Rabu, 28 Januari 2009 : Strawberry, jeruk atau paprika???
Written by nathasa at Wednesday, 28 January 2009 (437 hits) Mrk 4 : 1- 20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat. (Mrk 4 : 20)
Beberapa waktu lalu kami berkunjung ke tempat teman di bedugul, mereka mempunyai tanah yang dipakai bercocok tanam. Ada yang dipakai untuk menanam strawberry, ada yang untuk sayur organic, ada yang untuk paprika. Ternyata, ketinggian tanah dari air laut mempengaruhi kesuburan tanah terhadap jenis tumbuhan tertentu. Strawberry, misalnya paling baik diketinggian tertentu seperti di daerah Pancasari Bedugul. Buah jeruk bagusnya di ketinggian daerah Asagobleg Bedugul. Kalau dipaksakan Strawberry ditanam didaerah Asagobleg maka buah yang muncul tidak akan sebanyak, sebesar, semerah, semanis yang ditanam di Pancasari. Begitu penjelasan teman kami. Terus terang kami yang tidak pernah tahu masalah bercocok tanam terbengong-bengong aja. Ternyata buah pinter juga ya milih tempat.
Membaca firman hari ini tentang perumpamaan biji yang ditaburkan. Kita
seumpama tanah yang baik, ditaburi firman Tuhan. Ada yang berbuah 30x
lipat, 60x lipat bahkan 100x lipat. Kita semua diciptakan baik adanya
oleh Tuhan. Dan kita telah menerima firman Tuhan. Kita akan berbuah
sesuai dengan talenta yang telah Tuhan berikan.
Ada yang mempunyai banyak telenta, pandai menyanyi, main musik, pandai berorganisasi, pandai berkotbah, pokoknya lengkap deh.
Tapi ada juga yang hanya pandai berkotbah.
Ada yang hanya bisa menyanyi.
Tuhan telah menyiapkan tanah kita secara khusus tinggal kita berusaha
menggali talenta yang ada dalam diri dan kita kembangkan. Tidak perlu
iri atau cemburu kalau melihat orang lain mempunyai talenta yang lebih
banyak. Atau kita pingin punya talenta suara kayak Mariah Carey, tapi
nyatanya nyanyi di kamar mandi aja, cicak cicak pada pingsan. Trus kita
putus asa dan tutup mata tidak mau menggali talenta yang lain yang
mungkin kita miliki.
Ada orang yang merasa ga punya telenta sama sekali, tapi orang lain
merasa kalau ada orang ini, suasana langsung gembira, ceria, berarti
talentanya sebagai pembawa suasana ceria. Mungkin ada juga yang nyanyi
ga bisa, berkotbah ga bisa, main musik apalagi, tapi dia punya badan
yang gedhe dan kuat angkat-angkat, jadi cocok kalo jadi seksi
perlengkapan. Itu juga talenta yang Tuhan berikan. Untuk kita bisa
saling melengkapi.
Tanah-tanah di bedugul saja hanya bisa ditanami tanaman tertentu aja, dan kalau dipaksa bisa aja tapi hasilnya ga maksimal.
Begitu juga kita manusia yang telah diberi talenta khusus oleh Tuhan.
Kita cuma perlu menggali, menyadari dan mengembangkan apa yang telah
Tuhan berikan dalam diri kita.
Tidak penting apakah tanah kita berbuah strawberry, atau jeruk atau
paprika atau sayur. Tidak penting apakah talenta kita menyanyi, atau
main musik, atau berkotbah, atau perlengkapan atau pembawa suasana
gembira.
Yang jelas semua talenta ini baik, sangat dibutuhkan dan patut disyukuri.
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya. Jikalau
orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang
itu. Sebab semua yang ada didalam dunia, yaitu keinginan daging dan
keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa,
melainkan dari dunia. (1Yoh : 15-16)
Beberapa hari ini warung keluarga kami, warung Nasi Hot, mendapat
berkat tahun baru. Karena ikut banyak didatangi oleh turis lokal maupun
internasional, tiap malam kami membantu disana.
Tadi malam adik saya kedatangan mertuanya dari Surabaya. Mereka membawa
oleh-oleh khas [ ... ]
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...