Written by nathasa at Tuesday, 14 April 2009 (990 hits)
Mat 28:8-15
Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata, "kamu harus mengatakan, bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencuriNya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa. (Mat 28:12-13)
Materi pelajaran yoyo disekolah baru-baru ini adalah tentang kejujuran. Apa arti kejujuran, manfaat kejujuran, akibat ketidakjujuran. Sejak kecil kita sudah diajar untuk berkata jujur.
Tapi ada istilah ini "fitnah lebih kejam daripada pembunuhan" ? Menfitnah artinya mengatakan yang tidak benar mengenai seseorang atau sesuatu. Atau memutar balikkan fakta... Biasanya orang mulai menfitnah kalau merasa kepepet, merasa bersalah tapi tidak mau mengakui kesalahan. Jadinya orang berusaha membuat skenario atau cerita baru untuk membenarkan dirinya.
Bagi korban fitnah, respon pertama pasti kaget, sampai ga tau omong
apa, kemudian emosi meningkat dan berusaha membenarkan keadaan dan
mengharapkan kejujuran diantara orang yang menfitnahnya.
Bila tidak bisa, maka yang ada hanyalah hati yang terluka dan berdarah. Akan dibawa selama sisa hidupnya.
Makanya fitnah dikatakan lebih kejam dari pembunuhan. Setelah orang
meninggal semua beban hati yang terluka sudah tidak dirasakan lagi.
Tapi orang yang difitnah menanggung luka di hati dan harus menghadapi
orang disekitarnya yang menganggap dia tidak baik sepanjang hidupnya.
Menakutkan ya...padahal awalnya orang yang memfitnah hanya ingin membela diri, tapi tidak memikirkan akibat jangka panjangnya.
Begitu pula dengan imam-imam kepala dan tua-tua, setelah mereka
menyalibkan Yesus, mereka menfitnah atau berdusta terhadap berita
kebangkitan Yesus.
Pasti berat bagi murid-murid Yesus untuk mengungkap kebenaran, apalagi
orang-orang yang menfitnah Yesus juga menggunakan uang dan kedudukan
mereka. Sampai-sampai para murid tidak berani menunjukkan dirinya.
Setelah Yesus menggenapi janjiNya untuk memberikan penolong yang lain
yaitu Roh Kudus, maka murid-murid Yesus menjadi berani dan
mengungkapkan kebenaran.
Bagaimana dengan kita sekarang ini...apakah kita juga akan memilih menggunakan jalan menfitnah dari pada mengakui kesalahan???
Mengakui kesalahan emang berat, bahkan kadang membuat kita malu. Tetapi
dengan berani mengungkapkan kesalahan dan mengatakan kebenaran dapat
membuat kedamaian di hati kita. Sama seperti saat kita menerima
sakramen tobat. Pengampunan dan kedamaian hati yang kita terima...
(nathasa)
1 Kor 6: 13c-15a, 17-20
Sebab kamu talah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakan Allah dengan tubuhmu! (1 Kor 6:20)
“Kita perlu supir” begitu kata Yovie suatu hari.
Kami pun mulai bertanya kesana kemari, pada keluarga, teman, pegawai,
pasien-pasien, pokoknya orang-orang yang kami temui kami tanya apakah
mereka tahu orang yang mau jadi supir. Ada seorang pegawai yang
merekomendasikan temannya. Orang ini dari Jawa, belum begitu tahu
keadaan Bali, istrinya baru melahirkan dan anaknya berusia 2 bulan.
Pas banget nih, kemarin minggu leherku...
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...