Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Sabtu, 28 Februari 2009: Sakitkah anda???

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 20 guests online

Guestbook

Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue
Win
Hi Sasa & Yovi!! know what? I have been following your blog for the past 3 years
Continue
AngeL
duh, bener2 the most inspirating family 
 
nanti bisa kyk gi
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 948768
Sabtu, 28 Februari 2009: Sakitkah anda??? PDF Print E-mail
Written by nathasa at Tuesday, 03 March 2009 (581 hits)
Lukas 5 : 27 – 32
Bukan orang sehat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit. (Luk 5 : 31)


Saya teringat ketika menjadi dokter muda dan ditugaskan di RS jiwa Bangli. Disana disediakan rumah untuk tempat kami tinggal. Rumahnya ada didalam lingkungan RS itu juga. Sebenarnya ngeri juga. Apalagi waktu itu ada berita tentang psikiater yang dipukuli pasiennya.

Menangani pasien jiwa sangat berbeda dengan pasien yang lain. Kalau pasien yang lain datang mencari dokter karena memang merasa sakit di badannya dan mengharapkan obat supaya sembuh. Tapi pasien sakit jiwa tidak merasakan sakit sehingga tidak merasa perlu dokter atau obat. Seringkali mereka marah kalau dibawa ke dokter atau rumah sakit, mereka akan berontak. Dan malah menuding keluarganya yang sehat sebagai orang sakit. Ada yang suka ngamuk, ada yang suka nangis sendiri, ketawa sendiri, ngomong sendiri. Ada yang merasa mendengar suara-suara leluhur atau suara Tuhan. Ada yang tanpa rasa malu tidak berpakaian atau sengaja mempertontonkan aurat mereka. Dan pasien-pasien itu tidak merasa sakit. Nah lhooo........


Menjadi psikiter pun harus orang yang benar-benar sabar, siap mendengarkan semua cerita pasien yang ngalor ngidul ga tentu arah. Berjiwa besar karena mungkin akan disalahkan atau diperlakukan tidak sopan oleh pasiennya.

Sekarang sakit rohani banyak menyerang dan parahnya si sakit tidak merasa sakit sehingga merasa tidak membutuhkan Tuhan. Sakit ini bisa diakibatkan kekecewaan dalam keluarga, hubungan teman, kekasih. Karena disepelekan oleh bos dalam pekerjaan, sikut memyikut dengan teman sekerja. Sakit hati dengan teman sepelayanan. Dikecewakan oleh orang yang sangat dipercaya dan dipuja.
Karena merasa tidak sakit, jadi tidak mencari tabib yang ajaib yaitu Tuhan sendiri dan malah mencari pelampiasan lain yang malah membawanya terperosok semakin dalam.

Sakit rohani ini bisa menyerang siapapun, tidak pandang bulu. Disaat kita lengah dan sedikit jauh dariNya, kita akan mudah terkena penyakit ini.
Sama seperti serangan virus penyakit ya. Begitu daya tahan tubuh melemah, intake vitamin kurang, istirahat kurang langsung deh kena serangan.

Satu gejala yang pasti bila terkena serangan ini hati yang tidak tenteram, hati rasanya kosong. Kalau mengalami gejala seperti ini sebaiknya secepatnya kita datang pada tabib ajaib kita yaitu Yesus. Ingatlah selalu pesan Yesus, ”Aku datang bagi mereka yang sakit, bagi mereka yang berdosa supaya mereka bertobat dan selamat”


Nathasa

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Minggu, 21 Desember 2008: MUJIZAT ITU NYATA
21/12/2008 | nathasa


Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil (Luk 1:37)

Banyak kejadian yang saya alami sepanjang hidup saya.
Ada banyak juga kejadian yang sepertinya mustahil tapi nyata.

Saya ceritakan satu kejadian yang saya alami dengan Yonathan. Waktu itu saya sedang hamil Vina (anak ke-2) dan sudah masuk bulan ke-9. Kami sedang berjalan-jalan di mall, saya dan seorang pembantu menunggu Yovie di dekat eskalator. Saya dan pembantu ngobrol sehingga kurang memperhatikan Yonathan. Dia berumur 2,5 tahun.


Our Photo Gallery


Nathasa
hits: 45
 

Vina 5th birthday
hits: 15
 

Post Wedding
hits: 48
 

Ugly is Beautiful
hits: 42