Jumat, 20 Februari 2009: Sudahkah anda berserah???
Written by nathasa at Friday, 20 February 2009 (156 hits)
Mrk 8:34 - 9:1
Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (Mrk 8:34)
Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah…..
Betapa enaknya kalau hidup kita ini sempurna sesuai yang kita rencanakan. Berjalan teratur, ga ada masalah……….
Tapi nyatanya setiap rencana yang telah kita buat dengan begitu apik dan sepertinya sempurna, belum tentu bisa berjalan dengan sesuai harapan kita.
Pernah suatu hari sabtu, kami sekeluarga sudah berencana untuk mengajak anak-anak berjalan-jalan. Sejak hari jumat malam kami sudah menjanjikan pada mereka untuk bersiap-siap besok karena kita mau berekreasi. Hari yang ditunggu-tunggu, mereka sudah siap, makan, mandi. Padahal kalo hari libur mereka paling sulit untuk disuruh mandi pagi. Eh ternyata ada pasien yang datang tanpa janji, akhirnya saya melayani pasien itu. Rencana awal mau jalan keluar kota batal, karena udah terlalu siang. Anak-anak sudah mulai marah. “Untuk apa Vina mandi tadi pagi ma? Sekarang ga jadi pergi”, begitu kata Vina. (Dia memang sering bicara seperti orang dewasa, lucu banget) Saya sudah berusaha minta maaf, dan menjanjikan akan pergi ke mall aja sorenya. Jadi mereka saya suruh tidur siang dulu. Agak sulit menyuruh mereka tidur, tapi akhirnya mereka tidur juga walau sudah agak sore. Dan ternyata mereka bangun sudah menjelang malam. Akhir cerita hari itu kami tidak pergi kemana-mana. Rencana yang awalnya sempurna jadi gagal total, berakhir dengan kekecewaan anak-anak.
Sempurna, memang menjadi idaman setiap orang.
Kita pun sebagai pengikut Tuhan pasti juga ingin menjadi pengikut yang sempurna dimataNya.
Seperti lagu “Bagaikan Bejana”
Kumau spertiMu Yesus,
Di sempurnakan selalu………..
Sebagai pengikutNya yang sempurna ternyata kita harus menyangkal diri
dan memikul salib seperti Yesus. Dan ini sangat sulit sekali.
Contohnya: dalam pelayanan yang sudah kita atur sesempurna mungkin,
kemudian terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, diluar kemampuan
kita untuk mengatasinya. Yang ada jadinya kekecewaan. Kenapa? Kenapa?
Kenapa? “Bukankah ini semua kami lakukan untuk melayaniMu Tuhan. Kenapa
tidak sempurna dan terjadi sesuai dengan rencana?”
Menyangkal diri dan memikul salib akan berat rasanya bila kita lakukan
sendiri. Yang perlu kita lakukan adalah berpasrah pada setiap
kehendakNya. Sama seperti Yesus yang berdoa pada BapaNya di Taman
Getsemani, “Ambillah cawan ini dari padaKu. Tetapi Tuhan kehendakMulah
yang terjadi.”
Mari kita serahkan semua kerinduan kita untuk menjadi sempurna seperti
Yesus dengan berserah kepada semua rencanaNya. Niscaya Tuhan akan lebih
lebih dan lebih lagi menyempurnakan kita.
Yes 11:1-10, Mzm 72:2, 7-8, 12, 13, 17 Lukas 10:21-24 Lukas 10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Mengawali bulan Desember ini, saya ingin mengajak anda untuk memejamkan mata sejenak. Ya, pejamkan mata anda sekarang!
Bayangkan tiba-tiba anda mendapat kunjungan dari Presiden USA. Presiden Barack Obama. Presiden Obama t [ ... ]
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...
Wah, dah lama ga buka website yovisasa...