Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Selasa 17 Maret 2009 : Yuk Mengampuni

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 34 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951274
Selasa 17 Maret 2009 : Yuk Mengampuni PDF Print E-mail
Written by yovie at Tuesday, 17 March 2009 (521 hits)
Mat 18:21-35
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"  Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.  (Mat 18:21-22)



Mana lebih mudah meminta maaf atau mengampuni?
Jawaban kita bisa bervariasi. Ada yang akan bilang meminta maaf lebih mudah.
Ada juga yang bilang lebih mudah untuk mengampuni. Namun kenyataan mengampuni sangat sulit. Indah kedengarannya tapi sulit pada prakteknya. Bagi sebagian orang meminta maaf juga merupakan suatu hal yang memalukan. Namun inilah kenyataannya yang sering dihadapi kita sebagai manusia. 

Semua orang bahkan saya sendiri pernah marah ama orang. Jangankan ama orang lain, dengan anak sendiri atau kadang dengan istri juga bisa marah.
Belum lagi pertengkaran antara Vina dan Yonathan (kedua anak kami). Terkadang mereka sama-sama tidak mau mengalah. Namun satu hal yang selalu kami ajarkan sejak mereka kecil, kalau salah satu dari kita berbuat salah, kita harus mau meminta maaf. Dan satunya lagi harus mau mengampuni. Tapi yang namanya anak-anak, gampang untuk meminta maaf tapi sulit untuk mengampuni. Eh, ternyata kita sebagai orang dewasa juga terkadang sama seperti itu.

Kami bersyukur selama pernikahan kami, bisa dibilang jarang sekali pertengkaran hebat. Kalo pertengkaran kecil sih sering dan justru melalui pertengkaran kecil kami jadi lebih mengenal satu sama lain. Kami bersyukur pertengkaran yang kami alami tidak pernah sampai meminta ‘pulangkan aku ke rumah orangtua ku... “ (seperti lagu aja)
Satu komitmen kami juga, setiap kali habis bertengkar kami pantang untuk tetap marahan dan berusaha untuk baikan sebelum tidur malam.

Mengampuni memang sulit. Tapi Yesus telah memberikan teladan bagi kita bagaimana Yesus mengampuni Petrus yang menghianatiNya. Petrus yang telah bersama-sama Yesus kurang lebih selama 3 tahun, ternyata menghianati Yesus sampai 3 kali. Namun Yesus memberikan pengampunan baginya, dan bahkan Yesus mempercayakan Petrus menjadi gembala bagi domba-dombaNya.

Kalo Bapa mau mengampuni dosa-dosa kita, mengapa kita tak mau mengampuni mereka yang telah bersalah pada kita?
Mengampuni memberikan pembebasan. Bukan pembebasan untuk mereka yang melakukan perbuatan salah, namun membebaskan hati kita yang terluka.
Pengampunan membawa berkat dan rahmat tersendiri dari Bapa untuk kita.
Pengampunan membawa kita lebih dekat kepada Allah,
Allah yang mencintai kita sebagai anak-anakNya.



Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni
yang bersalah kepada kami.....



(yovie)
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Selasa, 6 Oktober 2009: Pilihan...
09/10/2009 | Nathasa

Luk 10:38-42
Luk 10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." 
Yonathan, anak kami yang paling besar, seringkali komplain, karena dia harus belajar lebih banyak daripada adiknya. Yoyo bilang sambil mukanya merenggut, "ma, Vina kok enak sekali, dari tadi santai aja, Yoyo belajarnya banyak sekali...". Seringkali pula saya memberi penjelasan, bahwa Vina memang masih K5 (setingkat TKB) jadi PRnya emang lebih sedikit. Tapi rasanya Yoyo masih belum terima. Kedua anak kami mengikuti sekolah semi home schooli [ ... ]


Our Photo Gallery


Post Wedding
hits: 28
 

WYD Events / Pilgrims
hits: 30
 

Konvenas III Muda-Mudi
hits: 17
 

Family in WYD Part 1
hits: 37