Sabtu, 14 Februari 2009 : You will always be my VALENTine ...
Written by yovie at Saturday, 14 February 2009 (220 hits) Mrk 8:1-10
Mrk 8:2 "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.
You will always be my VALENTine ...
Mungkin itu satu-satunya kata yang istri saya bisa ucapkan untuk selama hidup kami. Dan rasanya setiap hari, bahkan setiap jam pasti saya mendengar kata-kata itu.
Bahkan lebih heboh lagi kata-kata tersebut sudah terucap 13 tahun lamanya.
Apa sebab?
Alkisah 13 tahun lalu, sejak Nathasa resmi menjadi pacar saya
satu-satunya, kami sepakat dengan memanggil nama kami masing-masing
dengan nama khas. Jadilah ia memanggil nama saya dengan sebutan
‘Valent’. Kata tersebut diambil dari nama baptis saya yaitu Valentinus.
Dan hebatnya lagi, Nathasa merupakan satu-satunya makhluk di dunia ini
yang memanggil nama saya dengan sebutan itu. (so, don’t you dare to
call me with that name again :). Ayah saya memanggil saya Yovie.
Demikian juga dengan ibu saya, ia memanggil saya dengan nama Yovie.
Jadi benar-benar hanya Nathasa seorang yang memanggil nama Valent
tersebut. Ah betapa bahagianya.... You will always be my Valentine.
Hari ini kita semua merayakan Valentine.
Valentine yang bagi sebagian besar orang merupakan hari dimana kita
saling berbagi kasih sayang. Namun Valentine mempunyai kisahnya
tersendiri bagi saya.
Kisah sedih sebenarnya.
15 tahun lalu saya mendapat sepucuk surat. Sepucuk surat yang saya
terima pas di hari Valentine. Yup, pas di hari Valentine. Surat ini
menjadi sangat berkesan karena di dalam surat itu pacar saya saat itu
memutuskan saya. Yup, benar.... saya di ‘PHK’ di hari yang sangat
bersejarah itu. Hari yang sebenarnya penuh kasih sayang, tapi tidak
bagi saya saat itu.
Dunia rasanya berhenti berputar.
Waktu rasanya berhenti berdetak.
Suara cecak di dinding rasanya berhenti bercecak (ah mimpi kali saya..)
Tapi bener... kayaknya semua mimpi hilang semua. Rasanya dunia tak adil buat saya.
Selama 2 tahun pun saya susah untuk mempercayai yang namanya wanita.
“Wanita is like an alien from Mars planet,” demikian pikir saya
2 tahun kemudian di tahun 1996 saya bertemu seorang gadis. Seorang
gadis yang rupanya mapu meluluhkan hati yang beku (ah, puitisnya...).
Saya bertemu di bulan Februari 1996. Anda ingin tahu dimana saya
bertemu dengannya? Di sebuah Persekutuan Doa Muda-Mudi (tempat yang
paling aman untuk mencari teman atau jodoh :). Tepatnya di Persekutuan
Doa Muda-Mudi St. Algonz Denpasar. 2 tahun lamanya saya menutup hati.
Dan saat itu sepertinya hati saya siap untuk terbuka kembali. Terbuka
setelah kunci gembok lama mengkarat. Akhirnya 7 bulan kemudian kami
resmi pacaran.
Dan kejadian itu sudah 13 tahun yang lalu.
Tahun 1996 merupakan tahun yang penuh berkat bagi saya.
Di bulan April di tahun yang sama saya dibaptis menjadi Katolik.
Nama baptis yang saya pilih adalah Valentinus.
Mengapa saya memilih nama itu? Bukankah banyak pilihan nama lain yang
lebih bermakna dan lebih tenar? Satu-satunya alasan saya, karena nama
tersebut sungguh romantis (ok, yang ini becanda). Alasan saya
sesungguhnya, karena saya ingin mempunyai nama yang melambangkan kasih
sayang. Bukan kasih dari seorang wanita tapi jauh daripada itu. Kasih
dari Bapa kepada anakNya.
Saya sungguh merasa Bapa masih mencintai saya walau dunia mungkin tak mencintai saya lagi.
Saya sungguh merasa bahwa masih ada yang mencintai saya apa adanya, walau dunia mungkin mengecewakan saya.
Dan itu adalah Tuhan Yesus. Tuhan yang mau memanggil saya dan
menjadikan saya sahabatnya. Bukan saja disaat senang, namun di saat
susah pun ia menemani saya.
Sehingga hanya satu kata yang terlintas di pikiran saya saat itu. Saya
harus memilih nama baptis yaitu Valentinus. Banyak cerita mengenai
Santo Valentinus dan itu membuat saya sangat terkesan dan lebih
menguatkan saya untuk memakai nama baptis tersebut.
Kini 13 tahun sudah saya memakai nama Valentinus.
Nama yang selalu mengingatkan saya bahwa Bapa selalu mencintai saya apa adanya.
Hari Valentine yang jatuh pada hari ini sudah seharusnya kita tidak
hanya mengingat teman, pasangan kita, atau bahkan anak-anak kita. Tapi
lebih jauh daripada itu, kita mau mengingat kembali bagaimana Yesus
yang mencintai kita tanpa batas. Yesus yang selalu memperhatikan kita.
Seperti kisah Injil hari ini Yesus yang memperhatikan orang lain dengan
5 roti dan 2 ikan. Yesus yang lebih memperdulikan orang lain daripada
dirinya sendiri.
Yesus yang mencintai kita sampai mati di kayu salib.
Yesus yang mencintai kita sampai hari ini.
Menyadari bahwa Yesus yang mencintai kita lebih dahulu, kita pun mau mengasihi Yesus juga dengan sepenuh hati kita.
Bagaimana caranya mencintai Yesus ?
Yaitu dengan mengasihi orang-orang terdekat kita.
Mencintai pasangan kita.
Mencintai keluarga kita.
Mencintai orang-orang di sekitar kita.
Bahkan mencintai orang yang membenci kita.
Karena itulah sesungguhnya makna Valentine yaitu mencintai Tuhan dan
sesama karena Tuhan telah mencintai kita terlebih dahulu..... Selamat hari Valentine,
happy valentine 4 a little happy family....Ko Yovie, semua daily breadnya dibukuin aja dong....bgs u/ renungan, bahasanya ringan, mudah dicerna, nge-hit bgt!ok?
Lihatlah betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita,
sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak
Allah. (1 Yoh 3:1)
Saya jadi ingat beberapa tahun lalu saat hamil kedua saya. Kehamilan
kedua adalah masa-masa yang cukup berat buat saya, mulai bulan ke-4
saya sering mengalami perdarahan. Selama kurang lebih 4 bulan saya
harus bed rest. Pernah suatu saat saya tidak boleh berdiri sama sekali,
sampai buang air kecil juga harus di tempat tidur. (He.. he.. kasihan Yovie waktu itu, dia harus ngambilin pispot dan buangin air kencing saya)
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...
Wah, dah lama ga buka website yovisasa...