|
Senin, 19 Januari 2009 : Puasa? Siapa Kuat? |
|
|
|
Written by yovie at Monday, 19 January 2009 (139 hits) Bacaan I : Ibr 5:1-10
Injil Mrk 2:18-22
Mrk 2:20 Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Tiap kali kupandang jam di tanganku.
Jam ternyata masih menunjukkan jam 12 siang. Berarti masih 3 jam lagi...
3 jam lagi aku harus menahan untuk tidak makan.
Ah, jam terasa lambat sekali.
Sampai kapan aku harus kelaparan seperti ini?
Demikian kira-kira yang aku lakukan saat aku beberapa tahun lalu masih belajar untuk mulai puasa. Memang, ada beberapa kegiatan waktu itu di persekutuan doa yang me’wajib’kan kami untuk berpuasa. Puasa yang kami lakukan biasanya dimulai dari makan malam hari sebelumnya sampai jam 3 sore keesokan harinya.
Ada beberapa tujuan mengapa kami berpuasa saat itu. Mulai dari belajar untuk mengendalikan diri, juga sebagai satu kesatuan untuk ujud bersama demi kelancaran sebuah kegiatan yang akan kami selenggarakan.
Hari ini Yesus mendapatkan pertanyaan dari orang-orang mengapa murid Yesus tidak berpuasa, sedangkan murid Yohanes dan orang Farisi berpuasa saat itu. Jawaban Yesus sungguh ‘luar biasa’. Ia mengumpamakan orang yang sedang mengadakan perkawinan. Memang dalam kebiasaan Yahudi, setelah perkawinan pengantin tidak berbulan madu. Melainkan mengadakan pesta dengan para kerabat dan sahabat. Dan selama pesta itu mereka tidak berpuasa.
Tiba saatnya mempelai akan diambil dari mereka dan pada saat itulah mereka akan berpuasa. Yesus saat itu ingin mengatakan bahwa tiba saatnya IA akan menerima salib, yang menurut pemahaman orang saat itu merupakan suatu ‘ajaran’ yang tidak bisa diterima. Menurut mereka, jika Yesus menjadi penyelamat, pastilah IA akan menjadi seorang pembebas, seorang Raja dan bukan mati di kayu salib.
Hari ini Yesus ingin mengajak kita semua, untuk tidak menjadikan aturan dan hukum sebagai aturan yang mengikat manusia. Aturan dibuat untuk membebaskan manusia. Mengikuti Tuhan bukan berdasarkan hukum. Mengikuti Tuhan berdasarkan sabda KasihNYA. Yohanes mengatakan Allah itu Kasih (I Yoh 4:8) . Dan IA menginginkan kita untuk menjalankan hukum yang ditetapkan dengan hati.
Hati yang mengasihi DIA.
Seperti Allah yang telah mengasihi kita.
Dan IA telah mengasihi kita lebih dulu.....
Puasa? Ya, kuatlah....
(yovie)
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...
Wah, dah lama ga buka website yovisasa...