|
Kamis, 12 Maret 2009 : Uang bukan berarti bahagia |
|
|
|
Written by yovie at Monday, 16 March 2009 (157 hits) Luk 16:19-31
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Luk 16:25
Seketika aku terkejut melihat mobil Ferrari di depanku.
Mobil dengan warna merah menyala dengan icon kuda berdiri di bagian depannya.
Walaupun aku sering melihat mobil tersebut di layar televisi, tapi tetap saja aku terkejut ketika melihatnya ada di jalanan. Yup ada di jalanan di Bali.
Pun aku terkejut kembali ketika melihat mobil jaguar melintas di depan mataku. Mobil seharga hampir 2 M itu seperti rumah berjalan atau ratusan batang emas yang berlari kencang.
Melihat hal-hal tersebut, terkadang kita bertanya pada diri sendiri
”Ah, alangkah bahagianya orang itu, mobil Ferrari pun dia punya. Ah
betapa kayanya orang itu sampai mobil Jaguar pun dia beli.”
Tanpa sadar dalam hati mungkin kita ada perasaan untuk menginginkannya
atau setidaknya memimpikannya. Apakah salah memimpikan tersebut?
Menurut saya tidaklah salah. Namun yang salah, adalah ketika kita
menjadikan uang di atas segala-galanya. Ketika kita menjadikan uang
sebagai tujuan hidup. Ketika kita mengejar uang sampai kita melupakan
keluarga, anak-anak bahkan sampai tak peduli dengan keadaan di sekitar
kita atau sesama kita.
Walaupun kebahagiaan bisa didapatkan kalau kita punya uang, namun uang
tak bisa membeli kebahagiaan. Berapa banyak kita mendengar orang kaya
yang stress. Berapa banyak kita melihat para artis yang bergelimang
harta namun kehidupan rumah tangganya kacau balau. Saya tidak anti
uang, namun juga tidak menjadikan uang sebagai hal yang terutama. Uang
hanyalah salah satu sarana untuk mencapai kebahagiaan. Ada 1001 sarana
lainnya kita mencapai kebahagiaan.
Bermain bersama anak-anak, nonton TV berduaan ama istri, menceritakan
sebuah dongeng pada saat anak-anak tidur, makan ice cream berempat di
lantai sampai mulut cemotan semua, merupakan beberapa contoh
’kebahagiaan’ yang bagi saya tak bisa dibeli dengan uang.
Injil hari ini mengingatkan kita, bahwa masih banyak hal lain yang lebih penting daripada mengejar kekayaan atau uang semata.
Mencintai dan hidup selalu dalam kasih Yesus jauh lebih penting dari
harta dunia. Kalau pun kekayaan diberikan kepada kita itu hanya
merupakan bonus semata yang diberikan oleh Tuhan.
Yovie
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...
Wah, dah lama ga buka website yovisasa...