Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Senin, 26 Januari 2009 : Pacar kedua dan yang terakhir

Latest Comments

Sarapan Pagi

warung nasi HOT on Facebook

Who's Online

We have 33 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951226
Senin, 26 Januari 2009 : Pacar kedua dan yang terakhir PDF Print E-mail
Written by nathasa at Monday, 26 January 2009 (446 hits)
Mrk 3 : 22-30
Dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
(Mrk 3:25)


Selama masa remaja sampai akhirnya menikah, saya hanya pernah berpacaran dua kali. Pacar yang pertama yang pasti bukan Yovie.

Yovie adalah pacar yang kedua dan terakhir, karena setelah 4 tahun berpacaran kami menikah. Karena sewaktu pacaran saya memasuki masa belajar sebagai dokter muda, maka waktu bertemu tidak terlalu banyak.

Masing-masing dari kami mempunyai sebuah buku, yang kami isi setiap hari dan kami tukarkan kalau bertemu. Jadi walaupun tidak ketemu kami tahu, kegiatan masing-masing.

Didalam buku itu saya pernah menulis, sebagai pasangan kita harus sama-sama saling mendukung. Kalau kita tidak saling mendukung ibarat meja, kakinya empat. Dua kaki milik saya, dua kaki milik kamu. Kalau salah satu kaki patah, maka semua yang ada diatas meja akan jatuh. Sedikit gopel (retak) maka meja itu akan mudah bergoyang-goyang, tidak seimbang.
Dasar berdirinya meja itupun harus sama, kalau salah satu sisi kaki meja ada di atas lantai keramik. Sedangkan sisi yang lain diatas tanah liat, walaupun keempat kaki meja itu sempurna, akan sulit untuk berdiri dengan baik.

Pacar saya yang pertama berasal dari Gereja Kristen non Katholik. Dia pernah bilang pada saya, prinsip kita beda. Kita ini seperti di pertigaan jalan. Kamu ambil jalan kekanan saya ambil jalan kekiri. Waktu dia bilang begitu, saya sih tidak terlalu mempermasalahkan, ya namanya juga lagi happy punya pacar. He he he

Sekarang saya bersyukur untuk rencana Tuhan yang indah. Karena dia merasa tidak bisa sejalan dia putusin saya setelah 2,5 tahun pacaran. Puji Tuhan waktu itu juga masa-masa pertama saya mengenal Tuhan lewat persekutuan doa. Jadi tidak terlalu patah hati.

Untuk mencari pasangan hidup banyak hal yang harus dipertimbangkan dan yang paling penting adalah dasar atau pondasi yang dimiliki sebisa mungkin sama. Yaitu iman kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus. Saya tidak bilang bahwa pernikahan beda agama tidak akan langgeng tapi memerlukan usaha yang lebih untuk menjaga kesatuan rumah tangga. Saya juga tidak bilang dengan iman kepercayaan yang sama maka pernikahan dijamin pasti langgeng. Tapi yang penting kita punya satu hal yang selalu menyatukan kita dan sama-sama kita yakini, yaitu Yesus.

Selama kita meletakkan Yesus sebagai dasar hidup keluarga kita, dan kita pun menjaga supaya tidak ada keretakan dalam keluarga. Percayalah Yesus akan menjaga kaki-kaki meja kita tetap utuh dan seimbang.

Nathasa

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Jumat, 15 Mei 2009: Apa sulitnya mengasihi diri sendiri?
16/05/2009 | nathasa

Yoh 15:12-17
Inilah perintahKu kepadamu: "Kasihilah seorang akan yang lain." (Yoh 15:17)


"Kamu ini emang anak yang bodoh, udah dikasih tahu nggak ngerti-ngerti juga, emang otakmu kurang ya." Saya pernah mendengar seorang ibu mengungkapkan hal tersebut didepan anaknya. Ada juga yang berkata begini, "emang anak ga tahu diri, bikin malu orang tua aja kerjanya". Begitu banyak ungkapan-ungkapan negatif yang mungkin tidak disadari orang tua kepada anaknya. Dan ini akan masuk telinga, pikiran dan hati si anak, dihayatinya dan akhirnya si anak mencap dirinya sendir [ ... ]


Our Photo Gallery


Konvenas III Muda-Mudi
hits: 141
 

Family in WYD Part 1
hits: 18
 

Yonathan
hits: 3
 

Ugly is Beautiful
hits: 34