Written by yovie at Wednesday, 14 January 2009 (537 hits)
Bacaan I : Ibr 2:14-18
Injil : Mrk 1:29-39
Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang
berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk
itu Aku telah datang."
Mrk 1:38
Tiap orang punya prioritas.
Itu pasti !
Tapi ada juga orang yang tak tahu apa prioritas mereka.
Dan saya juga mengalaminya. Ketika saya lulus SMA hanya satu keinginan
saya yaitu kuliah lalu secepatnya cari kerja seusai lulus kuliah. Dan
saya pun mendaftar kuliah di Surabaya. Maksud hati ingin masuk
arsitektur, namun ternyata saya diterima di pilihan kedua yaitu Tehnik
Sipil. Ternyata saya hanya mampu bertahan 1 semester di jurusan
tersebut karena nggak betah hitung menghitung (cape dech..)
Saya pun balik ke ‘kampung halaman’ kembali ke Bali. 6 bulan nganggur dari kuliah, saya pakai untuk ngeband bareng teman-teman eks SMA. Mulai dari keliling studio sampe nyari ‘job gratisan’ main di kampus-kampus dan cafe. Senang ? Iya iyalah.... Selain hobi tersalurkan juga ada kepuasan tersendiri. Namun saat itu jujur saya katakan bahwa saya tidak tahu kemana arah hidup saya. “Apakah harus seperti ini terus?” begitu tanya saya dalam hati.
Akhirnya tiba saatnya untuk saya berpikir masuk kuliah kembali. Saya pun mengambil jurusan management di tahun 1995. Di tahun 1998 sambil kuliah malam, saya mencoba untuk mencari pekerjaan. Mulai dari keinginan untuk bekerja di sebuah Bank sampai melamar di perusahaan. Saya masih ingat ketika melamar di sebuah perusahaan yang saya baca di koran. Ketika saya datangi ternyata mereka sebuah perusahaan direct selling yang mengharuskan saya untuk berjualan door to door. Saya pun nggak jadi masuk perusahaan tersebut. Di tahun 1998, saya pun mencoba untuk membuka sebuah toko furniture. Mulai dari mencari supplier sampai masuk ke beberapa desa di Bali untuk mencari pengrajin. Krismon yang terjadi saat itu, rupanya membawa berkah tersendiri bagi toko kami dan pasar ekspor pada umumnya. Bagi para importir luar negeri, membeli barang dari Indo jadi jauh lebih murah dari sebelumnya karena krismon ini.
Rupanya dari situ saya mulai tahu panggilan (bisnis) saya. Saya tahu bahwa saya harus bekerja sendiri daripada bekerja untuk orang lain.
Dari pengalaman masa lalu, saya menjadi tahu apa yang menjadi prioritas saya.
Kini setelah beberapa tahun menikah, prioritas saya mulai berubah. Yang dulunya lebih banyak ke pekerjaan sekarang salah satu prioritas saya adalah melayani Tuhan dalam keluarga dan dalam komunitas kami. Yang kedua adalah pekerjaan.
Dalam Injil hari ini kita bisa melihat apa yang menjadi prioritas Yesus. Walau Ia mempunyai kuasa penyembuhan (dan banyak orang yang minta disembuhkanNya), namun Yesus mengatakan bahwa IA diutus untuk memberitakan Injil. Dan itulah prioritas Yesus. Memberitakan Injil agar banyak orang diselamatkan (bukan sekedar disembuhkan secara fisik, namun disembuhkan secara rohani)
Apakah di tahun yang baru ini anda telah menemukan prioritas anda?
Yoh 20:11-18
Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk kedalam kubur itu. (Yoh 20:11-12)
Menangis. Kalau mendengar kata-kata itu kita akan membayangkan bayi-bayi atau anak kecil. Untuk anak yang udah agak gedhe kalau mereka nangis pasti kita akan kasih tau, "jangan nangis begitu malu, kayak bayi aja".
Memang menangis adalah satu-satunya cara bagi bayi untuk mengungkapkan keinginannya atau perasaannya. Kalau haus nangis, kalau kepanasan nangis, lapar nangis, bak bab nangis juga. Merasa ga diperhatikan juga nangis.
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...