Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Sabtu, 17 Januari 2009 : Enaknya kopi dari kotoran musang ...

Latest Comments

Sarapan Pagi

Maria Hotel on Facebook

Who's Online

We have 24 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951182
Sabtu, 17 Januari 2009 : Enaknya kopi dari kotoran musang ... PDF Print E-mail
Written by yovie at Saturday, 17 January 2009 (685 hits)

Bacaan I ; Ibr 4:12-16
Injil : Mrk 2:13-17
”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” Mrk 2:17


Mataku masih belum ngantuk.
Aku masih terjaga.
Memang jam ‘baru’ menunjukkan jam 23.35 wita.
Tapi sepertinya aku belum merasakan kantuk seperti biasanya.
Ini pasti gara-gara kopi luwak seharga Rp. 200 rb / pot yang baru saja aku minum.
Tapi syukurlah aku belum mengantuk, jadi aku bisa mengerjakan renungan untuk sabtu besok.

Malam ini memang malam yang special.
Tamu kami dari Amerika tadi mengajak saya dan istri dinner bersama mereka. Kami pun membawa mereka ke Kopi Bali House. Salah satu resto dekat rumah kami dan juga dekat dengan tempat mereka menginap di Mercure Resort Sanur. Saya pesan Fish ‘n Chip, salah satu makanan favorit saya. Namun malam tadi menjadi special karena saya dapat mencoba kopi luwak. Kopi yang kata orang kopi terenak di dunia (atau terenak di Indo?).
Tamu saya sungguh penasaran untuk mencoba kopi luwak ini. Perlu diketahui kopi luwak ini berasal dari kopi yang berasal dari ‘kotoran kopi’ luwak (musang dalam bahasa jawa).

Konon luwak yang pemakan biji kopi ini benar-benar pintar memilih kopi terbaik berdasarkan nalurinya sebagai pemakan kopi. Meskipun ikut keluar dari kotoran luwak melalui proses fermentasi dalam perut luwak, tapi yang dihasilkan adalah kotoran yang masih berbentuk kopi utuh tanpa bau. Apakah saya tadi mengatakan kotoran (baca : beol) dari musang? Yup, saya tidak salah tulis. Itu benar-benar kopi yang keluar dari kotoran musang.  Arcchhhh.. bisa anda bayangkan, kopi itu keluar dari lubang beol-nya musang dan sekarang ada di depan saya untuk saya nikmati ?
Namun saya tak mau membayangkan itu saat saya minum kopi seharga Rp.200rb / pot. Cara penyajiannya juga unik. Diseduh langsung memakai pot kecil dengan kompor mini di meja kita. Setelah menunggu 5 menit, kopi sudah siap diminum. Per pot bisa untuk 2 - 3 cup kecil. 

Bagaimana rasanya ? Iya enaklah..! Rasanya kopi banget! Pertama, kami mencoba untuk minum tanpa gula dan kedua dengan gula. Kopi terasa keras banget dan beda dengan biasanya. Kopi ini terasa enak apa karena keluar dari kotoran musang? Entahlah... Hanya musang yang tahu...

Setiap kali kita sering menemui hal yang baru. Seringkali hal yang baru tersebut di luar dugaan kita. Apa yang kelihatannya seperti tak enak ternyata enak di luar dugaan kita. Apa yang sepertinya dari luar buruk, namun kalau kita mau mendalaminya, ternyata begitu indah tak seperti apa yang kita lihat. Apa yang kedengarannya begitu menjijikkan ternyata begitu lezatnya (seperti kopi luwak itu).

Dalam Injil hari ini, para ahli Taurat tidak bisa menerima hal yang baru. Apalagi saat melihat Yesus makan bersama para pemungut cukai dan para orang berdosa. Dalam pandangan mereka, orang berdosa tidak perlu didekati, apalagi diajak makan bersama. Oleh sebab itulah mengapa para ahli Taurat bertanya kepada murid Yesus ”Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Jawaban Yesus sungguh di luar dugaan kita. ”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” kata Yesus.

Hari ini kita diajak untuk melihat seperti apa yang Yesus lihat.
Bukan apa yang tampak di depan mata kita.
Namun melihat apa yang tak tampak.
Melihat jauh di kedalaman hati tiap manusia.
Melihat dan lalu mencoba untuk tidak menghakimi orang dengan pandangan kita.

Sehingga kita bisa mengatakan ”Ah ternyata,  sungguh enak kopi dari kotoran musang ini...”


Ada yang tertarik untuk mencoba kopi luwak?
Ingat ! Kalau anda mencobanya karena membaca renungan ini, jangan lupa sms saya dan traktir saya!. Atau setidaknya kirim satu bungkus kopi luwak ke rumah saya.


(yovie)

All pictures taken in Kopi Bali House in Sanur
January 16, 2009
Thanks to Gerry and Teresa !

  Image

Image

Image

 

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

SABTU 6 DESEMBER 2008 : JANGAN TUNDA ESOK
05/12/2008 | Yovie


BACAAN I : Yes 30:19-21.23-26
BACAAN INJIL : Mat 9:35 - 10:1.5a.6-8


Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.     (Mat 9:37 )

Sudah bukan rahasia umum, gereja masa kini sangat membutuhkan banyak pelayan. Bukan saja imam (pastur) yang semakin sedikit, tapi juga banyak orang masa kini lebih mementingkan kehidupan sekuler daripada melayani Tuhan.

“Memang enak, sibuk sana-sini melayani Tuhan.”
Aku ini sibuk bisnis, nanti kalo udah anakku besar, rambutku udah beruban, udah banyak uang, si [ ... ]


Our Photo Gallery


WYD Events / Pilgrims
hits: 12
 

Nathasa
hits: 87
 

30th Yovie Birthday
hits: 43
 

Yoyo Birthday 5th
hits: 49