Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Selasa, 24 Februari 2009 : Menyambut Tuhan

Latest Comments

Sarapan Pagi

warung nasi HOT on Facebook

Who's Online

We have 16 guests online

Guestbook

AngeL
duh, bener2 the most inspirating family 
 
nanti bisa kyk gi
Continue
prasetyo
ada yg tau nmr hpnya romo babey? thanks a lot GBU
Continue
Gardanusa
Hi.. met kenal.... what a happy family, semoga tetap menjadi saluran berkat buat
Continue
keijo
And the bible will quard us to love and message in God and show to us what wil
Continue
Ben
hi...can u send me the chords for kumau cinta Yesus selamanya? pls?? thanks...go
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 561720
Selasa, 24 Februari 2009 : Menyambut Tuhan PDF Print E-mail
Written by nathasa at Tuesday, 24 February 2009 (173 hits)
Mrk 9:30-37
Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku. (Mrk 9:37)


Karena lebih banyak dirumah, sekarang saya sering punya waktu menyambut anak-anak sepulang sekolah. Walaupun hanya 5-7 jam saja mereka di sekolah, udah kangen rasanya. Begitu menyenangkan menyambut mereka, mendengar celotehan mereka apa yang terjadi selama di sekolah. Mereka berdua berebut cerita sampai saya sendiri bingung mana yang didengarkan. Begitu bersemangat, gembira dan ceria. Begitulah jiwa anak-anak.
Kadang kalau sedang begitu sibuk, saya tidak memberikan perhatian penuh pada mereka. Mereka bisa merasakannya. Kalau Yoyo dia akan marah dan ngambek. Kalau Vina dia akan diam dan mulai bermain sendiri dengan muka yang terlihat jelas kecewa. Atau Vina akan menulis di kertas, tulisannya begini: “untuk mama”, isinya: “kalau vina ngomong kok mama ga mau dengerin sih ma.” Kalau sudah begitu saya akan peluk dia dan minta maaf.

Dalam injil hari ini, Tuhan Yesus mengatakan bahwa menyambut anak-anak seperti menyambut Yesus sendiri.
Bagaimana sikap kita saat menyambut Tuhan?
Pada saat hari Minggu, saat kita mendengar firman Tuhan apakah kita mendengarnya dengan penuh perhatian???
Pada saat menerima komuni apakah kita menerimanya dengan penuh kangen atau kerinduan???
Atau kita sibuk dengan pikiran sendiri????
Padahal Tuhan ingin memberikan kabar gembira kepada kita.

Saya harus belajar untuk menyambut anak-anak dengan penuh perhatian dan kerinduan. Supaya saya bisa menyambut Tuhan dengan cara yang sama.
Dan tidak membuat Tuhan ngambek, kecewa, atau mengirim surat yang isinya penuh kesedihan.

Semoga……..

(nathasa)
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan

dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Selasa, 14 April 2009: Menangis....malu ahhh.
14/04/2009 | nathasa


Yoh 20:11-18
Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk kedalam kubur itu. (Yoh 20:11-12)


Menangis. Kalau mendengar kata-kata itu kita akan membayangkan bayi-bayi atau anak kecil. Untuk anak yang udah agak gedhe kalau mereka nangis pasti kita akan kasih tau, "jangan nangis begitu malu, kayak bayi aja".
Memang menangis adalah satu-satunya cara bagi bayi untuk mengungkapkan keinginannya atau perasaannya. Kalau haus nangis, kalau kepanasan nangis, lapar nangis, bak bab nangis juga. Merasa ga diperhatikan juga nangis.


Our Photo Gallery


30th Yovie Birthday
hits: 38
 

Landscape WYD
hits: 4
 

30th Yovie Birthday
hits: 54
 

Dad 'n Mom
hits: 36