Written by yovie at Monday, 12 January 2009 (1059 hits) (5 hari usai diterjang ombak !)
Bacaan I : Ibr 1:1-6
Injil : Mrk 1:14-20
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Markus 1:17
Hari ini, 5 hari berlalu sudah sejak kami sekeluarga diterjang ombak
di tanah lot tgl 7 Januari lalu (baca disini) . Walau luka – luka kecil sudah mulai sembuh, tapi
ada luka besar yang masih tahap penyembuhan. Sekali lagi saya katakan,
bahwa saya beruntung punya istri seorang dokter. Saat-saat inilah saya
bisa merasakan bagaimana dengan kasihnya ia merawat luka saya.
Hari ke lima ini juga saya sangat bergembira.
Sebab apa ?
Karena hari ini, saya diberi tips istimewa oleh istri saya.
Apakah ini terjadi karena impian saya di renungan saya sebelumnya ? (baca disini)
Waktu itu saya berandai bagaimana kalau saya nggak mandi beberapa hari.
Dan ternyata benar terjadi. (maka itulah, hati-hati dengan impian anda)
Sudah 5 hari ini semenjak saya mengalami luka karena peristiwa Tanah Lot, saya tidak mandi basah. Hanya mandi kering. Dalam artian saya hanya mandi memakai handuk kecil. Saya beri sabun dan air sedikit pada handuk, lalu di lapkan pada seluruh tubuh. Puas ? Iya nggaklah ! Masih aja serasa nggak mandi.
Tapi itulah yang harus saya lakukan agar air tidak mengenai kaki yang terluka.
Nah, hari ini (hari ke lima) istri saya, Nathasa memberi tips istimewa agar bisa mandi basah. Ia menyarankan untuk menutup kaki saya yang terluka dengan plastik lalu di sisi-sisi plastik ditutup dengan isolasi. Saya menggunakan isolasi box yang warnanya coklat itu. Jadilah saya mandi dan puji Tuhan air tidak bisa mengenai luka saya.
Usai mandi, luka saya pun dibuka kembali untuk dibersihkan kembali. Istri saya pun kali ini dengan sabar (paling nggak lebih sabar dari biasanya .. ha..ha…) membuka dan membersihkan kaki saya. Mulai dengan membasahi perban yang lengket dan membersihkan luka dengan Natrium Klorida (NaCl), lalu diberi kasa sofratulle. Kemudian dilanjutkan dengan memberi salep Kalmicetine Chloramphenicol. Setelah itu, diperban kembali dengan kasa steril dan direkatkan memakai isolasi Ultrafix khusus untuk luka.
Walaupun luka masih belum kering, namun tampak timbul bintik merah pada luka dan menurut Nathasa ini berarti mulai ada pertumbuhan kulit (walau ada keraguan, tapi saya pun percaya 105 %). Saat dibersihkan dengan kasa steril pada seluruh luka, sudah nggak seperih seperti hari ke dua atau pada hari ketiga saat luka saya dibersihkan di klinik FX dengan dr. Chandra. (Thanks dr. Chandra and Klinik FX untuk perawatannya !). “Pasti karena sudah mulai pulih,” pikir saya dalam hati.
Seusai perban dibuka semua, luka-luka saya kelihatan semua. Jijik rasanya melihat. Apalagi luka itu masih basah (dan menyadari itu ada di kaki saya.. archchhhh……).
Dasar insting jurnalis, saya udah menyiapkan kamera pocket. Saya pun mencoba mengabadikan lula-luka saya.
Dalam hati saya sedih dan rasanya nggak percaya luka-luka itu ada di kaki saya.
Namun itulah kenyataannya.
Kaki yang sebelumnya tak ada luka, mulus dan indah dipandang (ah narsis banget!) kini nyaris tak enak ‘tuk dipandang (lihat foto dibawah ini)..
Apalagi untuk dilihat saat makan pagi di tepi pantai (ah, saya jadi menghayal …)
Namun Injil hari ini sungguh menghibur. Membayangkan bagaimana Yesus berjalan di tepi pantai dan IA memilih dan memanggil murid-muridNya justru dari masyarakat kebanyakan.
Dari orang yang tak terpandang.
Dari orang yang menurut dunia biasa-biasa aja.
Dan mungkin juga menurut dunia mereka adalah orang yang tak cocok dan mungkin juga mereka tak sempurna. Dan bahkan mungkin juga mereka memiliki kaki yang buruk rupa (seperti kaki saya).
Namun ini kenyataannya. Yesus tetap memilih mereka!
Dan ini sungguh menguatkan kita!
Bagaimanapun bentuk fisik kita, bagaimanapun rupa kita, bagaimanapun kemampuan kita, Yesus tidak melihat semuanya itu.
Yesus memandang hati. Dan IA ingin hati yang berserah padaNYA.
Hati yang mau menjawab panggilanNYA.
Sudahkah kita siap menjawab panggilanNYA?
Atau kita hanya terpaku pada ‘luka’ kita?
Atau kita hanya terpaku pada bentuk fisik kita?
Atau kita hanya terpaku pada ‘perban’ yang menutup ‘luka’ kita ?
Buka ‘perban’ anda dan biarkan ‘luka’ itu dilihat oleh Yesus.
Yesus ingin memakai anda….
Iya, Anda dan Saya….
(yovie)
Foto - foto di bawah ini mungkin agak kurang sedap dipandang bagi sebagian orang.
Anda tidak dipaksa untuk men'scroll' ke bawah untuk melihat foto dibawah ini.
Ingat keputusan ada ditangan anda ! Dan mouse anda!
Semua photo diambil memakai kamera pocket Casio Exilim
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...