Written by nathasa at Friday, 06 February 2009 (542 hits) Mrk 6 ; 7 - 13
Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. (Mrk 6 : 10)
Puji Tuhan. Sudah tiga kali saya mendapat kesempatan datang ke Australia. Yang pertama waktu Yovie mengikuti APSE (Asia Pacific School of Evangelisation) tahun 2003. Yang kedua mengikuti LTTN (Light to the Nation: Paskah bersama komunitas DOJCC) tahun 2005. Yang ketiga waktu mengikuti WYD (World Youth Day) tahun 2008. Satu hal yang membuat kami merasa diberkati adalah setiap kali datang kesana kami selalu diajak tinggal di rumah anggota komunitas. Mereka yang menampung kami, bukan punya rumah besar, kamar banyak atau orang kaya. Tapi mereka adalah orang-orang yang mau berbagi berkat.
Tidak mudah mengajak orang tinggal di rumah kita, banyak hal yang harus
disesuaikan. Sebelum tamu datang kita harus mempersiapkan kamar tidur,
merapikan barang-barang yang tergeletak, menyiapkan tempat tidur. Pada
saat tamu tinggal di rumah kita, kita juga harus menyiapkan waktu untuk
mengantar mereka, mungkin untuk makan atau jalan-jalan. Ada
kegiatan-kegiatan rutin yang harus kita sesuaikan selama mereka dirumah
kita. Meminjamkan mesin cuci, menyediakan keperluan yang lain-lain
supaya mereka nyaman di rumah kita.
Yang mengesankan pada kunjungan kami ketiga di Sydney. Yang menampung
kami adalah seorang laki-laki yang belum menikah dan tinggal sendiri.
Di rumahnya ada 3 kamar. Rencananya kami pakai 2 kamar, tapi karena
terlalu dingin kami tidur berempat satu kamar. Dia baru 2 minggu
menjalani operasi hernia. Dia menjemput kami dan mengantar ke rumahnya.
Sesampai di rumah dia menjelaskan semua hal mengenai rumahnya.
Bagaimana menggunakan mesin cuci, dimana tempat gelas, piring, sendok.
Bagaimana membuat air panas, sampai segala isi di kulkasnya. Dia
menyediakan susu, daging, sayur, dll. Juga susu coklat untuk anak-anak
saya. WOW……..Dia meminta saya untuk berlaku seperti di rumah sendiri.
Kami merasa mendapat perhatian yang luar biasa, ditengah kesibukannya
bekerja, tinggal dirumah sendiri dan baru operasi dia mempersiapkan
banyak hal untuk kami.
Kunjungan pertama dan kedua kami tinggal di rumah satu keluarga, mereka
menyediakan breakfast, dinner, mengantar kami ke mall, ke stasiun
kereta,dll. Meraka menyediakan waktu untuk mengajak kami ngobrol, baik
pagi atau sore hari.
Dengan segala perhatian mereka, keluarga kami merasa benar-benar diberkati.
Berkat Tuhan yang mereka dapatkan, mereka bagi buat kami.
Kami belajar untuk membagi berkat dengan sesama.
Mau membuka pintu rumah kami untuk saudara seiman.
Kami merasakan bagaimana menjadi orang asing di daerah lain atau negara
lain. Betapa menyenangkan ada orang didaerah tersebut yang bisa
menemani atau memberi tumpangan.
Sekarang kalau ada teman atau saudara yang datang, kami akan berusaha
untuk menyisihkan waktu untuk sekedar menemani jalan atau menyediakan
tempat tinggal kalau memang mereka membutuhkan.
Karena kami sudah lebih dulu menerima berkat dari teman atau saudara kami.
Bacaan I : Yes 2:1-5
Bacaan Injil : Mat 8:5-11
”Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata
kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman
sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.” Matius
8:10
Hati siapa yang tak sedih.
Hati siapa yang tak iba.
Hati siapa yang rasanya tak ingin menangis
Melihat istri tergolek sakit.
Bukan saja tergolek sakit, namun aku harus
meninggalkan ia sendirian untuk melayani Tuhan
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...