Written by nathasa at Friday, 27 March 2009 (577 hits) Yoh 5 : 31 – 47
Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mnau menikmati seketika saja cahanya itu. (Yoh 5 : 35)
Kegelapan. Itulah yang kami alami hari ini. Banyak orang di hari Tahun
Baru-nya merayakan dengan kemeriahan, pesta makan–minum, pakaian baru,
dan sebagainya. Bagi umat Hindu merayakan Tahun Baru Saka yang jatuh
pada “Penanggal Ping Pisan Sasih Kadasa” menurut sistim kalender Hindu
Nusantara, merayakannya dengan sepi yang kemudian bernama “Nyepi”
artinya membuat suasana sepi, tanpa kegiatan (amati karya), tanpa
menyalakan api (amati gni), tanpa melakukan perjalanan keluar rumah
(amati lelungaan) dan tanpa hiburan (amati lelanguan) yang dikenal
dengan istilah “Catur berata penyepian”. Di hari ini umat mengevaluasi
dirinya, seberapa jauhkah tingkat pendakian rohani yang telah
dicapainya, dan sudahkah masing-masing dari kita mengerti pada hakekat
tujuan kehidupan di dunia ini. (saya kutip dari internet tentang makna
nyepi)
Terus terang saya senang sekali tinggal di Bali, salah satunya karena
di Bali ada hari raya Nyepi ini. Kalau orang-orang lain berusaha
menghindar dan mencari hotel untuk tetap bisa melakukan aktifitas. Saya
dan Yovie lebih memilih menikmati Nyepi ini di rumah bersama anak-anak
kami. (9 tahun kami menikah, 1x kami menginap di hotel, 1x saya tinggal
sendirian dihotel sebagai dokter jaga). Begitu nyaman rasanya, tiap
hari sudah disibukkan dengan pekerjaan, perjalanan, bertemu dengan
banyak orang. Hari Minggu juga kami mengikuti kegiatan Gereja, kegiatan
komunitas, dll. Sehingga ada 1 hari dalam 1 tahun dimana semua orang
harus menghentikan aktifitasnya dan tidak boleh keluar rumah membuat
kami sangat merindukan hari ini. Kalau bisa sebulan sekali nyepi bagus
juga…..He he he…
Mulai tgl 26 jam 6 pagi sampai 27 jam 6 pagi juga lampu-lampu harus
dimatikan. Kami akan mulai menutup jendela-jendela kamar supaya sore
sampai menjelang malam kami masih tetap bisa menonton tv, sambil
bermain bersama anak-anak. Kalau kami melihat langit dari halaman
rumah, terlihat bintang-bintang di langit bercahaya sangat terang lebih
terang dibandingkan malam-malam yang lain karena memang seluruh pulau
Bali dalam keadaan gelap. Betapa indahnya………..
Dengan keadaan gelap ini, kami bisa benar-benar merasakan perlunya dan
kegunaan cahaya. Tanpa cahaya kami tidak bisa melihat segala sesuatu,
bahkan bagaimana wajah orang didepan kita. Yang ada hanya gelap.
Saya membanyangkan betapa mudahnya kita mengumpulkan segala keburukan
dan dosa-dosa kita dalam gelap. Betapa nyamannya tidak ada orang lain
yang tahu keburukan kita. Tetapi dalam setiap kegelapan pasti kita akan
merasakan sesuatu yang kurang……yaitu terang.
Begitu juga dengan hati kita yang jauh dari Tuhan, hati kita yang penuh
dengan dosa. Tanpa terang Tuhan, semakin lama semakin terupuruk dalam
kegelapan dan tidak bisa melihat sekeliling kita dengan baik. Dan hanya
satu yang dibutuhkan oleh hati yang gelap ini, yaitu terang Kristus.
Satu-satunya terang yang membawa kedamaian, sukacita dan yang dapat
melepaskan kita dari ketakutan.
Tapi terang Kristus tidak akan dapat masuk dalam kegelapan hati kita
kalau kita menutupnya rapat-rapat. (Sepertinya jendela rumah kami yang
kami tutup rapat dengan karton-karton tebal, sehingga secercah
cahayapun tidak dapat keluar)
Tuhan (terang) mencari Hati yang terbuka……..untuk menerima kasihNya.
Biarkan hati kita terus terbuka untuk menerima Terang Tuhan, supaya kita tidak hanya menikmati seketika saja terang itu.
Semoga………
Lukas 9 : 22 -25
Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. (Luk 9 : 23)
Pikul salib, bagaimana caranya ya?
Setiap hari kita bertemu dengan banyak orang, ada yang sepaham dengan kita ada yang tidak. Baik orang yang dikenal atau yang tidak dikenal, ada yang menjengkelkan, ada yang menyakitkan hati baik dalam kata atau perbuatan.
Setiap hari kita bertemu dengan anggota keluarga. Bertemu dengan suami/istri, orang tua, mertua, kakak, adik, ipar, anak, termasuk pembantu rumah tangga. Kadang mereka menyenangkan, kadang me [ ... ]
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...