Written by nathasa at Friday, 06 February 2009 (651 hits) Mrk 6 : 1 - 6
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Mrk 6 : 3)
Saya memang baru-baru saja bergabung dengan face book. Ternyata sudah banyak sekali teman yang bergabung. Baik teman-teman yang sekarang maupun teman-teman dahulu (masa kecil, SMP, SMA, kuliah). Wah ketinggalan juga nih……..
Pada waktu membuka profil teman-teman, banyak yang membuat saya terkejut…..eh ternyata si A tinggal di luar negeri. Si B ternyata sekarang jadi orang sukses, si C nikah ama orang bule, kok bisa ya. Anaknya cakep-cakep lagi….Si D jadi orang terkenal…..
Pokoknya banyak yang rasanya diluar dugaan kalau saya mengingat masa lalu. Si A kan bahasa inggrisnya asal nyeplos, eh kok bisa kerja di luar negeri. Si B dulu kerjaannya nyontek terus, kok bisa jadi orang sukses ya. Si C dulu item sekali, kok bisa dapat orang bule dan memperbaiki keturunan, Si D dulunya pemalu berat kok sekarang jadi orang terkenal, pintar ngomong, dll.
Kita tidak mengetahui masa depan seseorang. Akan menjadi apakah orang ini kelak. Dan ketika sekarang kita mengetahuinya, semua berbeda dan membuat kita berucap “kok bisa ya”
Sama seperti Yesus ditengah-tengah orang yang mengenal Dia. Mereka
terkejut, kok bisa sih Yesus begitu. Mereka merasa mengenal siapa
Yesus, siapa orang tuanya, siapa saudaranya, siapa teman bermainnya,
bagaimana tingkah lakunya. Sehingga mereka tidak mau membuka hati dan
menerima. Mereka menutup mata dan telinga mereka akan semua hal ajaib
yang Yesus lakukan. Mereka kecewa dan menolak Dia.
Kadang kita mengkotak-kotakkan orang, maksudnya membatasi talenta
seseorang. Misalnya ada teman yang tidak pandai bicara, kita bilang ah
kamu cocoknya menjadi seksi perlengkapan aja, biar dia yang pandai
bicara aja yang jadi pembawa firman. Mungkin kita sadari mungkin tidak
tapi hal ini bisa membatasi talenta seseorang. Dengan bisa membuka hati
dan menerima orang lain apa adanya kita belajar untuk tidak
mengkotak-kotakkan orang. Tidak membatasi talenta yang Tuhan berikan.
Mari dalam hubungan dengan sesama, dalam komunitas atau persekutuan
kita, kita belajar dari orang-orang di tempat asal Yesus. Untuk bisa
menerima teman kita apa adanya dan tidak mengkotak-kotakkan orang lain.
Sehingga kita bisa bersama-sama bertumbuh dalam iman.
Bacaan I ; Ibr 4:12-16
Injil : Mrk 2:13-17
”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” Mrk 2:17
Mataku masih belum ngantuk.
Aku masih terjaga.
Memang jam ‘baru’ menunjukkan jam 23.35 wita.
Tapi sepertinya aku belum merasakan kantuk seperti biasanya.
Ini pasti gara-gara kopi luwak seharga Rp. 200 rb / pot yang baru saja aku minum.
Tapi syukurlah aku belum mengantuk, jadi aku bisa mengerjakan renungan untuk sabtu besok.
Malam ini memang malam yang special.
Tamu kami [ ... ]
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...