Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Kamis, 15 Januari 2009 : Bukalah hatimu

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 33 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951245
Kamis, 15 Januari 2009 : Bukalah hatimu PDF Print E-mail
Written by nathasa at Thursday, 15 January 2009 (484 hits)

Mrk 1 : 40 - 45
Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut dihadapanNya ia memohon bantuanNya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” (Mrk 1 : 40)

Di klinik tempat kerja saya dulu, ada empat orang dokter yang bertugas setiap harinya. Suatu hari saya sedang duduk di meja resepsionis, ada seorang ibu datang. Saya menyapanya sambil bertanya: “mau perawatan ya bu”. Si ibu itu menjawab, “ya saya mau perawatan dan biasanya ditangani oleh dr. A”. Memang terkadang ada pasien yang fanatik dengan satu dokter karena dia sudah sangat percaya dengan dokter itu, jadi tidak mau dipegang oleh dokter lain. Ada juga pasien yang bilang: “dok, kemarin dokter libur, jadi saya dipegang dokter lain. Tangannya ga sama lho dok. Lain kali saya ga mau dengan  dokter lain sama dr. Nathasa aja.”

Orang yang berpenyakit kusta pasti sudah banyak mendengar tentang Yesus dan sangat percaya kepadaNya. Sampai dia mengatakan kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.

PERCAYA.

Menumbuhkan rasa ini sangat sulit. Orang yang dipercaya harus benar-benar bisa dipercaya. Dan yang paling penting adalah orang yang mau percaya. Apabila orang yang mau percaya tidak mau membuka mata, telinga, pikiran dan hati pasti akan sulit untuk percaya pada seseorang atau sesuatu.

Pasien-pasien estetik yang saya temui pun berbeda-beda. Ada yang dari awal saya memberi penjelasan, pasien itu sudah menunjukkan penolakan. Biasanya pasien ini tidak benar-benar merasa perlu melakukan perawatan wajahnya. Tapi ada juga yang sangat terbuka sehingga segala penjelasan yang diberikan bisa diterima dengan baik dan akhirnya percaya dan mau melakukan perawatan.

Demikian juga kita, kalau mau percaya kepada Yesus. Kita harus benar-benar mau membuka mata, telinga, pikiran dan hati kita. Bila ada penghalang-penghalang dalam hati, seperti luka batin, kuasa gelap dan lain-lain, maka hal ini akan membuat kita melakukan penolakan. Dan kadang-kadang penolakan yang kita lakukan tidak kita sadari.

Kalau kita sering merasa tidak mendapat berkat dari Tuhan, mungkin kita kurang benar-benar membuka hati untukNya atau kita punya penghalang dalam hati kita yang tidak kita sadari.
Berdoalah padanya….
Tuhan ajarku untuk membuka hati untukMu
Dan hancurkan segala penghalang-penghalang yang ada dalam hatiku

(Nathasa)

 

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Rabu, 31 Desember 2008 Untuk semua sahabat terkasih...
31/12/2008 | Yovie - Nathasa

terimakasih untuk persahabatan kita,
terimakasih untuk semua waktu yang kita lalui bersama,
terimakasih untuk suka yang kita jalani,
terimakasih untuk semua ujian yang kita alami bersama,
terimakasih untuk semua perjalanan yang kita hadapi,


Our Photo Gallery


Bali Picture
hits: 64
 

Bali Picture
hits: 38
 

Timor Leste
hits: 59
 

Family in WYD Part 1
hits: 53