu, dapatkah orang
Katolik dikatakan menyembah Maria ? Kemudian kalimat kedua di dalam Doa
Salam Maria berkata: "Santa Maria, Bunda Allah doakanlah kami yang
berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amien." Andaikata anda datang
kepada seorang pastor, suster, pendeta atau bahkan kepada seorang teman
dan berkata doakanlah saya supaya saya kelak lulus ujian. Apakah dengan
begitu Anda menyembah pastor, suster, pendeta atau teman tersebut ?
Kalau begitu, benarkah orang Katolik
menyembah Maria ? Orang seringkali tidak dapat melihat suatu fakta atau
kenyataan secara jernih bila sudah memiliki prasangka dan persepsi
negatif, apalagi kalau dibarengi dengan perasaan tidak suka. Maka,
tepatlah seperti apa yang dikatakan oleh Bapak Pendeta Yusufroni:
"Janganlah mengabaikan peran Maria, hanya karena tidak suka pada Gereja
Katolik".
Maria adalah satu-satunya manusia yang
penuh dengan Roh Kudus. Banyak ayat-ayat di dalam Alkitab yang
menunjang fakta ini. Bila saya bertanya kepada Anda, dimanakah sekarang
Bunda Allah ini berada. Saya yakin dan percaya kita sepakat menjawab
bahwa Maria sekarang ada di Surga.
Romo Yusuf Halim dalam sebuah retretnya
pernah menceritakan bahwa ada seorang ibu yang ikut tour berkunjung ke
tanah suci, kemudian mengunjungi Vatican dan tempat-tempat suci lain.
Setiap kali ibu ini masuk ke gereja dan ia melihat patung atau gambar
Maria, maka ia segera keluar. Seolah-olah ada sesuatu yang menakutkan,
mungkin saja ia merasa bahwa gereja itu tempat penyembahan Maria. Saya
tidak tahu apakah ibu ini bila kelak ia meninggal, dan diperkenankan
masuk ke dalam surga akan menolak karena melihat ada Maria di dalam
sorga.
Sebagai seorang anak, lihatlah
betapa perhatian Yesus terhadap ibunya, sehingga dikisahkan di dalam
Injil Johanes 19: 26-27, ketika Yesus tergantung di kayu salib
menjelang saat-saat terakhir-Nya, dan ketika melihat ibu-Nya dan murid
yang dikasihi-Nya, berkatalah Ia kepada ibunya: "Ibu, inilah anakmu".
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu! sejak saat itu
murid itu menerima dia di dalam rumahnya."
Pesan sesorang menjelang ia meninggal
lazim disebut wasiat. Kalau sebagai anak saja, kita akan sepenuhnya
menuruti wasiat orang tua kita - apalagi terhadap Yesus. Alangkah
naifnya bila kita mengabaikan wasiat-Nya. Saya sungguh tidak mengerti
bagaimana kita dapat mengklaim sebagai murid Yesus yang baik, apabila
kita tidak dapat menerima Ibu Maria sebagai Ibu kita. Orang Tioghoa
mengatakan bahwa anak yang tidak patuh pada orang tua adalah anak yang
"Pu Thouw", dan orang yang tidak tahu balas budi kepada orang yang baik
kepadanya adalah orang yang "Bo Tjhing". Adakah di antara kita yang mau
dikatakan "Pu Thouw" atau "Bo Tjhing" terhadap Yesus ?
Bila Anda adalah seorang ibu, cobalah
bayangkan bagaimana kesedihan Maria ketika ia harus menyaksikan Yesus
disiksa, dihina, menderita dan tergantung di kayu salib. Oleh karena
itu, oleh seorang seniman Maria digambarkan dengan hati yang tertusuk
pedang-pedang: untuk menggambarkan betapa pedihnya hati Maria melihat
derita siksa dan hinaan yang mesti dialami anaknya yaitu Yesus.
Tidakkah selayaknya kita menghormati Maria yang telah begitu setia
menunggui Yesus sang juru selamat kita, wafat di kayu salib demi
menebus dosa-dosa kita. Tidakkah selayaknya kita menghormati Maria
seperti kita menghormati ibu kita sendiri.
Kalau begitu, masihkah Anda berpendapat
bahwa orang Katolik menyembah Maria? Apa pendapat Anda bagi mereka yang
mengaku sebagai hamba Tuhan namun memerintahkan untuk membakar dan
menghancurkan patung-patung Maria ? Biarlah Anda sendiri yang menilai
semuanya itu.
Efji Tehaka.
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...