Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home

Latest Comments

Sarapan Pagi

Maria Hotel on Facebook

Who's Online

We have 20 guests online

Guestbook

Barbra
Amazing Website, Thank You! Keep up the great work.
Continue
Dana
Fantabulous Webpage, Thx! Keep up the good work.
Continue
Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 951141
Senin, 13 April 2009: Fitnah PDF Print E-mail
Written by nathasa at Tuesday, 14 April 2009 (994 hits)

Mat 28:8-15
Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata, "kamu harus mengatakan, bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencuriNya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa. (Mat 28:12-13)


Materi pelajaran yoyo disekolah baru-baru ini adalah tentang kejujuran. Apa arti kejujuran, manfaat kejujuran, akibat ketidakjujuran. Sejak kecil kita sudah diajar untuk berkata jujur.

Tapi ada istilah ini "fitnah lebih kejam daripada pembunuhan" ? Menfitnah artinya mengatakan yang tidak benar mengenai seseorang atau sesuatu. Atau memutar balikkan fakta... Biasanya orang mulai menfitnah kalau merasa kepepet, merasa bersalah tapi tidak mau mengakui kesalahan. Jadinya orang berusaha membuat skenario atau cerita baru untuk membenarkan dirinya.


Bagi korban fitnah, respon pertama pasti kaget, sampai ga tau omong apa, kemudian emosi meningkat dan berusaha membenarkan keadaan dan mengharapkan kejujuran diantara orang yang menfitnahnya.
Bila tidak bisa, maka yang ada hanyalah hati yang terluka dan berdarah. Akan dibawa selama sisa hidupnya.
Makanya fitnah dikatakan lebih kejam dari pembunuhan. Setelah orang meninggal semua beban hati yang terluka sudah tidak dirasakan lagi. Tapi orang yang difitnah menanggung luka di hati dan harus menghadapi orang disekitarnya yang menganggap dia tidak baik sepanjang hidupnya.
Menakutkan ya...padahal awalnya orang yang memfitnah hanya ingin membela diri, tapi tidak memikirkan akibat jangka panjangnya.

Begitu pula dengan imam-imam kepala dan tua-tua, setelah mereka menyalibkan Yesus, mereka menfitnah atau berdusta terhadap berita kebangkitan Yesus.
Pasti berat bagi murid-murid Yesus untuk mengungkap kebenaran, apalagi orang-orang yang menfitnah Yesus juga menggunakan uang dan kedudukan mereka. Sampai-sampai para murid tidak berani menunjukkan dirinya. Setelah Yesus menggenapi janjiNya untuk memberikan penolong yang lain yaitu Roh Kudus, maka murid-murid Yesus menjadi berani dan mengungkapkan kebenaran.

Bagaimana dengan kita sekarang ini...apakah kita juga akan memilih menggunakan jalan menfitnah dari pada mengakui kesalahan???
Mengakui kesalahan emang berat, bahkan kadang membuat kita malu. Tetapi dengan berani mengungkapkan kesalahan dan mengatakan kebenaran dapat membuat kedamaian di hati kita. Sama seperti saat kita menerima sakramen tobat. Pengampunan dan kedamaian hati yang kita terima...
(nathasa)
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Selasa, 23 Desember 2008 : YESUS ENGKAU ANDALANKU
23/12/2008 | Nathasa

Luk 1:57 – 66   “Menjadi apakah anak ini nanti? Sebab tangan Tuhan menyertai dia” Lukas 1:66   Menantikan kelahiran seorang anak dan memberinya nama, merupakan hal yang menyenangkan dan susah susah gampang. Membaca perikop ini mengingatkan saya beberapa waktu sebelum anak saya yang pertama lahir,  saya dan Yovie sempat bingung mau kasih nama apa ya anak kami ini walaupun kami sudah tahu jenis kelaminnya laki-laki. Kami meminta saran kepada teman-teman persekutuan doa, mereka pun banyak memberi saran nama-nama yang semuanya b [ ... ]


Our Photo Gallery


Surabaya Trip
hits: 18
 

Konvenas III Muda-Mudi
hits: 32
 

Surabaya Trip
hits: 54
 

Bali Picture
hits: 43