|
Rabu, 21 Januari 2009 : Jenggot bukan berarti ….. |
|
|
|
Written by nathasa at Wednesday, 21 January 2009 (474 hits) Bacaan I : Ibr 7:1-3,15-17
Injil : Mrk 3:1-6
Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat (Mrk 3:4)
Pada waktu masih kecil vina takut sekali melihat orang yang berjenggot. Pernah suatu hari ada seorang biarawan dari luar Indonesia (saya tidak begitu ingat darimana). Biarawan ini berjambang dan berjenggot. Dia ikut menghadiri gathering komunitas kami. Begitu Vina melihat, langsung dia minta gendong dan ga mau turun lagi. Vina bilang, dia takut sama orang itu, sambil menunjuk biarawan berjenggot. Saya berusaha menjelaskan tapi apa daya, vina masih terlalu kecil waktu itu untuk menerima penjelasan.
Mengamati orang, kemudian menilainya sesuai dengan penilaian yang kita
tetapkan sendiri tanpa berusaha mencari tahu kebenarannya. Hal ini
sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Begitu juga yang dilakukan orang-orang Farisi ketika pada hari Sabat
Yesus datang ke bait Allah. Mereka mengamati Yesus dan mau menilai apa
yang dilakukan Yesus. Baik atau tidak menurut hukum mereka.
Yesus mengetahuinya dan berusaha menegur mereka dengan halus. Tapi
karena hati mereka yang tertutup membuat mata dan telinga merekapun
tertutup.
Dalam kehidupan sehari-hari atau di dalam komunitas. Kita seringkali
bertemu dengan banyak orang. Kalau ada orang baru yang kita kenal,
setelah mengetahui nama, secara spontan pikiran kita akan mulai
menganalisa baik atau ga orang ini ya? (Seperti Vina yang takut dengan
orang berjenggot).
Setelah menganalisa, kita mulai memberi penilaian atau cap. Orang ini
baik. Orang ini jelek. Tanpa usaha dari kita untuk mengetahui
kebenarannya dengan membuka telinga dan hati kita saat berbicara
padanya. Pasti kita tidak akan mengetahui kebenarannya.
Firman kali ini, mengingatkan kita, terutama bagi kita yang bergabung
dalam komunitas untuk tidak mudah memberikan cap kepada seseorang.
Kalau Cap yang kita berikan baik, tapi kenyataannya orang itu tidak
baik pasti akan membuat kita kecewa. Dan kalau cap yang kita berikan
jelek, padahal orang itu berhati baik, kita akan merasa rugi karena
kehilangan kesempatan berteman dengan orang baik.
Mari kita belajar untuk tidak mudah memberi penilaian pada seseorang.
(nathasa)
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...