Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Jumat, 6 Februari 2009: Berkat yang tepat untuk orang yang tepat

Latest Comments

Sarapan Pagi

warung nasi HOT on Facebook

Who's Online

We have 13 guests online

Guestbook

Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue
Win
Hi Sasa & Yovi!! know what? I have been following your blog for the past 3 years
Continue
AngeL
duh, bener2 the most inspirating family 
 
nanti bisa kyk gi
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 948777
Jumat, 6 Februari 2009: Berkat yang tepat untuk orang yang tepat PDF Print E-mail
Written by nathasa at Sunday, 08 February 2009 (565 hits)
Mrk 6 :14-29
”Minta daripadaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” (Mrk 6:22b)


“Ma, Yonathan minta dibeliin sepatu roda”, pinta Yoyo waktu kami jalan-jalan di mall dan ketemu temannya yang kelas 3 SD sedang membeli sepatu roda. Saya jawab, “Yoyo sekarang belum waktunya, nanti kalau kelas 3 aja ya. Kan badannya Yoyo lebih kuat dan bisa lebih hati-hati.” Yoyo merengek lagi, “kan lama ma, masih 1 tahun lagi.” “Yoyo, coba belajar sabar ya.” Akhirnya Yoyo berhenti merengek walaupun masih terlihat dimukanya kalau dia tidak puas dan masih pingin punya sepatu roda segera.
Pernah juga, dia minta dibelikan mikroskop, katanya pingin lihat benda-benda kecil. Mikroskop memang baik, bisa membantu anak belajar pengetahuan alam (IPA/biologi). Tapi apakah cocok untuk anak 7 tahun? Apa nanti tidak hanya dijadikan bahan mainan dan akan rusak sebelum tepat waktunya Yoyo memang benar membutuhkannya.


Terkadang kita harus berhati-hati dengan permintaan anak-anak kita. Tidak semua permintaan harus dipenuhi, walaupun keliatannya masuk akal dan baik. Dan permintaan itu pun tidak harus segera dipenuhi. Kadang kita sebagai orang tuanya harus mempersiapkan dana untuk itu.

Tuhan ingin mengingatkan kita, tidak semua permohonan atau doa yang kita sampaikan padanya bisa dipenuhi.
Terkadang kita harus menunggu, karena Tuhan tahu belum waktunya kita menerima berkat itu. (Sama seperti Yoyo yang minta mikroskop, dan saya merasa sekarang waktunya kurang tepat karena Yoyo tidak akan mengerti kegunaan yang sebenarnya dari mikroskop)
Mungkin Tuhan tahu bahaya apa yang akan kita alami bila kita mendapatkan berkat itu. (Seperti Yoyo yang minta sepatu roda, padahal untuk seumur dia masih terlalu banyak risikonya).
Tuhan telah berfirman “jangan hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohona dengan ucapan syukur” (Flp 4: 6).
Tapi Tuhan tidak ingin kita menjadi anak yang manja, sehingga setiap apa yang kita minta pasti dikabulkan. Tanpa memperdulikan apakah memang benar berkat itu kita butuhkan?
Apakah benar ini saatnya kita mendapat berkat itu?
Apakah benar berkat itu memang baik untuk saya?
Apakah ada orang lain yang lebih membutuhkan berkat itu daripada saya?

Tuhan tidak seperti Raja Herodes yang terpaksa memenuhi permohonan anaknya sampai membunuh Yohanes Pembaptis. Hanya karena dia telah bersumpah dan malu kepada para tamunya.

Jadi janganlah pernah putus asa, bila setiap doa dan permohonan kita belum dikabulkan olehNya. Dia tahu saat yang tepat dan orang yang tepat untuk menerima berkat yang tepat.


(nathasa)
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Sabtu, 14 Maret 2009 : Datanglah pada Yesus
16/03/2009 | yovie

Luk 15:1-3,11-32
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Luk 15:20


Berulangkali kita sudah mendengar dan membaca ayat ini.
Namun berulangkali kita juga kadang masih melupakan begitu besarnya kasih Bapa pada kita.

Kalau sahabat atau  kekasih kita (entah itu pacar, istri atau suami) menyakiti kita, seberapa mudah kita mengampuni dia? Seberapa sering kita mengatakan aku tak bisa memaafkanmu. Kamu telah menyakiti hatik [ ... ]


Our Photo Gallery


Post Wedding
hits: 57
 

WYD Events / Pilgrims
hits: 13
 

Timor Leste
hits: 47
 

Konvenas III Muda-Mudi
hits: 23