|
Rabu, 18 Maret 2009: GOSSIP |
|
|
|
Written by nathasa at Tuesday, 17 March 2009 (274 hits) Mat 5 : 17 - 19
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkan demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Mat 5 : 19)
Beberapa waktu lalu saya melihat DVD berjudul “DOUBT” (keraguan), mengenai seorang pastur yang dituduh melakukan kesalahan terhadap anak didiknya oleh suster kepala sekolah. Suster kepala berprasangka buruk karena sempat melihat pastur memegang tangan anak didiknya. Dan ditolak oleh si anak. Pastur sudah berusaha membela diri tapi tetap dianggap bersalah dengan argumen-argumen suster yang sulit untuk dilawan. Segala macam konflik yang diangkat, sampai akhir cerita ini yang ada hanya keraguan. Penasaran silahkan liat aja filmnya.
Tapi bukan itu yang ingin saya bagikan, dalam sebuah kotbahnya pastur
itu membuat perumpamaan tentang “gossip”. Bila kita telah menceritakan
hal buruk tentang orang lain, apalagi kalau hal itu tidak jelas
kebenarannya. Dan akhirnya diketahui bahwa itu salah kemudian kita
minta maaf kepada orang yang kita gossipkan. Akan mudah untuk meminta
maaf. Tapi bagaimana dengan gossip yang telah kita sebarkan. Pastur itu
mengatakan coba kamu ambil bantal dan naik keatas atap lalu robek
bantal itu. Apa yang terjadi??? Isi bantal akan tercerai berai
dihembuskan angin dan entah dibawa terbang kemana....Minta maaf,
mudah!! Tapi bagaimana dengan berita salah yang kita sebarkan.
Bagaimana bila kita disuruh mengumpulkan kembali isi bantal itu, apakah
bisa??? Itulah “gossip”. Fitnah yang telah disebarkan tidak akan bisa
kita kumpulkan kembali.
Maka berhati-hatilah dalam berbicara.
Dalam injil hari ini, bila kita mengajarkan hal yang tidak benar atau
meniadakan beberapa ajaran Tuhan maka akan menempati tempat yang
terendah dalam Kerajaan Sorga.
Betapa pentingnya kita menjaga mulut kita dalam berbicara atau mengajarkan sesuatu.
Juga dalam masa prapaskah ini, kita diingatkan untuk mengikuti perintah
hukum taurat dan ajaran Yesus yang menggenapi hukum taurat itu. Yaitu
dengan mengasihi sesama....
Mengasihi sesama, juga berarti tidak berprasangka buruk terhadap orang
lain ataupun tidak membicarakan hal yang buruk tentang orang lain.
Semoga dalam masa prapaskah ini, kita berusaha untuk mengendalikan mulut kita.
Untuk mengajarkan yang benar dan tidak untuk ber”gossip”.
Nathasa
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...
Wah, dah lama ga buka website yovisasa...