Marriage is not a noun; it's a verb. It isn't something you get.
It's something you do. It's the way you love your partner every day. Barbara De Angelis
Written by Yovie - Nathasa at Friday, 07 October 2005 (564 hits) Permulaan di Indonesia :
Pada bulan mei 1976, Pastor O’Brien Sj dari Bangkok da Pastor H.
Schneider Sj dari Manila diundang oleh Bapak Uskup Agung Jakarta Mgr
Dr. Leo Sukoto Sj. Mereka memberikan ceramah dan seminar untuk para
biarawan dan kaum awam. Sesudah 6 bulan bertekun dalam doa, kira-kira
15 orang telah berhasil mengikuti seminar yang pertama itu dalam bahasa
Inggris.
Permulaan Karismatik di Indonesia
Permulaan di Indonesia :
Pada bulan mei 1976, Pastor O’Brien Sj dari Bangkok da Pastor H.
Schneider Sj dari Manila diundang oleh Bapak Uskup Agung Jakarta Mgr
Dr. Leo Sukoto Sj. Mereka memberikan ceramah dan seminar untuk para
biarawan dan kaum awam. Sesudah 6 bulan bertekun dalam doa, kira-kira
15 orang telah berhasil mengikuti seminar yang pertama itu dalam bahasa
Inggris.
Pada bulan Januari 1977, kelompok doa yang kecil ini mulai dengan
seminar dalam bahasa Indonesia yang pertama untuk 150 orang peserta
dari seluruh kota Jakarta. Beberapa tahun sebelumnya, seorang Pastor
Frasiskan dari dioses Bogor juga telah mulai membentuk suatu kelompok
doa, tetapi dia meninggal dalam suatu kecelakaan dan kelompok tersebut
juga mati. Juga Pastor John Indrakusuma O’Carm telah mulai dengan suatu
kelompok doa yang kecil di Malang Jawa Timur yang hingga kini tumbuh
dan berkembang bersama kelompok yang lain.
Sesudah seminar yang pertama itu, Pastor L. Sugiri Sj menjadi Moderator
dari kelompok doa di Jakarta dan minta bantuan dari mereka yang lebih
dahulu sudah terjun dalam bidang tersebut untuk menyelenggarakan suatu
seminar di parokinya yang besar Mangga Besar yang terletak di pusat
perdagangan (pada waktu itu mempunyai 6.000 umat katolik dan sekarang
lebih 9.000 orang dengan 600 orang katekumin / calon baptis). Dalam
seminar tersebut hadir 300 orang dan mereka dipermandikan dalam Roh.
Hal ini membawa suatu kekuatan yang mengherankan dalam pembaharuan di
paroki secara menyeluruh. Umat mulai lebih tertarik dalam kehidupan
gerejani, mereka membentuk kelompok kitab suci dalam lingkungannya,
datang bersama-sama untuk menghadiri Perayaan Ekaristi, berdoa dan
bernyanyi nyanyian Karismatik, mulai berdoa dan saling mendoakan sutu
sama lain secara pribadi dan spontan, membentuk hubungan yang lebih
baik dengan sesama orang kristen, lebih banyak turut mengambil bagian
dalam kegiatan paroki (13 wilayah dan masing-masing lingkungannya
mempunyai paduan suara sendiri), berusaha untuk membina kehidupan
sosial dan lebih memperhatikan kehidupan anggota lain yang lebih miskin
dalam parokinya. Amat banyak buah-buah kebaikan yang dapat dipetik :
liturgi yang lebih hidup, lebih bayak panggilan, lebih banyak tenaga
suka rela untuk pekerjaan part-timer sebagai rasul, lebih banyak calon
baptis / katekumin dan sebagainya. Juga dibagian lain di Jakarta mereka
menyelenggarakan Seminar-seminar dan membentuk kelompok doa dan hal ini
memberikan semangat Roh kepada kelompok di paroki lain. Sampai sekarang
di Jakarta terdapat kurang lebih 20 buah kelompok doa yang terdaftar
dan beberapa yang belum terdaftar. Yang disebut belakangan ini
kebanyakan lebih bersifat oikumene.
Perkembangan di Jawa :
Perubahan yang sama juga terjadi di Keuskupan lain : dari Jakarta
mereka diundang ke Keuskupan lain untuk memberikan ceramah, seminar,
retret dan lain-lain. Juga Wanita Katolik telah mencantumkan
Pembaharuan dan Marriage Encounter dalam program mereka. Sekarang
pembaharuan sudah diterima di Jawa dalam 5 daerah Keuskupan (dari 6
daerah Keuskupan yang ada) dan di pulau-pulau lain di Bali, Sumatera,
Kalimantan dan Flores yang berarti sudah diterima dalam 10 daerah
Keuskupan dari 34 daerah Keuskupan yang ada di Indonesia. Di Jakarta
sendiri kami mempunyai kelompok doa yang terbanyak. Berikutnya menyusul
Keuskupan Agung Semarang yang terletak di Jawa Tengah, dengan kurang
lebih 18 buah kelompok doa. Kami perkirakan di seluruh Indonesia ada
kurang lebih 100 buah kelompok doa dengan peserta mencapai jumlah
hampir 5.000 orang.
Sepengetahuan kami, kelompok doa Protestan sudah melampaui jauh dari
kelompok doa pembaharuan Katolik, kemungkinan sudah lebih dahulu 10
tahun ! Karena persekutuan doa pembaharuan Katolik ini masih muda dan
tidak mempunyai cukup pengetahuan dan keberanian untuk berkembang
sendiri – tanpa dorongan dan bimbingan dari para imam – kaum awam mulai
berdoa dan mengharapkan imam-imam mereka mengambil bagian dalam
pembaharuan itu dan hadir dalam retret karismatik.
Retret para Imam :
Sudah beberapa retret campuran, pada tahun ini kami menyelenggarakan
untuk pertama kalinya 2 buah retret khusus untuk para imam, yang
pertama diberikan oleh Pastor Tom Forrest CSSR dalam bulan Februari
1981 (dihadiri oleh 35 orang imam) dan yang satu lagi diberikan oleh
Pastor Fio Mascarenhasa Sj dan Pastor Rufus Pereira Pr dari Bombay,
India dalam bulan Juni 1981. Diperkirakan ada 100 orang imam yang telah
mengikuti seminar "Kehidupan dalam Roh" atau retret karismatik, Maka
kami harapkan lebih banyak imam akan sanggup dan senang membimbing
kelompok doa karismatik.
Kamu juga telah menyelenggarakan hal semacam ini bagi para biarawati
dan melalui pusat kehidupan religius / keagamaan tersebut akan didapat
pengaruh yang besar untuk pembaharuan di semua bidang dari kehidupan
gerejani. Sesudah retret para imam yang pertama itu timbul reaksi dari
16 imam Jesuit yang hadir bahwa mereka ingin sekali untuk mengadakan
retret semacam itu setiap tahun.
Penulisan :
Sejak semula kami telah menulis beberapa naskah dalam berbagai majalah
katolik dalam bahasa Indonesia, menerbitkan beberapa buku saku dan buku
nyanyian untuk pembaharuan dan sekarang kami menerbitkan majalah 2
bulan "Karisma" dalam bahasa Indonesia. Kami menyediakan beberapa
terjemahan, buku penyembuhan, menjual pita casette dan buku-buku dalam
bahasa Inggris. Sekarang kami sedang mengusahakan suatu pelayanan
dengan casette. Disamping rekoleksi bulanan dan retret tahunan, kami
mengusahakan kursus-kursus untuk melatih pemimpin, team untuk
memberikan seminar, untuk pelayanan penyembuhan.
Bulan Juni nanti kami akan menyelenggarakan suatu Konvensi Nasional
untuk para pemimpin di Jakarta (3-6 Juni 1981). Diharapkan ada 250
orang pemimpin, dengan pembicara utama Pastor Fio Mascarenhas Sj dan
Pastor Rufus Pereira Pr dari India. Thema untuk Konvensi yang pertama
ini adalah : "Kamu akan menjadi saksiKu, " seperti yang diberikan di
Dublin pada tahun 1978. Pada waktu itu kami akan membentuk suatu team
pelayanan nasional yang pertama, sehingga kami dapat melangkah pada
kerja sama yang lebih baik untuk satu pembaharuan dan mengkoordineer
semua karisma yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Masalah yang dihadapi :
Disamping cepatnya penyebaran pembaharuan tersebut di seluruh kepulaun
Indonesia, kami menghadapi cukup banyak kesulitan / masalah yang harus
diselesaikan :
- kurangnya pengetahuan akan bahasa Inggris, kurangnya terjemahan dan penterjemah
- kurangnya pemimpin yang terlatih untuk memimpin kelompok doa
- kurangnya kesadaran akan persekutuan, kurangnya pendalaman, semangat
berkurban untuk kelompok
- kurangnya sarana untuk mempermudah hubungan yang disebabkan oleh jarak dan biaya transportasi
- banyak orang mau hadir dalam seminar dan kelompok doa untuk beberapa
saat atau beberapa kali saja, tetapi setelah mereka mendapatkan sedikit
pembaharuan mereka tidak mau hadir lagi, meskipun benar mereka menjadi
lebih baik dalam kehidupan di parokinya. Tetapi mereka tidak tertarik
untuk membentuk suatu kelompok doa untuk saling melayani dan hidup
menurut teladan Yesus secara menyeluruh. Mereka yang aktif dalam
kelompoknya tidak terikat pada kelompok tersebut tetapi tumbuh dalam
kedalaman kehidupan kristiani yang matang. Mereka mengikuti setiap
ceramah yang diberikan oleh penceramah dari luar negeri yang
didatangkan oleh berbagai denominasi. Penceramah-penceramah itu
bepergian ke berbagai negara dan berbicara di hotel-hotel yang mewah.
Jadi kita lihat begitu mudahnya penyebaran pembaharuan di Indonesia,
tetapi masih agak dangkal dan dengan berbagai kesulitan yang timbul
dimana-mana. Pendalaman kehidupan kristiani lewat pengabdian dalam
persekutuan, hanya akan tercapai oleh lingkungan dalam paroki dalam
kurun waktu yang panjang dan dengan memperbaharui kelompok religius
yang ada disitu. Kita adalah gereja muda, semua paroki dan kelompok
keagamaan / kerohanian hidup dan berkembang / tumbuh, gereja-gereja
penuh sesak. Jadi "pembaharuan" ini dapat menyumbang pembaharuan dalam
Roh, kekuatan dalam Roh, dengan karisma-karima dan sebagainya. Diatas
semua itu, kita harus bersabar dan bersyukur, karena semuanya adalah
Tuhan sendiri yang berkarya diantara kita.
Mat 6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Siapa yang nggak senang dapat hadiah? Saya rasa semua orang pasti merasa bahagia apabila mendapatkan hadiah. Apalagi kalau hadiah itu sebuah kejutan. Hadiah yang lama dinanti-nantikan dan sekarang ada di hadapan mata kita.
Saat kami sekeluarga berjalan bersama-sama ke mall, biasanya ada saja yang diminta oleh Yonathan atau Vina, kedua anak kami. Dari sekedar ice cream sampai mainan. Kadang saya nggak tahu darimana mereka mendapat informasi mainan yang lagi nge [ ... ]
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...
Wah, dah lama ga buka website yovisasa...