Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Kamis, 26 Maret 2009 : Nyepi…siapa takut!!??

Latest Comments

Sarapan Pagi

warung nasi HOT on Facebook

Who's Online

We have 25 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951179
Kamis, 26 Maret 2009 : Nyepi…siapa takut!!?? PDF Print E-mail
Written by nathasa at Friday, 27 March 2009 (577 hits)
Yoh 5 : 31 – 47

Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mnau menikmati seketika saja cahanya itu. (Yoh 5 : 35)


Kegelapan. Itulah yang kami alami hari ini. Banyak orang di hari Tahun Baru-nya merayakan dengan kemeriahan, pesta makan–minum, pakaian baru, dan sebagainya. Bagi umat Hindu merayakan Tahun Baru Saka yang jatuh pada “Penanggal Ping Pisan Sasih Kadasa” menurut sistim kalender Hindu Nusantara, merayakannya dengan sepi yang kemudian bernama “Nyepi” artinya membuat suasana sepi, tanpa kegiatan (amati karya), tanpa menyalakan api (amati gni), tanpa melakukan perjalanan keluar rumah (amati lelungaan) dan tanpa hiburan (amati lelanguan) yang dikenal dengan istilah “Catur berata penyepian”. Di hari ini umat mengevaluasi dirinya, seberapa jauhkah tingkat pendakian rohani yang telah dicapainya, dan sudahkah masing-masing dari kita mengerti pada hakekat tujuan kehidupan di dunia ini. (saya kutip dari internet tentang makna nyepi)
Terus terang saya senang sekali tinggal di Bali, salah satunya karena di Bali ada hari raya Nyepi ini. Kalau orang-orang lain berusaha menghindar dan mencari hotel untuk tetap bisa melakukan aktifitas. Saya dan Yovie lebih memilih menikmati Nyepi ini di rumah bersama anak-anak kami. (9 tahun kami menikah, 1x kami menginap di hotel, 1x saya tinggal sendirian dihotel sebagai dokter jaga). Begitu nyaman rasanya, tiap hari sudah disibukkan dengan pekerjaan, perjalanan, bertemu dengan banyak orang. Hari Minggu juga kami mengikuti kegiatan Gereja, kegiatan komunitas, dll. Sehingga ada 1 hari dalam 1 tahun dimana semua orang harus menghentikan aktifitasnya dan tidak boleh keluar rumah membuat kami sangat merindukan hari ini. Kalau bisa sebulan sekali nyepi bagus juga…..He he he…

Mulai tgl 26 jam 6 pagi sampai 27 jam 6 pagi juga lampu-lampu harus dimatikan. Kami akan mulai menutup jendela-jendela kamar supaya sore sampai menjelang malam kami masih tetap bisa menonton tv, sambil bermain bersama anak-anak. Kalau kami melihat langit dari halaman rumah, terlihat bintang-bintang di langit bercahaya sangat terang lebih terang dibandingkan malam-malam yang lain karena memang seluruh pulau Bali dalam keadaan gelap. Betapa indahnya………..

Dengan keadaan gelap ini, kami bisa benar-benar merasakan perlunya dan kegunaan cahaya. Tanpa cahaya kami tidak bisa melihat segala sesuatu, bahkan bagaimana wajah orang didepan kita. Yang ada hanya gelap.

Saya membanyangkan betapa mudahnya kita mengumpulkan segala keburukan dan dosa-dosa kita dalam gelap. Betapa nyamannya tidak ada orang lain yang tahu keburukan kita. Tetapi dalam setiap kegelapan pasti kita akan merasakan sesuatu yang kurang……yaitu terang.
Begitu juga dengan hati kita yang jauh dari Tuhan, hati kita yang penuh dengan dosa. Tanpa terang Tuhan, semakin lama semakin terupuruk dalam kegelapan dan tidak bisa melihat sekeliling kita dengan baik. Dan hanya satu yang dibutuhkan oleh hati yang gelap ini, yaitu terang Kristus. Satu-satunya terang yang membawa kedamaian, sukacita dan yang dapat melepaskan kita dari ketakutan.
Tapi terang Kristus tidak akan dapat masuk dalam kegelapan hati kita kalau kita menutupnya rapat-rapat. (Sepertinya jendela rumah kami yang kami tutup rapat dengan karton-karton tebal, sehingga secercah cahayapun tidak dapat keluar)
Tuhan (terang) mencari Hati yang terbuka……..untuk menerima kasihNya.

Biarkan hati kita terus terbuka untuk menerima Terang Tuhan, supaya kita tidak hanya menikmati seketika saja terang itu.
Semoga……



Nathasa
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Kamis, 26 Februari 2009: Pikul salib, siapa takut????
03/03/2009 | nathasa

Lukas 9 : 22 -25
Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. (Luk 9 : 23)

Pikul salib, bagaimana caranya ya?

Setiap hari kita bertemu dengan banyak orang, ada yang sepaham dengan kita ada yang tidak. Baik orang yang dikenal atau yang tidak dikenal, ada yang menjengkelkan, ada yang menyakitkan hati baik dalam kata atau perbuatan.

Setiap hari kita bertemu dengan anggota keluarga. Bertemu dengan suami/istri, orang tua, mertua, kakak, adik, ipar, anak, termasuk pembantu rumah tangga. Kadang mereka menyenangkan, kadang me [ ... ]


Our Photo Gallery


Bali Picture
hits: 30
 

Australia 2003
hits: 44
 

Swimming
hits: 35
 

Post Wedding
hits: 48