Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Kamis, 9 April 2009: Menjadi Pembantu???

Latest Comments

Sarapan Pagi

warung nasi HOT on Facebook

Who's Online

We have 33 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951244
Kamis, 9 April 2009: Menjadi Pembantu??? PDF Print E-mail
Written by nathasa at Saturday, 11 April 2009 (657 hits)

Yoh 13:1-15
Sebab aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sam seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yoh 13:15)


Keluarga Yovie mempunyai pembantu yang sudah ikut sejak Yovie berusia sekitar 7 tahun, berarti sudah 25-an tahun lebih yang lalu pembantu ini mengabdi. Dia menikah, punya anak dan anaknya juga bekerja pada keluarga kami. Sekarang pembantu ini menjadi pembantu di rumah kami. Menjaga Yoyo dan Vina sejak mereka masih bayi. Anak-anak kami memanggilnya mbah, karena dia dulu merawat papanya.
Keluarga saya pun punya pembantu yang mengabdi 25-an tahun, dan sampai sekarang masih ikut adik papa saya.
Saya juga sering mendengar pembantu-pembantu lain yang bisa mengabdi sampai puluhan tahun. Betapa mengagumkan ya....
Apakah mereka ini tidak pernah dimarahi majikannya, atau tidak pernah mengalami masalah apapun selama mengabdi?
Tentu saja tidak. Pasti saja mereka pernah dimarah, bertengkar dengan sesama pembantu.
Tetapi mereka bisa mengatasi itu semua karena mereka mempunyai kesetiaan.


Injil hari ini Tuhan mengajarkan kita bagaimana menjadi seorang pelayan Tuhan yang baik. Tuhan sendiri telah memberi contohnya.
Bagaimana Yesus mau membasuh kaki para murid termasuk orang yang Yesus tahu pasti akan menyerahkanNya untuk disalibkan. Yesus mengajarkan kepada kita untuk rendah hati, mau menerima sesama apa adanya dan mau memberikan pengampunan yang sempurna. Teladan bahwa Yesus setia pada BapaNya.

Sebagai pelayan Tuhan, pasti banyak hal juga yang kita alami, orang-orang yang tidak sepaham dengan kita, pengorbanan yang tidak dihargai, miskomunikasi. Apalagi sebagai pelayan Tuhan kita bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam latar belakang keluarga, lingkungan dan pendidikan. Cara berpikir, berbicara, maupun bertindak yang berbeda-beda.

Dan terkadang hal ini membuat kita sakit hati,  merasa putus asa, tidak bisa menerima keadaan dan akhirnya tidak mau melayani Tuhan lagi.

Mari Kita juga belajar seperti pembantu-pembantu yang puluhan tahun bekerja, melayani majikannya dengan setia. Menjadi setia juga berarti kita harus membuang ego kita sejauh mungkin dan mau melakukan apa yang diminta majikannya.
 
Marilah kita berdoa supaya Tuhan boleh hari demi hari menyempurnakan kita agar bisa menjadi pelayanNya yang setia, membuang jauh ego atau harga diri kita dan melakukan yang menjadi kehendakNya. Seperti teladan yang diberikan Yesus pada kita.

 

(nathasa)
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

JUMAT 5 DESEMBER 2008 : IMAN YANG MENYEMBUHKAN
04/12/2008 | Yovie

BACAAN I : Yes 29:17-24
BACAAN INJIL : Mat 9:27-31


Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya."    Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." (Matius (9:28-29)

Waktu kecil saya bercita-cita menjadi Superman (boleh percaya boleh nggak)
Setelah tahu itu suatu hal yang mustahil, saya merubah cita-cita saya.
Saya pun berc [ ... ]


Our Photo Gallery


Nathasa
hits: 41
 

Konvenas III Muda-Mudi
hits: 17
 

Konvenas III Muda-Mudi
hits: 23
 

Family in WYD Part 1
hits: 15