|
Minggu, 22 Maret 2009 : Pengorbanan….. |
|
|
|
Written by nathasa at Sunday, 22 March 2009 (544 hits) Yoh 3 : 14 -21
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup kekal. (Yoh 3 : 16)
Sejak pacaran sampai sekarang Yovie paling senang kalau bisa mengantar atau menemani kemana saya pergi. Seringkali sepulang jaga malam, kalau hari itu libur, jam 7 pagi sudah bisa pulang rumah. Yovie pasti sudah standby di parkiran rumah sakit untuk jemput. Walaupun jarak rumah sakit sampai tempat kos saya cuma 5 menit jalan kaki. (he he he kadang dia nunggu sambil tidur lagi di mobil). Waktu saya tugas lapangan ke Singaraja, dia juga mengantar saya dan teman-teman dengan mobilnya (padahal jarak kesana kira-kira 2 jam lamanya – total 4 jam pulang pergi). Juga waktu KKN, selalu menyempatkan waktu untuk jemput dan mengantar saya kembali ke tempat KKN. Setelah lulus dan bekerja, dia juga masih rajin antar jemput saya, walaupun saya bisa naik mobil sendiri. Sampai sekarang kebiasaan itu masih terus ada, seperti pagi ini, saya ikut seminar di Bali Beach Hotel, jarak Cuma 15 menit dari rumah dia juga antar dan jemput. Walaupun dia juga sering dikejar-kejar kerjaan atau pelayanannya, sampai lembur tengah malam.
Yang saya rasakan pengorbanan yang dilakukannya untuk bisa selalu bersama saya. Upps stop talking about Yovie….nanti gedhe kepalanya……..
Dalam injil hari ini kita juga melihat bagaimana pengorbanan Bapa
dengan mengutus Putera tunggalnya untuk kita, karena begitu besar
kasihNya terhadap kita manusia. Kasih Bapa bukan hanya dirasakan
orang-orang pada jaman Yesus waktu ada di bumi. Begitu banyak kasih dan
pengurbanan yang kita rasakan dari orang-orang yang mengasihi kita. Itu
juga cerminan kasih Bapa yang kita rasakan selalu dan setiap hari
sampai sekarang. Kalau kita mau merenung sejenak, melihat setiap hal
yang terjadi dalam hidup kita, mulai dari kita kecil sampai sekarang
ini, semua karena Dia yang selalu menyertai perjalanan hidup kita.
Dalam keadaan duka atau sedih sekalipun Dia selalu ada menguatkan kita.
Juga dalam keadaan gembira, Dia pun ikut merasakan suka cita kita. Dia
selalu ingin berada dekat dengan kita.
Ya itulah Allah kita yang tidak pernah berubah dahulu sekarang sampai selamanya…..
Seperti lagu ini
…..
Kasih setiaNya
Tak pernah berubah
Dulu sekarang dan selamanya
Ajaiblah Kuasa
Dalam namaNya
Yesusku Luar biasa.
Nah sekarang tinggal bagaimana kita.
Apakah kita juga mau Allah selalu di dekat kita, atau kita menolaknya?
Semoga masa prapaskah ini kita bisa lebih merenungkan kasih dan pengurbanan Allah dalam hidup kita.
Nathasa
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...