Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Kamis, 19 Februari 2009 : Siapakah aku ini?

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 131 guests online

Guestbook

Win
Hi Sasa & Yovi!! know what? I have been following your blog for the past 3 years
Continue
AngeL
duh, bener2 the most inspirating family 
 
nanti bisa kyk gi
Continue
prasetyo
ada yg tau nmr hpnya romo babey? thanks a lot GBU
Continue
Gardanusa
Hi.. met kenal.... what a happy family, semoga tetap menjadi saluran berkat buat
Continue
keijo
And the bible will quard us to love and message in God and show to us what wil
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 669775
Kamis, 19 Februari 2009 : Siapakah aku ini? PDF Print E-mail
Written by yovie at Friday, 20 February 2009 (232 hits)
Mrk 8:27-33
Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" (Mat 8:27b)


Kaget campur gembira.
Itulah yang aku rasakan ketika bulan November tahun lalu mendengar Bapa Paus telah memilih Uskup yang baru untuk Keuskupan Denpasar. Tak terasa 1 tahun lebih setelah ditinggal oleh Mgr. Benyamin Bria kami umat Keuskupan Denpasar mendapat uskup baru. Uskup San akan menjadi Uskup keenam untuk Keuskupan Denpasar.

Namanya Rm. Silvester San, Pr. Namanya keren. Jadi ingat bintang film Sylvester Stallone. Atau jadi ingat sebutan orang Jepang, SAN. Jujur sama sekali aku tidak terbayang Mgr. San ini seperti apa. Yang aku tahu beliau adalah Praeses Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret (semacam Rektor). Kontak pertama aku dengan Mgr. San adalah saat sms-an dengan beliau. Rm. Hady memberikan saya no telpon Mgr. San. Waktu itu saya mencoba telponnya tapi tidak diangkat. Mungkin sibuk, pikir saya. Akhirnya saya mencoba untuk sms beliau. Saya sms dengan maksud meminta foto beliau untuk dijadikan cover majalah paroki kami. Ternyata beliau menjawab. Via sms juga. Wah senang juga rasanya. Akhirnya beliau pun mengirimkan saya email berisi beberapa photo beliau. Berikutnya komunikasi kami banyak melalui sms-an.

Dalam hati ada kebanggaan juga bisa kontak langsung dengan uskup, walau hanya sebatas sms. Dari situ walaupun kontak hanya melalui sms dan email, saya mulai mengenalnya. Setidaknya mulai mengenal wajahnya dari beberapa photo yang dikirimnya. Saya merasa Mgr. San ini cukup murah senyum dan sepertinya tegas juga orangnya. Ini pun belum tentu sepenuhnya benar, karena hanya perasaan saya saja dan juga karena saya tidak pernah berbicara langsung, apalagi bertemu empat mata.

Rupanya harapan untuk bertemu langsung, terwujud saat misa tahbisan beliau hari ini. “Wajahnya cukup photogenic juga,” menurut kaca mata saya sebagai seorang photographer. “Kira-kira seperti apa ya Mgr. San ini orangnya,” pikir saya dalam hati. Apakah Mgr.  enak diajak ngobrol, apakah Mgr. orangnya santai atau serius, atau apakah Mgr. suka ngelucu atau bawaanya tegang. Ada banyak pertanyaan dalam diri saya. Mungkin semuanya belum terjawab dengan tuntas. Tapi setidaknya saat saya berjabat tangan dan mencium tangannya (ini pertama kali saya mencium tangan seorang pastur atau Uskup.. he..he pengakuan nih)  dan ketika ia tersenyum bahkan ketawa dengan saya, saya tahu bahwa Uskup San adalah seorang pelayan yang mau menerima siapa saja. Seorang uskup yang cukup rendah hati untuk melayani umatnya. Bahkan saya sempat mendengar dari salah satu panitia,  resepsi pesta tahbisan rencana awal sebenarnya akan diadakan di hotel karena kapasitas halaman katedral tidak memadai. Namun Uskup San menolak untuk membuat pesta besar, cukup yang sederhana saja kata beliau. Jadilah resepsi dan syukuran dibuat di halaman katedral saja.
Apalagi saat ditambah ketika kami berdua photo bersama, saya menjadi tahu Uskup San adalah seorang yang pintar. Karena ia pintar memilih teman photo yang sama photogenicnya dengan beliau (he..he..just kidding).

Seringkali dalam pergaulan kita, kita juga tidak mengenal orang luar dalam. Seringkali kita mengenal hanya sebatas apa yang kita lihat. Pun begitu dengan Bacaan Injil hari ini. Banyak orang yang mengikut Tuhan Yesus tanpa mengetahui siapa sebenarnya Tuhan Yesus bagi dirinya sendiri. Kita sering menyebut Yesus sebagai Tuhan, baik dalam kata-kata atau dalam lagu-laguyang kita nyanyikan, tapi seringkali kita tidak tahu siapakah Yesus bagi kita.

Bagi saya pribadi Yesus bukan saja sekedar Tuhan bagi hidup saya, namun IA telah menjadi seorang sahabat yang setia.
Seorang Sahabat yang menemani, menghibur bukan saja saat saya bersuka,
namun seorang sahabat yang mau menampung tetesan air mata saya.
Seorang sahabat yang tak pernah sekalipun meninggalkan saya.
Seorang sahabat yang menjaga keluarga saya. 24 jam.
Seorang sahabat yang menjadi gembala dan yang menuntun hidup keluarga kami

Siapakah Yesus bagi diri anda?
Hanya anda yang tahu....


Yovie

 

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Rabu, 3 DESEMBER 2008 : Kotbah yang hidup
02/12/2008 | Yovie


Bacaan I : 1Kor 9:16-19,22-23; Bacaan Injil : Mrk 16:15-20   Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
(Markus 16:15)
  1 bulan lalu  ketika Yonathan pulang dari sekolah ia membawa berita yang menggembirakan kami. “Yoyo jadi The Best Student bulan ini Papa,” kata Yoyo sambil tersipu malu. “Padahal dari dulu Yoyo udah pingin jadi the best student, baru kali ini dapat,” katanya lagi.  


Our Photo Gallery


For Sale
hits: 41
 

30th Yovie Birthday
hits: 64
 

Australia 2005
hits: 52
 

Timor Leste
hits: 47