|
Selasa 10 Maret 2009 : Ajar atau melakukan? |
|
|
|
Written by yovie at Wednesday, 11 March 2009 (532 hits) Mat 23:1-12
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mat 23:3
Pernahkah kalian menemui orang yang hanya bisa ngomong tapi nggak ada ‘action’nya?
Atau, pernahkah kalian menemui orang yang pintar mengeluarkan ide tapi nggak mau ikut melaksanakannya?
Atau pernahkah kalian menemui orang yang hanya bisanya main perintah saja tanpa mau ikut melakukannya?
Well... saya pernah.
Dan secara manusiawi saya jengkel melihatnya (upss.. saya juga masih manusia lho)
Saya masih ingat tahun 2003 sewaktu mengikuti Asia Pacific School of
Evangelisation yang diselenggarakan oleh DOJCC di Canberra - Australia,
ada salah seorang teman kami yang cukup menjengkelkan. Bagaimana nggak?
Sewaktu orang lain banyak yang bekerja, dia lebih banyak main suruh
aja. Dan nggak tahu kenapa, kok saya sering menjadi objek penderita.
Pernah suatu ketika saking malasnya dia cuci piringnya sendiri (waktu
itu kami bergiliran per kelompok cuci piring gelas), dia menaruh piring
kotornya dalam sebuah laci yang ada di kelas. Sampai suatu ketika
pembimbing kami menemukan piring itu dan dengan santainya dia bilang
karena saya nggak mau cuci piringnya. Wah sebel juga mendengarnya.
Seringkali dalam kehidupan kita, kita akan banyak menemui orang yang
menjengkelkan kita. Orang yang sering ‘menguji’ iman kita. Orang yang
sering menguji kesabaran kita.
Hari ini pun Yesus mengajarkan pada para murid untuk tidak mengikuti
kelakuan para ahli Taurat dan orang Farisi. Apa pasal? Yesus tahu para
ahli Taurat dan orang Farisi mengajarkan banyak hal kepada orang lain
tapi mereka sendiri tidak melakukannya. Justru sebaliknya Yesus ingin
mengajak kembali para murid untuk menjadi pelayan bila ingin menjadi
yang terbesar. Bukan pertama-tama menjadi pengajar tapi menjadi pelaku
iman. Bukan pertama-tama minta dilayani tapi melayani sesama.
Seringkali kita pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan para
ahli Taurat dan orang Farisi. Salah satu contoh adalah ketika kita
menjadi orangtua bagi anak-anak. Seringkali kita mengajarkan sesuatu
kepada anak-anak tapi kita sendiri terkadang tidak melakukannya (well..
saya sendiri salah satunya).
Hari ini kita mau belajar untuk menjadi orang yang tidak hanya pintar
mengajarkan dengan kata-kata tapi juga mau belajar dengan rendah hati
untuk melakukannya. Untuk menjadi teladan bagi orang lain.
Semoga !
(Yovie)
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...