|
Selasa, 14 April 2009: Menangis....malu ahhh. |
|
|
|
Written by nathasa at Tuesday, 14 April 2009 (785 hits)
Yoh 20:11-18
Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk kedalam kubur itu. (Yoh 20:11-12)
Menangis. Kalau mendengar kata-kata itu kita akan membayangkan bayi-bayi atau anak kecil. Untuk anak yang udah agak gedhe kalau mereka nangis pasti kita akan kasih tau, "jangan nangis begitu malu, kayak bayi aja".
Memang menangis adalah satu-satunya cara bagi bayi untuk mengungkapkan keinginannya atau perasaannya. Kalau haus nangis, kalau kepanasan nangis, lapar nangis, bak bab nangis juga. Merasa ga diperhatikan juga nangis.
Bagi kita orang dewasa apakah menangis dilarang? Pasti tidak. Dalam
kitab suci, pada waktu para wanita menangisi Yesus dalam jalan salib,
Yesus tidak melarang mereka menangis, tapi Yesus menyuruh mereka
menangisi keluarga mereka sendiri. Begitu juga Maria Magdalena yang
menangis karena mengira Yesus dicuri orang dari kuburnya.
Pada waktu drama jalan salib saya perhatikan disekeliling banyak yang
menangis. Dengan menangis kita mengungkapkan perasaan kita yang
terdalam. Dengan menangis kita bisa melepaskan semua beban kita
sehingga merasa lega.
Dalam hubungan kita dengan Tuhan, Dia mengharapkan agar kita berani
mengungkapkan perasaan kita yang terdalam baginya. Bukan berarti Tuhan
tidak tahu bagaimana perasaan kita. Tetapi dengan berani
mengungkapkannya berarti kita mau berserah kepadaNya. Hal itu yang
Yesus harapkan dari kita penyerahan diri padaNya dalam setiap hal yang
kita alami.
So jangan malu-malu menangis dihadapan Tuhan, karena Tuhan akan memberi kelegaan bagi kita.
(nathasa)
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...
Wah, dah lama ga buka website yovisasa...