Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Senin, 23 Februari 2009 : DOA mengalahkan segalanya

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 32 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951268
Senin, 23 Februari 2009 : DOA mengalahkan segalanya PDF Print E-mail
Written by yovie at Monday, 23 February 2009 (482 hits)
Mrk 9:14-29
Mrk 9:29  Jawab-Nya kepada mereka: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa."


Jaman sudah mulai berubah sekarang.
Yup, benar-benar berubah.
Ketika jaman dulu saat saya masih pacaran dengan Nathasa (beribu-ribu tahun lalu), untuk menuliskan perasaan saya, saya butuh 1 buku untuk menuangkan apa yang saya rasakan. Apa yang saya pikirkan, apa yang saya impikan, semuanya saya tuangkan dalam buku. Dan biasanya kami tukar-tukaran buku jika buku itu sudah terisi beberapa lembar. Ah, betapa kunonya...
Namun apa yang kami lakukan rupanya menjadi hal yang sungguh berkesan. Karena kami dapat membacanya kembali. Dan buku itu masih tersimpan hingga hari ini.

Apa yang terjadi dengan jaman sekarang?
Saya cukup kirim sms dan istri saya pun langsung tahu apa yang saya rasakan. Ketika istri saya berada di Surabaya, saya cukup kirim email dan ia pun langsung dapat membacanya tanpa saya harus pergi untuk beli perangko dan memposkannya di kantor pos. (cape dech...)
Tak cukup hanya sampai disitu, kini saya pun dapat berkomunikasi dengan istri bahkan dengan teman-teman lama saya di facebook.
Alangkah mudahnya jaman sekarang.
 
Sebenarnya kita juga punya alat komunikasi yang canggih dengan Tuhan kita.
Tak perlu kita punya HP. Tak perlu kita pergi ke warnet untuk buka internet.
Tak perlu kita buka account di yahoo agar kita bisa chat.
Tak perlu kita punya account di facebook untuk bisa chat dengan Tuhan.
Cukup hanya dengan ber-DOA kita udah bisa online dengan Tuhan.
Cukup hanya dengan mempersembahkan waktu, kita sudah bisa ’CHAT’ dengan Tuhan.

Hanya masalahnya, seringkali kita ’tidak’ punya waktu dengan Tuhan.
Lebih enak online dan sms-an dengan para sahabat kita.
Lebih enak kita online dan melihat apakah ada message / notofication nggak untuk kita di facebook. 2-3 jam tak terasa kalo kita terus memelototi facebook.
Tapi akan terasa 2-3 jam saat kita berdoa 5 menit dengan Tuhan.

Seringkali waktu yang kita berikan hanyalah waktu sisa untuk Tuhan.
Seringkali saat kita sudah capek dan hampir tertidur, kita baru teringat bahwa kita belum berdoa kepada Tuhan.
Seringkali kita tak menyadari bahwa ada hal-hal tertentu yang hanya bisa ditolong melalui DOA.
Seringkali kita tak menyadari bahwa saat tak ada seorangpun yang bisa menolong, DOA-lah satu-satunya jawaban kita.

Syukurlah kita punya Tuhan yang sabar.
Syukurlah kita mempunyai Tuhan yang maha Pengasih.

Sampai berapa lamakah kita harus menguji kesabaran Tuhan.....?



(yovie)



+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Jumat, 15 Mei 2009: Apa sulitnya mengasihi diri sendiri?
16/05/2009 | nathasa

Yoh 15:12-17
Inilah perintahKu kepadamu: "Kasihilah seorang akan yang lain." (Yoh 15:17)


"Kamu ini emang anak yang bodoh, udah dikasih tahu nggak ngerti-ngerti juga, emang otakmu kurang ya." Saya pernah mendengar seorang ibu mengungkapkan hal tersebut didepan anaknya. Ada juga yang berkata begini, "emang anak ga tahu diri, bikin malu orang tua aja kerjanya". Begitu banyak ungkapan-ungkapan negatif yang mungkin tidak disadari orang tua kepada anaknya. Dan ini akan masuk telinga, pikiran dan hati si anak, dihayatinya dan akhirnya si anak mencap dirinya sendir [ ... ]


Our Photo Gallery


Konvenas III Muda-Mudi
hits: 12
 

Post Wedding
hits: 43
 

Swimming
hits: 27
 

Timor Leste
hits: 56