Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Minggu, 11 Januari 2009: Not in the mood

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 128 guests online

Guestbook

Win
Hi Sasa & Yovi!! know what? I have been following your blog for the past 3 years
Continue
AngeL
duh, bener2 the most inspirating family 
 
nanti bisa kyk gi
Continue
prasetyo
ada yg tau nmr hpnya romo babey? thanks a lot GBU
Continue
Gardanusa
Hi.. met kenal.... what a happy family, semoga tetap menjadi saluran berkat buat
Continue
keijo
And the bible will quard us to love and message in God and show to us what wil
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 669774
Minggu, 11 Januari 2009: Not in the mood PDF Print E-mail
Written by nathasa at Saturday, 10 January 2009 (270 hits)
Mrk 1:7-11
Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes (Mrk 1:9)


Mengajar anak-anak bisa dibilang gampang-gampang susah. Anak kecil mood nya susah ditebak. Yonathan juga begitu, kalau pas lagi mood nya bagus, tanpa disuruh, dia akan taat belajar mengerjakan buku matematikanya (salah satu pelajaran yang paling disukai Yoyo). Tapi kalau pas lagi nggak mood, disuruh berulang kali pun dia tidak akan taat. Bahkan dia bisa berkelit memberikan seribu satu alasan untuk tidak mau belajar.

Dalam injil hari ini, kita bisa melihat bagaimana ketaatan Yesus kepada BapaNya. Sebenarnya untuk apa sih Yesus dipermandikan oleh Yohanes???
Kalau bisa dimisalkan seperti ini, untuk apa sih seorang tukang masak professional minta dimasakkan makanan oleh tukang masak yang tidak professional??

Bisa saja Yesus berkata, sudahlah Bapa, Aku kan Kau beri kuasa untuk membaptis orang dengan Roh Kudus, untuk apa sih Aku harus dibaptis oleh Yohanes.
Yohanes saja berkata membungkuk dan membuka tali kasutNya pun aku tidak layak. Kenapa Aku harus dibaptis ama Yohanes?
Tapi Yesus tidak mengajarkan pada kita untuk memberi seribu satu alasan pada BapaNya.
Yesus mengajarkan pada kita untuk taat kepada BapaNya dalam keadaan apapun juga. Walaupun keadaan yang berat sekalipun. Seperti ketaatanNya sampai mati di kayu salib.

Bagaimana dengan kita??
Apakah kita taat melayani Tuhan hanya pada saat mood kita bagus?

Bagaimana bila kita not in the mood (BETE)?
Apakah kita tetap taat melayani Dia?
Atau kita menyiapkan seribu satu alasan untuk tidak taat kepadaNya?



(nathasa)

 

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Minggu, 18 Januari 2009: KECEWA
18/01/2009 | nathasa


1 Kor 6: 13c-15a, 17-20
Sebab kamu talah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakan Allah dengan tubuhmu! (1 Kor 6:20)


“Kita perlu supir” begitu kata Yovie suatu hari.
Kami pun mulai bertanya kesana kemari, pada keluarga, teman, pegawai, pasien-pasien, pokoknya orang-orang yang kami temui kami tanya apakah mereka tahu orang yang mau jadi supir. Ada seorang pegawai yang merekomendasikan temannya. Orang ini dari Jawa, belum begitu tahu keadaan Bali, istrinya baru melahirkan dan anaknya berusia 2 bulan.


Our Photo Gallery


Landscape WYD
hits: 3
 

Family in WYD Part 1
hits: 17
 

Big Family
hits: 45
 

Post Wedding
hits: 42