Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Jumat 23 Januari 2009 : 1 ember untuk 1 lapangan

Latest Comments

Sarapan Pagi

Maria Hotel on Facebook

Who's Online

We have 33 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951278
Jumat 23 Januari 2009 : 1 ember untuk 1 lapangan PDF Print E-mail
Written by yovie at Friday, 23 January 2009 (456 hits)
Bacaan I : Ibr 8:6-13
Injil : Mrk 3:13-19

Mrk 3:14  Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

Rasanya saya masih ingat ketika saya  bersama teman-teman SD  mengangkat pasir dari pantai Kuta utuk dibawa ke sekolah saya.
Yup, itu kejadian lebih dari 27 tahun yang lalu.
Saya sekolah di SD No 11 Kuta. Letaknya persis di depan Jalan Melasti sekarang.
Walaupun itu bukan sekolah favorit saat itu, tapi saya bangga sekali bisa sekolah disana.
Bagaimana nggak bangga?

Saat saya sekolah disana, sekolah tersebut baru saja selesai dibangun. Saya bersama kakak saya menjadi Angkatan I di sekolah tersebut. Walau kami menjadi minoritas disana (dimana sebagian besar orang Bali), namun kami sungguh merasakan kebersamaan selama sekolah disana 6 tahun.
Ada satu kejadian yang saya ingat sampai sekarang. Waktu sekolah kami akan membangun lapangan untuk lompat galah, kami para murid diminta untuk mengangkut pasir. Pasir yang akan digunakan menjadi alas di lapangan sepanjang kurang lebih 5 meter tersebut. Akhirnya kami pun berjalan kaki dari sekolah sambil masing-masing membawa ember. Perjalanan kurang lebih 2 km. Bayangkan anak sekecil itu diminta untuk berjalan dari sekolah ke pantai untuk mengambil pasir, lalu berjalan kaki pulang kembali sambil membawa ember berisi pasir. Jujur, saat itu saya nggak habis ngerti kenapa sekolah menyusahkan kami seperti itu. Bukannya lebih gampang sewa mobil pickup dan ambil pasir disana, begitu pikir saya saat itu. Namun rupanya kebersamaan saat mengambil pasir itu masih bisa saya kenang sampai sekarang.

Saya jadi  ingat saat-saat istirahat tiba. Saat itu masing-masing saya dan teman-teman SD saya membeli satu bungkus nasi. Lalu kami buka selembar kertas koran di samping kelas. Semua bungkusan nasi yang telah kami beli, kami tumpanhkan semua di atas kertas koran tersebut. Dan kami pun makan bersama-sama dengan lahap. Ah, betapa indahnya persahabatan saat itu.

Injil hari ini kita melihat betapa rendah hatinya Tuhan kita. Yesus lebih memilih untuk bekerjasama dalam komunitas untuk menunaikan misinya yaitu menyelamatkan dunia. IA tak memilih untuk bekerja sendiri (walaupun saya yakin 500% IA bisa mengerjakannya sendirian tanpa bantuan siapapun). Ia memilih murid-muridNya untuk menjalankan misiNYA di dunia ini.

Seringkali terkadang kita ingin untuk mengerjakan segala sesuatu sendiri. Namun Tuhan mengajarkan kita untuk hidup sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk yang saling menolong. Saling membantu dan akhirnya saling mengasihi.

(yovie)

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Selasa, 23 Desember 2008 : YESUS ENGKAU ANDALANKU
23/12/2008 | Nathasa

Luk 1:57 – 66   “Menjadi apakah anak ini nanti? Sebab tangan Tuhan menyertai dia” Lukas 1:66   Menantikan kelahiran seorang anak dan memberinya nama, merupakan hal yang menyenangkan dan susah susah gampang. Membaca perikop ini mengingatkan saya beberapa waktu sebelum anak saya yang pertama lahir,  saya dan Yovie sempat bingung mau kasih nama apa ya anak kami ini walaupun kami sudah tahu jenis kelaminnya laki-laki. Kami meminta saran kepada teman-teman persekutuan doa, mereka pun banyak memberi saran nama-nama yang semuanya b [ ... ]


Our Photo Gallery


Post Wedding
hits: 51
 

Family in WYD Part 1
hits: 17
 

WYD Events / Pilgrims
hits: 14
 

Australia 2005
hits: 39