Written by nathasa at Sunday, 18 January 2009 (325 hits)
1 Kor 6: 13c-15a, 17-20
Sebab kamu talah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakan Allah dengan tubuhmu! (1 Kor 6:20)
“Kita perlu supir” begitu kata Yovie suatu hari.
Kami pun mulai bertanya kesana kemari, pada keluarga, teman, pegawai,
pasien-pasien, pokoknya orang-orang yang kami temui kami tanya apakah
mereka tahu orang yang mau jadi supir. Ada seorang pegawai yang
merekomendasikan temannya. Orang ini dari Jawa, belum begitu tahu
keadaan Bali, istrinya baru melahirkan dan anaknya berusia 2 bulan.
Kami memang mencari supir yang bisa tinggal di rumah kami. Kami tawarkan pada orang ini, mereka bersedia. Sang suami belum punya SIM. Mau buat ga punya uang. Kami pinjamkan uang untuk buat SIM. Akhirnya mereka mulai tinggal di rumah kami, suami, istri dan bayi 2 bulan. Mereka kami tempatkan di kamar berukuran 3x4m (kami minta pembantu perempuan yang sudah lama tinggal bersama kami untuk mengalah tinggal di kamar yang lebih kecil). Saya senang, ada bayi kecil di rumah saya, mungkin bisa jadi teman untuk anak-anak saya. Saya mencari bekas keranjang bayi, kereta bayi, mainan bayi. Setelah beberapa hari bekerja, mulai terlihat kekurangan mereka. Tapi kami berusaha untuk tidak melihatnya. Mungkin dengan berjalannya waktu mereka bisa diberi tahu, begitu pikir saya. Tepat sebulan setelah bekerja, supir baru ini bilang, mereka harus pulang ke Jawa karena ibu istrinya sakit. Dia bilang untuk tidak ditunggu karena mungkin tidak kembali lagi. Dan ternyata pada waktu mereka berpamitan, mereka sudah menyewa mobil untuk mengangkut barang-barang mereka. Syok berat rasanya…….Pertanyaan kami, kenapa??? Apa ada masalah dengan gaji? Mereka bilang tidak. Ada masalah apa? Mereka diam saja. Sedang si istri yang katanya ibunya sakit, dari mukanya tidak terlihat sedikitpun rasa sedih. Saya cuma bisa bilang, “saya kecewa sekali dengan kalian, tolong ya kalau bekerja di tempat lain jangan mengecewakan orang lain, sakit lho rasanya dikecewakan”. Dan mereka cuma diam saja. Setelah mereka pergi kami merenung, apa sih yang salah? Makanan mereka juga sama dengan yang kami makan di meja makan. Kami sudah berusaha menerima keadaan mereka. Apa ada orang lain yang mau menerima bekerja orang yang punya bayi 2 bulan??? Istrinya yang hanya diberi tugas menyapu dan mengepel rumah saja pun kami beri gaji seperti layaknya pembantu RT.
KECEWA. Hanya itu yang kami rasakan.
Firman Tuhan hari ini juga mengatakan, kita ini sudah dibayar lunas dengan kematian Yesus di kayu salib. Dosa kita sudah ditebusnya. Tubuh kita ini adalah bait Allah, sepenuhnya milik Yesus. Kita diingatkan untuk menjaga kekudusan tubuh kita, terutama untuk dosa yang satu ini, dosa percabulan. Dosa-dosa yang lain terjadi diluar diri kita, tapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
Pada jaman sekarang ini, dengan segala macam fasilitas yang sangat amat memudahkan kita untuk melakukan dosa percabulan.
Akankah kita mengecewakan Yesus yang sudah memberikan nyawanya untuk kita?
Akankah kita diam saja membiarkan pikiran kita, hati kita tercemar dengan percabulan dan membuat Yesus merasakan KECEWA?????
Saya membayangkan Yesus yang merenung, apa yang salah dengan anakKu ini, tidakkah dia melihat pengorbanan yang telah Kulakukan???
Nathasa
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...
Wah, dah lama ga buka website yovisasa...