Written by yovie at Tuesday, 17 March 2009 (521 hits) Mat 18:21-35
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Mat 18:21-22)
Mana lebih mudah meminta maaf atau mengampuni?
Jawaban kita bisa bervariasi. Ada yang akan bilang meminta maaf lebih mudah.
Ada juga yang bilang lebih mudah untuk mengampuni. Namun kenyataan mengampuni sangat sulit. Indah kedengarannya tapi sulit pada prakteknya. Bagi sebagian orang meminta maaf juga merupakan suatu hal yang memalukan. Namun inilah kenyataannya yang sering dihadapi kita sebagai manusia.
Semua orang bahkan saya sendiri pernah marah ama orang. Jangankan ama
orang lain, dengan anak sendiri atau kadang dengan istri juga bisa
marah.
Belum lagi pertengkaran antara Vina dan Yonathan (kedua anak kami).
Terkadang mereka sama-sama tidak mau mengalah. Namun satu hal yang
selalu kami ajarkan sejak mereka kecil, kalau salah satu dari kita
berbuat salah, kita harus mau meminta maaf. Dan satunya lagi harus mau
mengampuni. Tapi yang namanya anak-anak, gampang untuk meminta maaf
tapi sulit untuk mengampuni. Eh, ternyata kita sebagai orang dewasa
juga terkadang sama seperti itu.
Kami bersyukur selama pernikahan kami, bisa dibilang jarang sekali
pertengkaran hebat. Kalo pertengkaran kecil sih sering dan justru
melalui pertengkaran kecil kami jadi lebih mengenal satu sama lain.
Kami bersyukur pertengkaran yang kami alami tidak pernah sampai meminta
‘pulangkan aku ke rumah orangtua ku... “ (seperti lagu aja)
Satu komitmen kami juga, setiap kali habis bertengkar kami pantang
untuk tetap marahan dan berusaha untuk baikan sebelum tidur malam.
Mengampuni memang sulit. Tapi Yesus telah memberikan teladan bagi kita
bagaimana Yesus mengampuni Petrus yang menghianatiNya. Petrus yang
telah bersama-sama Yesus kurang lebih selama 3 tahun, ternyata
menghianati Yesus sampai 3 kali. Namun Yesus memberikan pengampunan
baginya, dan bahkan Yesus mempercayakan Petrus menjadi gembala bagi
domba-dombaNya.
Kalo Bapa mau mengampuni dosa-dosa kita, mengapa kita tak mau mengampuni mereka yang telah bersalah pada kita?
Mengampuni memberikan pembebasan. Bukan pembebasan untuk mereka yang
melakukan perbuatan salah, namun membebaskan hati kita yang terluka.
Pengampunan membawa berkat dan rahmat tersendiri dari Bapa untuk kita.
Pengampunan membawa kita lebih dekat kepada Allah,
Allah yang mencintai kita sebagai anak-anakNya.
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni
yang bersalah kepada kami.....
Luk 10:38-42 Luk 10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." Yonathan, anak kami yang paling besar, seringkali komplain, karena dia harus belajar lebih banyak daripada adiknya. Yoyo bilang sambil mukanya merenggut, "ma, Vina kok enak sekali, dari tadi santai aja, Yoyo belajarnya banyak sekali...". Seringkali pula saya memberi penjelasan, bahwa Vina memang masih K5 (setingkat TKB) jadi PRnya emang lebih sedikit. Tapi rasanya Yoyo masih belum terima. Kedua anak kami mengikuti sekolah semi home schooli [ ... ]
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...