Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Selasa, 14 April 2009: Menangis....malu ahhh.

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 31 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951266
Selasa, 14 April 2009: Menangis....malu ahhh. PDF Print E-mail
Written by nathasa at Tuesday, 14 April 2009 (737 hits)

Yoh 20:11-18
Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk kedalam kubur itu. (Yoh 20:11-12)


Menangis. Kalau mendengar kata-kata itu kita akan membayangkan bayi-bayi atau anak kecil. Untuk anak yang udah agak gedhe kalau mereka nangis pasti kita akan kasih tau, "jangan nangis begitu malu, kayak bayi aja".
Memang menangis adalah satu-satunya cara bagi bayi untuk mengungkapkan keinginannya atau perasaannya. Kalau haus nangis, kalau kepanasan nangis, lapar nangis, bak bab nangis juga. Merasa ga diperhatikan juga nangis.

Bagi kita orang dewasa apakah menangis dilarang? Pasti tidak. Dalam kitab suci, pada waktu para wanita menangisi Yesus dalam jalan salib, Yesus tidak melarang mereka menangis, tapi Yesus menyuruh mereka menangisi keluarga mereka sendiri. Begitu juga Maria Magdalena yang menangis karena mengira Yesus dicuri orang dari kuburnya.
Pada waktu drama jalan salib saya perhatikan disekeliling banyak yang menangis. Dengan menangis kita mengungkapkan perasaan kita yang terdalam. Dengan menangis kita bisa melepaskan semua beban kita sehingga merasa lega.
Dalam hubungan kita dengan Tuhan, Dia mengharapkan agar kita berani mengungkapkan perasaan kita yang terdalam baginya. Bukan berarti Tuhan tidak tahu bagaimana perasaan kita. Tetapi dengan berani mengungkapkannya berarti kita mau berserah kepadaNya. Hal itu yang Yesus harapkan dari kita penyerahan diri padaNya dalam setiap hal yang kita alami.

So jangan malu-malu menangis dihadapan Tuhan, karena Tuhan akan memberi kelegaan bagi kita.


(nathasa)

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Minggu, 4 Januari 2009 : Sudahkah Engkau mencariNYA ?
04/01/2009 | yovie

Bacaan harian : Matius 2 :1-12
Mat 2:11  Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.


Saat saya membaca kisah ini, saya jadi teringat akan film Indiana Jones. Film favorit saya dari kecil. Dalam bayangan saya para orang majus ini juga melakukan perjalanan jauh, persis seperti Indiana Jones. Pasti di tengah perjalanan ada saja rintangan yang mereka hadapi. Apalagi saat itu jalan masih belum ada sep [ ... ]


Our Photo Gallery


Konvenas III Muda-Mudi
hits: 19
 

Timor Leste
hits: 56
 

Post Wedding
hits: 43
 

Swimming
hits: 13