|
Jumat 23 Januari 2009 : 1 ember untuk 1 lapangan |
|
|
|
Written by yovie at Friday, 23 January 2009 (456 hits) Bacaan I : Ibr 8:6-13
Injil : Mrk 3:13-19
Mrk 3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
Rasanya saya masih ingat ketika saya bersama teman-teman SD mengangkat pasir dari pantai Kuta utuk dibawa ke sekolah saya.
Yup, itu kejadian lebih dari 27 tahun yang lalu.
Saya sekolah di SD No 11 Kuta. Letaknya persis di depan Jalan Melasti sekarang.
Walaupun itu bukan sekolah favorit saat itu, tapi saya bangga sekali bisa sekolah disana.
Bagaimana nggak bangga?
Saat saya sekolah disana, sekolah tersebut baru saja selesai dibangun.
Saya bersama kakak saya menjadi Angkatan I di sekolah tersebut. Walau
kami menjadi minoritas disana (dimana sebagian besar orang Bali), namun
kami sungguh merasakan kebersamaan selama sekolah disana 6 tahun.
Ada satu kejadian yang saya ingat sampai sekarang. Waktu sekolah kami
akan membangun lapangan untuk lompat galah, kami para murid diminta
untuk mengangkut pasir. Pasir yang akan digunakan menjadi alas di
lapangan sepanjang kurang lebih 5 meter tersebut. Akhirnya kami pun
berjalan kaki dari sekolah sambil masing-masing membawa ember.
Perjalanan kurang lebih 2 km. Bayangkan anak sekecil itu diminta untuk
berjalan dari sekolah ke pantai untuk mengambil pasir, lalu berjalan
kaki pulang kembali sambil membawa ember berisi pasir. Jujur, saat itu
saya nggak habis ngerti kenapa sekolah menyusahkan kami seperti itu.
Bukannya lebih gampang sewa mobil pickup dan ambil pasir disana, begitu
pikir saya saat itu. Namun rupanya kebersamaan saat mengambil pasir itu
masih bisa saya kenang sampai sekarang.
Saya jadi ingat saat-saat istirahat tiba. Saat itu masing-masing saya
dan teman-teman SD saya membeli satu bungkus nasi. Lalu kami buka
selembar kertas koran di samping kelas. Semua bungkusan nasi yang telah
kami beli, kami tumpanhkan semua di atas kertas koran tersebut. Dan
kami pun makan bersama-sama dengan lahap. Ah, betapa indahnya
persahabatan saat itu.
Injil hari ini kita melihat betapa rendah hatinya Tuhan kita. Yesus
lebih memilih untuk bekerjasama dalam komunitas untuk menunaikan
misinya yaitu menyelamatkan dunia. IA tak memilih untuk bekerja sendiri
(walaupun saya yakin 500% IA bisa mengerjakannya sendirian tanpa
bantuan siapapun). Ia memilih murid-muridNya untuk menjalankan misiNYA
di dunia ini.
Seringkali terkadang kita ingin untuk mengerjakan segala sesuatu
sendiri. Namun Tuhan mengajarkan kita untuk hidup sebagai mahluk
sosial. Sebagai mahluk yang saling menolong. Saling membantu dan
akhirnya saling mengasihi.
(yovie)
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...