Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Kamis, 19 Februari 2009 : Siapakah aku ini?

Latest Comments

Sarapan Pagi

Maria Hotel on Facebook

Who's Online

We have 14 guests online

Guestbook

AngeL
duh, bener2 the most inspirating family 
 
nanti bisa kyk gi
Continue
prasetyo
ada yg tau nmr hpnya romo babey? thanks a lot GBU
Continue
Gardanusa
Hi.. met kenal.... what a happy family, semoga tetap menjadi saluran berkat buat
Continue
keijo
And the bible will quard us to love and message in God and show to us what wil
Continue
Ben
hi...can u send me the chords for kumau cinta Yesus selamanya? pls?? thanks...go
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 561605
Kamis, 19 Februari 2009 : Siapakah aku ini? PDF Print E-mail
Written by yovie at Friday, 20 February 2009 (137 hits)
Mrk 8:27-33
Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" (Mat 8:27b)


Kaget campur gembira.
Itulah yang aku rasakan ketika bulan November tahun lalu mendengar Bapa Paus telah memilih Uskup yang baru untuk Keuskupan Denpasar. Tak terasa 1 tahun lebih setelah ditinggal oleh Mgr. Benyamin Bria kami umat Keuskupan Denpasar mendapat uskup baru. Uskup San akan menjadi Uskup keenam untuk Keuskupan Denpasar.

Namanya Rm. Silvester San, Pr. Namanya keren. Jadi ingat bintang film Sylvester Stallone. Atau jadi ingat sebutan orang Jepang, SAN. Jujur sama sekali aku tidak terbayang Mgr. San ini seperti apa. Yang aku tahu beliau adalah Praeses Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret (semacam Rektor). Kontak pertama aku dengan Mgr. San adalah saat sms-an dengan beliau. Rm. Hady memberikan saya no telpon Mgr. San. Waktu itu saya mencoba telponnya tapi tidak diangkat. Mungkin sibuk, pikir saya. Akhirnya saya mencoba untuk sms beliau. Saya sms dengan maksud meminta foto beliau untuk dijadikan cover majalah paroki kami. Ternyata beliau menjawab. Via sms juga. Wah senang juga rasanya. Akhirnya beliau pun mengirimkan saya email berisi beberapa photo beliau. Berikutnya komunikasi kami banyak melalui sms-an.

Dalam hati ada kebanggaan juga bisa kontak langsung dengan uskup, walau hanya sebatas sms. Dari situ walaupun kontak hanya melalui sms dan email, saya mulai mengenalnya. Setidaknya mulai mengenal wajahnya dari beberapa photo yang dikirimnya. Saya merasa Mgr. San ini cukup murah senyum dan sepertinya tegas juga orangnya. Ini pun belum tentu sepenuhnya benar, karena hanya perasaan saya saja dan juga karena saya tidak pernah berbicara langsung, apalagi bertemu empat mata.

Rupanya harapan untuk bertemu langsung, terwujud saat misa tahbisan beliau hari ini. “Wajahnya cukup photogenic juga,” menurut kaca mata saya sebagai seorang photographer. “Kira-kira seperti apa ya Mgr. San ini orangnya,” pikir saya dalam hati. Apakah Mgr.  enak diajak ngobrol, apakah Mgr. orangnya santai atau serius, atau apakah Mgr. suka ngelucu atau bawaanya tegang. Ada banyak pertanyaan dalam diri saya. Mungkin semuanya belum terjawab dengan tuntas. Tapi setidaknya saat saya berjabat tangan dan mencium tangannya (ini pertama kali saya mencium tangan seorang pastur atau Uskup.. he..he pengakuan nih)  dan ketika ia tersenyum bahkan ketawa dengan saya, saya tahu bahwa Uskup San adalah seorang pelayan yang mau menerima siapa saja. Seorang uskup yang cukup rendah hati untuk melayani umatnya. Bahkan saya sempat mendengar dari salah satu panitia,  resepsi pesta tahbisan rencana awal sebenarnya akan diadakan di hotel karena kapasitas halaman katedral tidak memadai. Namun Uskup San menolak untuk membuat pesta besar, cukup yang sederhana saja kata beliau. Jadilah resepsi dan syukuran dibuat di halaman katedral saja.
Apalagi saat ditambah ketika kami berdua photo bersama, saya menjadi tahu Uskup San adalah seorang yang pintar. Karena ia pintar memilih teman photo yang sama photogenicnya dengan beliau (he..he..just kidding).

Seringkali dalam pergaulan kita, kita juga tidak mengenal orang luar dalam. Seringkali kita mengenal hanya sebatas apa yang kita lihat. Pun begitu dengan Bacaan Injil hari ini. Banyak orang yang mengikut Tuhan Yesus tanpa mengetahui siapa sebenarnya Tuhan Yesus bagi dirinya sendiri. Kita sering menyebut Yesus sebagai Tuhan, baik dalam kata-kata atau dalam lagu-laguyang kita nyanyikan, tapi seringkali kita tidak tahu siapakah Yesus bagi kita.

Bagi saya pribadi Yesus bukan saja sekedar Tuhan bagi hidup saya, namun IA telah menjadi seorang sahabat yang setia.
Seorang Sahabat yang menemani, menghibur bukan saja saat saya bersuka,
namun seorang sahabat yang mau menampung tetesan air mata saya.
Seorang sahabat yang tak pernah sekalipun meninggalkan saya.
Seorang sahabat yang menjaga keluarga saya. 24 jam.
Seorang sahabat yang menjadi gembala dan yang menuntun hidup keluarga kami

Siapakah Yesus bagi diri anda?
Hanya anda yang tahu....


Yovie

 

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan

dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Jumat 13 Februari 2009 : Ajarku mendengar perkataanMu..
14/02/2009 | yovie

Mrk 7:31-37
Mrk 7:37  Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."


Sudah 4 kali saya mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jimbaran.
Disanalah anak-anak tuli tinggal dan bersekolah. 3 bulan lalu saya kembali mengunjungi sekolah tersebut. Saya mendampingi Vina (putri kami) yang berkunjung ke SLB tersebut.
Ada beberapa permainan yang diadakan. Tak lupa juga nyanyian dan gerakan.


Our Photo Gallery


Before Married
hits: 49
 

Swimming
hits: 34
 

Swimming
hits: 11
 

Konvenas III Muda-Mudi
hits: 24