Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Rabu, 4 Februari 2009: JANGAN MAU MASUK KOTAK

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 33 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951242
Rabu, 4 Februari 2009: JANGAN MAU MASUK KOTAK PDF Print E-mail
Written by nathasa at Friday, 06 February 2009 (651 hits)
Mrk 6 : 1 - 6
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Mrk 6 : 3)


Saya memang baru-baru saja bergabung dengan face book. Ternyata sudah banyak sekali teman yang bergabung. Baik teman-teman yang sekarang maupun teman-teman dahulu (masa kecil, SMP, SMA, kuliah). Wah ketinggalan juga nih……..
Pada waktu membuka profil teman-teman, banyak yang membuat saya terkejut…..eh ternyata si A tinggal di luar negeri. Si B ternyata sekarang jadi orang sukses, si C nikah ama orang bule, kok bisa ya. Anaknya cakep-cakep lagi….Si D jadi orang terkenal…..
Pokoknya banyak yang rasanya diluar dugaan kalau saya mengingat masa lalu. Si A kan bahasa inggrisnya asal nyeplos, eh kok bisa kerja di luar negeri. Si B dulu kerjaannya nyontek terus, kok bisa jadi orang sukses ya. Si C dulu item sekali, kok bisa dapat orang bule dan memperbaiki keturunan, Si D dulunya pemalu berat kok sekarang jadi orang terkenal, pintar ngomong, dll.
Kita tidak mengetahui masa depan seseorang. Akan menjadi apakah orang ini kelak. Dan ketika sekarang kita mengetahuinya, semua berbeda dan membuat kita berucap “kok bisa ya”


Sama seperti Yesus ditengah-tengah orang yang mengenal Dia. Mereka terkejut, kok bisa sih Yesus begitu. Mereka merasa mengenal siapa Yesus, siapa orang tuanya, siapa saudaranya, siapa teman bermainnya, bagaimana tingkah lakunya. Sehingga mereka tidak mau membuka hati dan menerima. Mereka menutup mata dan telinga mereka akan semua hal ajaib yang Yesus lakukan. Mereka kecewa dan menolak Dia.

Kadang kita mengkotak-kotakkan orang, maksudnya membatasi talenta seseorang. Misalnya ada teman yang tidak pandai bicara, kita bilang ah kamu cocoknya menjadi seksi perlengkapan aja, biar dia yang pandai bicara aja yang jadi pembawa firman. Mungkin kita sadari mungkin tidak tapi hal ini bisa membatasi talenta seseorang. Dengan bisa membuka hati dan menerima orang lain apa adanya kita belajar untuk tidak mengkotak-kotakkan orang. Tidak membatasi talenta yang Tuhan berikan.

Mari dalam hubungan dengan sesama, dalam komunitas atau persekutuan kita, kita belajar dari orang-orang di tempat asal Yesus. Untuk bisa menerima teman kita apa adanya dan tidak mengkotak-kotakkan orang lain. Sehingga kita bisa bersama-sama bertumbuh dalam iman.

nathasa

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Sabtu, 17 Januari 2009 : Enaknya kopi dari kotoran musang ...
17/01/2009 | yovie

Bacaan I ; Ibr 4:12-16
Injil : Mrk 2:13-17
”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” Mrk 2:17


Mataku masih belum ngantuk.
Aku masih terjaga.
Memang jam ‘baru’ menunjukkan jam 23.35 wita.
Tapi sepertinya aku belum merasakan kantuk seperti biasanya.
Ini pasti gara-gara kopi luwak seharga Rp. 200 rb / pot yang baru saja aku minum.
Tapi syukurlah aku belum mengantuk, jadi aku bisa mengerjakan renungan untuk sabtu besok.

Malam ini memang malam yang special.
Tamu kami [ ... ]


Our Photo Gallery


Swimming
hits: 16
 

Post Wedding
hits: 57
 

Post Wedding
hits: 50
 

Post Wedding
hits: 147