Written by yovie at Sunday, 25 January 2009 (138 hits)
Ibr 9:2-3, 11-14
Mrk 3:20-21
Waktu kaum keluargaNya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil DIa, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi (Mrk 3:21)
(artikel ini dimuat di di WartaFX edisi Desember 2008)
Bila anda berpikir judul diatas salah tulis, anda salah. Judul diatas benar apa adanya.
Memang judul diatas rada mirip dengan slogan Obama, Presiden terpilih Amerika dengan “Yes We Can”.
Tak terasa 6 tahun sudah WartaFX menyapa kita semua setiap bulannya. Edisi ini sudah menginjak edisi ke-73. Berarti 73 bulan WartaFX tanpa letih selalu hadir menghiasi perjalanan paroki kita ini.
6 tahun yang lalu, tepatnya 1 Desember 2002 saat pelantikan Dewan Pastoral Paroki, saya sebagai Sie. KomSos diminta untuk menghidupkan lagi warta gereja. Saya pun menjawab IYA. Setelah mengumpulkan teman-teman diantaranya Vincent, Heidi, Ka Tina kami pun ‘nekat’ membuat warta gereja yang akhirnya kami namakan WartaFX.
Usai edisi pertama keluar, ternyata saya baru menyadari jawaban
‘IYA’ untuk menghidupkan kembali warta gereja itu adalah salah satu
keputusan ‘gila’ yang saya berikan. Bagaimana nggak ‘gila’ ? Saya sama
sekali nggak punya latar belakang wartawan atau berkecimpung di
jurnalistik. Satu-satunya pengalaman saya adalah membuat bulletin yang
terbit 2 mingguan untuk Persekutuan Doa Muda-i Don Bosco saat itu. Dan
itupun bulletin dengan isi empat halaman alias bulletin satu lembar! Ah
betapa nekatnya !
Dalam perjalanan waktupun akhirnya beberapa teman baru ikut bergabung
untuk melayani di WartaFX. Mulai dari Bimo (yang sekarang sudah 5,5
tahun bergabung), Tarzi, Eko, Yulita, Bu Anita, Sienny, Jeff, Adhi,
Inge, Lulu, Adhie, Bu Yasyo, Johan, Audi, Agung, Maia, John dan masih
banyak lagi teman lainnya yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.
Bayangkan setelah 6 tahun perjalanan WFX, kami baru mempunyai pemimpin
redaksi yang baru yaitu John Seran dan Agung sebagai Web manager
www.KutaFX.com.
Saya beryukur mempunyai orang-orang yang ikut mengambil keputusan
‘gila’ ini. Sekali lagi mengapa saya sebutkan keputusan ‘gila’?
Bagaimana nggak ‘gila’ ? Sudah pergi sana-sini untuk cari berita/iklan,
kadang menerima komplain dan hebatnya nggak di gaji lagi. Mungkin anda
bertanya kok repot-repot sih ngurusin WartaFX ?
Contohnya salah satu team marketing kami, Bu Anita yang sekarang
menjabat pimpinan ‘perusahaan’ WartaFX. Terkadang saya heran, kok
mau-maunya Bu Anita meninggalkan puluhan stafnya di tokonya ‘Adil
Komputer’ hanya untuk keliling mencari atau menagih iklan. Atau betapa
‘gila’nya Jeff, team marketing kami yang harus keliling menawarkan
iklan padahal ada 2 usahanya ‘Warung-Warung’ dan ‘Asia Line’ yang harus
dia urus. Atau Sienny dengan seabrek kegiatannya dan juga ditambah
kesibukannya mengurus ‘Hotel Ratna’ (ah jadi promosi nih...) tetap masih menyempatkan waktu untuk ngurusin iklan dan distributor WartaFX.
Atau Bimo yang terkadang harus tukar shift dan kadang begadang untuk
mengontrol pesawat di bandara (plus sekarang ditambah menjaga istri),
masih maunya repot nge-layout WartaFX. Atau Ka Tina yang pasti
ngelembur setiap bulan dan terkadang sampai tidur di sekretariat
WartaFX. (Saat kami belum mempunyai ruangan yang sekarang, ia tidur di
sekretariat WartaFX yang lama dengan beralaskan spon tipis). Atau saya
yang udah sibuk ngurusin beberapa usaha (nggak saya sebut ah.. malu,
biar Tuhan saja yang tahu) dan ngurusin keluarga, kok mau-maunya
nyusahkan diri sendiri ngurusin WartaFX sambil pake acara begadang
segala tiap akhir bulan.
Atau para pemasang iklan yang dengan setianya (tanpa memperhitungkan
dari segi bisnis) memasang iklan di WartaFX. Sebutlah MKM Honda milik
Pak Surya yang dengan setia rutin setiap bulan memasang selama 4 tahun
berturut-turut dari tahun 2004. Terimakasih Pak Surya. Selamat untuk
perkembangan 8 cabang baru MKM!
Mengapa kami mau-maunya repot? Jawabannya adalah karena kami mencintai
Tuhan. We love Jesus !! Just a simple answer, but means a lot ! Saya
tahu orang-orang yang bergabung dengan WartaFX ini adalah
orang-orang ‘gila’ yang mau berusaha mencintai Tuhan dengan segala
keterbatasannya. Banyak orang yang bergabung bukan dari latar belakang
jurnalistik (ketahuan dech.. mengapa akhir-akhir ini kami mengadakan
pelatihan jurnalistik, biar kami bertambah pintar). Kami tahu bukan
kami yang bisa, tapi DIA YANG BISA! Kami tahu “Yes HE Can!!” Saat kami
menjawab YA saya bersedia, kami percaya Tuhan yang akan memampukan kami
untuk melayani DIA.
Dan saya rasa inilah mengapa banyak orang ‘gila’ (baca : tidak waras)
yang ikut melayani Tuhan baik dalam kelompok kategorial, menjadi
pengurus wilayah, ikut dalam kepengurusan dewan, dll. Karena mereka
begitu tergila-gila akan cinta Tuhan! Dan akhirnya berbalik untuk
mencintai Tuhan. Bisa saja kami berkelit dan bersantai-santai di rumah.
Hanya datang ke misa sekali seminggu khususnya Natal dan Paskah. Atau
ngurusin bisnis aja dan menghasilkan banyak uang. Namun akhirnya dengan
berbuat begitu kami menyadari bahwa hidup akan menjadi tiada arti.... Berilah arti pada hidup anda.
Semoga damai Natal selalu mengingatkan kita bahwa ia adalah Allah yang Immanuel, Allah yang selalu menyertai kita. YES HE CAN !!
(tambahan)
Dalam Injil hari ini ada orang yang berpikiran bahwa Yesus sudah tidak
waras lagi. Memang mengikuti Tuhan kadang-kadang diperlukan suatu hal
yang ‘tidak waras’.
Apakah anda siap menjadi ‘tidak waras’ ?
Mrk 3 : 22-30
Dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
(Mrk 3:25)
Selama masa remaja sampai akhirnya menikah, saya hanya pernah berpacaran dua kali. Pacar yang pertama yang pasti bukan Yovie.
Yovie adalah pacar yang kedua dan terakhir, karena setelah 4 tahun berpacaran kami menikah. Karena sewaktu pacaran saya memasuki masa belajar sebagai dokter muda, maka waktu bertemu tidak terlalu banyak.
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...
Wah, dah lama ga buka website yovisasa...