Written by yovie at Monday, 23 February 2009 (303 hits) Mrk 9:2-13
Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia." Mrk 9:7
Lebih mudah mana, mendengarkan atau berbicara?
Atau lebih mudah mana, mendengarkan atau melakukan?
Sebenarnya secara teori, lebih mudah untuk mendengarkan daripada berbicara.
Karena secara teori untuk berbicara kita butuh persiapan. Persiapan apa yang kita mau bicarakan terhadap audiens kita. Persiapan dengan memikirikan terlebih dahulu untuk mengungkapkan apa yang ada di benak kita.
Tapi prakteknya, seringkali kita lebih banyak susah untuk mendengarkan.
(untunglah telinga kita ini terpasang dan bukan lepas pasang)
Mungkin karena itulah banyak pertengkaran terjadi karena masing-masing
pihak tidak mau mendengarkan. Ketika istri marah kepada suami, karena
suami tidak mau mendengarkan, atau malah sibuk main sms terus (bukan
saya lho...) Ketika suami marah kepada istri, karena istri sibuk
memperhatikan dirinya sendiri daripada mendengarkan keinginan suaminya
(yang pasti bukan istri saya juga..he..he..)
Atau contoh yang paling gampang adalah anak saya.
Ketika Yonathan, anak saya ingin menjelaskan sesuatu, dan ia melihat
saya sedang sibuk berbicara dengan istri saya, pastilah ia akan ngomong
”Papa, papa dengerin dong Yoyo ngomong.” Kalau sudah parah biasanya ia
akan ngomong ”Tadi sih papa nggak dengerin Yoyo ngomong, Yoyo jadi
malas mau ngulang lagi.” Dan biasanya setelah ia akan ngambek.
Injil hari ini sungguh di luar dugaan. Apa pasal? Karena Bapa sendiri
berbicara langsung kepada para murid. Dan Bapa meminta para murid
untuk mendengarkan Yesus, anak yang dikasihiNYA. Kalau kita membaca
sepertinya Bapa ‘menegur’ pada murid. Karena Bapa tahu, walaupun para
murid bersama Yesus selalu, tapi seringkali mereka tidak mendengarkan
DIA. Walaupun para murid selalu bersama Yesus, tapi Bapa tahu bahwa
para murid belum mengerti akan maksud kedatangan Yesus. Karena itulah
Bapa meminta para murid untuk mendengarkan Yesus. Yup, mendengarkan.!
Mungkin kita sudah lama ikut Yesus. Bahkan mungkin sejak dalam
kandungan kita sudah ‘dibaptis’ menjadi pengikut Kristus. Pertanyaan
untuk kita, apakah selama ini kita sudah benar-benar mendengarkan Yesus?
Atau apakah selama ini kita hanya sekedar ikut-ikutan atau lebih jauh lagi hanya sekedar ‘merk’ saja bahwa kita orang Kristen?
Menjadi pengikut Kristus artinya kita mau mendengarkan sabdaNYA.
Mau mendengarkan dan merenungkanNya dalam hati kita.
Mau merenungkan dan berusaha dengan kekuatan Tuhan untuk melaksanakannya.
Dan akhirnya banyak orang tahu bahwa kita adalah murid Yesus.
Bukankah murid akan mengikuti Gurunya kelak? Selamat mendengarkan!
(oleh : yovie yang sedang belajar mendengarkan, mendengarkan Tuhan dan mendengarkan istri...)
Ibr 12:1-4
Mrk 5:21-43
Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" Mrk 5:34
Dunia selalu dipenuhi keajaiban.
Keajaiban yang terkadang kita tak mengerti.
Keajaiban yang sepertinya di luar pikiran kita sebagai manusia.
Keajaiban yang sepertinya di luar kemapuan manusia.
Namun itulah yang terjadi.
Ada banyak hal di dunia ini yang dulunya sepertinya tak mungkin, namun menjadi mungkin.
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...
Wah, dah lama ga buka website yovisasa...