Jumat, 6 Februari 2009: Berkat yang tepat untuk orang yang tepat
Written by nathasa at Sunday, 08 February 2009 (565 hits) Mrk 6 :14-29
”Minta daripadaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” (Mrk 6:22b)
“Ma, Yonathan minta dibeliin sepatu roda”, pinta Yoyo waktu kami jalan-jalan di mall dan ketemu temannya yang kelas 3 SD sedang membeli sepatu roda. Saya jawab, “Yoyo sekarang belum waktunya, nanti kalau kelas 3 aja ya. Kan badannya Yoyo lebih kuat dan bisa lebih hati-hati.” Yoyo merengek lagi, “kan lama ma, masih 1 tahun lagi.” “Yoyo, coba belajar sabar ya.” Akhirnya Yoyo berhenti merengek walaupun masih terlihat dimukanya kalau dia tidak puas dan masih pingin punya sepatu roda segera.
Pernah juga, dia minta dibelikan mikroskop, katanya pingin lihat benda-benda kecil. Mikroskop memang baik, bisa membantu anak belajar pengetahuan alam (IPA/biologi). Tapi apakah cocok untuk anak 7 tahun? Apa nanti tidak hanya dijadikan bahan mainan dan akan rusak sebelum tepat waktunya Yoyo memang benar membutuhkannya.
Terkadang kita harus berhati-hati dengan permintaan anak-anak kita.
Tidak semua permintaan harus dipenuhi, walaupun keliatannya masuk akal
dan baik. Dan permintaan itu pun tidak harus segera dipenuhi. Kadang
kita sebagai orang tuanya harus mempersiapkan dana untuk itu.
Tuhan ingin mengingatkan kita, tidak semua permohonan atau doa yang kita sampaikan padanya bisa dipenuhi.
Terkadang kita harus menunggu, karena Tuhan tahu belum waktunya kita
menerima berkat itu. (Sama seperti Yoyo yang minta mikroskop, dan saya
merasa sekarang waktunya kurang tepat karena Yoyo tidak akan mengerti
kegunaan yang sebenarnya dari mikroskop)
Mungkin Tuhan tahu bahaya apa yang akan kita alami bila kita
mendapatkan berkat itu. (Seperti Yoyo yang minta sepatu roda, padahal
untuk seumur dia masih terlalu banyak risikonya).
Tuhan telah berfirman “jangan hendaknya kamu kuatir tentang apapun
juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah
dalam doa dan permohona dengan ucapan syukur” (Flp 4: 6).
Tapi Tuhan tidak ingin kita menjadi anak yang manja, sehingga setiap
apa yang kita minta pasti dikabulkan. Tanpa memperdulikan apakah memang
benar berkat itu kita butuhkan?
Apakah benar ini saatnya kita mendapat berkat itu?
Apakah benar berkat itu memang baik untuk saya?
Apakah ada orang lain yang lebih membutuhkan berkat itu daripada saya?
Tuhan tidak seperti Raja Herodes yang terpaksa memenuhi permohonan
anaknya sampai membunuh Yohanes Pembaptis. Hanya karena dia telah
bersumpah dan malu kepada para tamunya.
Jadi janganlah pernah putus asa, bila setiap doa dan permohonan kita
belum dikabulkan olehNya. Dia tahu saat yang tepat dan orang yang tepat
untuk menerima berkat yang tepat.
Luk 15:1-3,11-32
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Luk 15:20
Berulangkali kita sudah mendengar dan membaca ayat ini.
Namun berulangkali kita juga kadang masih melupakan begitu besarnya kasih Bapa pada kita.
Kalau sahabat atau kekasih kita (entah itu pacar, istri atau suami) menyakiti kita, seberapa mudah kita mengampuni dia? Seberapa sering kita mengatakan aku tak bisa memaafkanmu. Kamu telah menyakiti hatik [ ... ]
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...