Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 25 guests online

Guestbook

Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue
Win
Hi Sasa & Yovi!! know what? I have been following your blog for the past 3 years
Continue
AngeL
duh, bener2 the most inspirating family 
 
nanti bisa kyk gi
Continue
prasetyo
ada yg tau nmr hpnya romo babey? thanks a lot GBU
Continue
Gardanusa
Hi.. met kenal.... what a happy family, semoga tetap menjadi saluran berkat buat
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 1018715
Selasa, 14 April 2009: Menangis....malu ahhh. PDF Print E-mail
Written by nathasa at Tuesday, 14 April 2009 (785 hits)

Yoh 20:11-18
Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk kedalam kubur itu. (Yoh 20:11-12)


Menangis. Kalau mendengar kata-kata itu kita akan membayangkan bayi-bayi atau anak kecil. Untuk anak yang udah agak gedhe kalau mereka nangis pasti kita akan kasih tau, "jangan nangis begitu malu, kayak bayi aja".
Memang menangis adalah satu-satunya cara bagi bayi untuk mengungkapkan keinginannya atau perasaannya. Kalau haus nangis, kalau kepanasan nangis, lapar nangis, bak bab nangis juga. Merasa ga diperhatikan juga nangis.

Bagi kita orang dewasa apakah menangis dilarang? Pasti tidak. Dalam kitab suci, pada waktu para wanita menangisi Yesus dalam jalan salib, Yesus tidak melarang mereka menangis, tapi Yesus menyuruh mereka menangisi keluarga mereka sendiri. Begitu juga Maria Magdalena yang menangis karena mengira Yesus dicuri orang dari kuburnya.
Pada waktu drama jalan salib saya perhatikan disekeliling banyak yang menangis. Dengan menangis kita mengungkapkan perasaan kita yang terdalam. Dengan menangis kita bisa melepaskan semua beban kita sehingga merasa lega.
Dalam hubungan kita dengan Tuhan, Dia mengharapkan agar kita berani mengungkapkan perasaan kita yang terdalam baginya. Bukan berarti Tuhan tidak tahu bagaimana perasaan kita. Tetapi dengan berani mengungkapkannya berarti kita mau berserah kepadaNya. Hal itu yang Yesus harapkan dari kita penyerahan diri padaNya dalam setiap hal yang kita alami.

So jangan malu-malu menangis dihadapan Tuhan, karena Tuhan akan memberi kelegaan bagi kita.


(nathasa)

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

MINGGU 14 DESEMBER 2008 : RENDAH HATI
14/12/2008 | Nathasa

Yes 61:1-2a.10-11
1 Tes 5:16-24
Yoh 1:6-8.19-28

Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" Yoh 1:21

Suatu hari seorang artis datang keklinik di tempat kerja saya yang lama. Waktu itu saya tugas siang, sedang si artis datang pagi hari. Begitu datang sudah banyak yang bercerita.

“Dok tadi saya ketemu dengan artis,.”
”Wah untung saya bawa kamera.”
”Saya langsung foto-foto lho, nih lihat dok fo [ ... ]


Our Photo Gallery


Landscape WYD
hits: 3
 

WYD Events / Pilgrims
hits: 18
 

Post Wedding
hits: 126
 

Post Wedding
hits: 82