Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Senin, 13 April 2009: Fitnah

Latest Comments

Sarapan Pagi

Bali Bed Cover on Facebook

Who's Online

We have 148 guests online

Guestbook

Win
Hi Sasa & Yovi!! know what? I have been following your blog for the past 3 years
Continue
AngeL
duh, bener2 the most inspirating family 
 
nanti bisa kyk gi
Continue
prasetyo
ada yg tau nmr hpnya romo babey? thanks a lot GBU
Continue
Gardanusa
Hi.. met kenal.... what a happy family, semoga tetap menjadi saluran berkat buat
Continue
keijo
And the bible will quard us to love and message in God and show to us what wil
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 669776
Senin, 13 April 2009: Fitnah PDF Print E-mail
Written by nathasa at Tuesday, 14 April 2009 (568 hits)

Mat 28:8-15
Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata, "kamu harus mengatakan, bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencuriNya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa. (Mat 28:12-13)


Materi pelajaran yoyo disekolah baru-baru ini adalah tentang kejujuran. Apa arti kejujuran, manfaat kejujuran, akibat ketidakjujuran. Sejak kecil kita sudah diajar untuk berkata jujur.

Tapi ada istilah ini "fitnah lebih kejam daripada pembunuhan" ? Menfitnah artinya mengatakan yang tidak benar mengenai seseorang atau sesuatu. Atau memutar balikkan fakta... Biasanya orang mulai menfitnah kalau merasa kepepet, merasa bersalah tapi tidak mau mengakui kesalahan. Jadinya orang berusaha membuat skenario atau cerita baru untuk membenarkan dirinya.


Bagi korban fitnah, respon pertama pasti kaget, sampai ga tau omong apa, kemudian emosi meningkat dan berusaha membenarkan keadaan dan mengharapkan kejujuran diantara orang yang menfitnahnya.
Bila tidak bisa, maka yang ada hanyalah hati yang terluka dan berdarah. Akan dibawa selama sisa hidupnya.
Makanya fitnah dikatakan lebih kejam dari pembunuhan. Setelah orang meninggal semua beban hati yang terluka sudah tidak dirasakan lagi. Tapi orang yang difitnah menanggung luka di hati dan harus menghadapi orang disekitarnya yang menganggap dia tidak baik sepanjang hidupnya.
Menakutkan ya...padahal awalnya orang yang memfitnah hanya ingin membela diri, tapi tidak memikirkan akibat jangka panjangnya.

Begitu pula dengan imam-imam kepala dan tua-tua, setelah mereka menyalibkan Yesus, mereka menfitnah atau berdusta terhadap berita kebangkitan Yesus.
Pasti berat bagi murid-murid Yesus untuk mengungkap kebenaran, apalagi orang-orang yang menfitnah Yesus juga menggunakan uang dan kedudukan mereka. Sampai-sampai para murid tidak berani menunjukkan dirinya. Setelah Yesus menggenapi janjiNya untuk memberikan penolong yang lain yaitu Roh Kudus, maka murid-murid Yesus menjadi berani dan mengungkapkan kebenaran.

Bagaimana dengan kita sekarang ini...apakah kita juga akan memilih menggunakan jalan menfitnah dari pada mengakui kesalahan???
Mengakui kesalahan emang berat, bahkan kadang membuat kita malu. Tetapi dengan berani mengungkapkan kesalahan dan mengatakan kebenaran dapat membuat kedamaian di hati kita. Sama seperti saat kita menerima sakramen tobat. Pengampunan dan kedamaian hati yang kita terima...
(nathasa)
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Jumat 9 Januari 2009 : Kami diterjang ombak di Tanah Lot !
08/01/2009 | yovie

Bacaan I : 1 Yoh 5:5-13
Injil : Luk 5:12-16


Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya.Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. (1Yoh 5:10a,11)

Rasanya semua terjadi dengan tiba-tiba.
Kami sekeluarga yang sedang jongkok memperhatikan air di tepi-tepi karang, tiba-tiba dihempaskan ombak.
“Tuhan Yesus,” teriak saya dalam kepanikan. Saya yang sedang memegang kamera, tiba-tiba terjatuh dan  terhempas ke belakang terdorong ombak. Usai diterjang ombak,  [ ... ]


Our Photo Gallery