Login Form

Login
No account yet? Register
 
Home arrow BLOG ! arrow Daily Bread arrow Jumat, 15 Mei 2009: Apa sulitnya mengasihi diri sendiri?

Latest Comments

Sarapan Pagi

Who's Online

We have 29 guests online

Guestbook

Luella
I haven’t checked in here for a while because I thought it was getting boring, b
Continue
Rosalie
It’s in reality a nice and helpful piece of information. I am happy that you sim
Continue
Christine Ellis (O'
Hey guys! Good to see you are doing well! Was nice to listen to Tetap Cinta Yesu
Continue
Win
Hi Sasa & Yovi!! know what? I have been following your blog for the past 3 years
Continue
AngeL
duh, bener2 the most inspirating family 
 
nanti bisa kyk gi
Continue

Sign guestbook
View guestbook

Hits Counter

Visitors: 948764
Jumat, 15 Mei 2009: Apa sulitnya mengasihi diri sendiri? PDF Print E-mail
Written by nathasa at Saturday, 16 May 2009 (1969 hits)

Yoh 15:12-17
Inilah perintahKu kepadamu: "Kasihilah seorang akan yang lain." (Yoh 15:17)


"Kamu ini emang anak yang bodoh, udah dikasih tahu nggak ngerti-ngerti juga, emang otakmu kurang ya." Saya pernah mendengar seorang ibu mengungkapkan hal tersebut didepan anaknya. Ada juga yang berkata begini, "emang anak ga tahu diri, bikin malu orang tua aja kerjanya". Begitu banyak ungkapan-ungkapan negatif yang mungkin tidak disadari orang tua kepada anaknya. Dan ini akan masuk telinga, pikiran dan hati si anak, dihayatinya dan akhirnya si anak mencap dirinya sendiri sebagai orang yang sesuai ungkapan orang tuanya. Apa jadinya kalau sudah sedari kecil anak diberi cap sebagai pribadi yang negatif.


Injil hari ini mengingatkan kita kembali akan perintah Allah yang terutama yaitu KASIH. Kasih kepada sesama kita. Dengan kasih seperti apa kita mengasihi sesama? Dengan kasih seperti kita mengasihi diri sendiri. Berat sekali rasanya... Terkadang tanpa sadar kita mengasihi diri sendiri saja susah, berdamai dan menerima diri sendiri sulit sekali. Apalagi disuruh mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri. Banyak orang yang tidak peduli dengan kesehatannya, jarang olah raga, makan makanan berlemak, merokok, minum-minuman keras. Terkadang kita ga sadar hal ini berarti kita ga bisa mengasihi diri sendiri. Ada orang yang suka berbohong atau mencuri, suka bikin onar karena minta diperhatikan, orang-orang yang tidak dapat berdamai atau menerima dirinya sendiri.
Bagaimana pula dengan pribadi-pribadi yang sudah sedari kecil di cap bodoh, tidak tahu diri, mempermalukan orang tua? Apakah pribadi-pribadi ini nantinya bisa menjadi orang yang mengasihi diri sendiri? Apakah dia akan menjadi pribadi yang bisa menerima keadaan dirinya?

Mengasihi sesama, berawal dari kesadaran kita untuk bisa mengasihi diri sendiri.
Apakah kita bisa dan mau mengasihi diri kita sendiri?
Apakah kita bisa dan mau mengasihi darah daging kita apa adanya sehingga mereka bisa menyadari bahwa mereka adalah makhluk spesial yang diciptakan Tuhan dan  sangat berharga. Sehingga nantinya saat dewasa mereka pun bisa belajar menghargai dan mengasihi sesama....

 (nathasa)

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin

 
< Prev   Next >

ONLINE STATUS

Yovie Setiawan


dr. Nathasa


Random Daily Bread!

Selasa 10 Maret 2009 : Ajar atau melakukan?
11/03/2009 | yovie

Mat 23:1-12
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mat 23:3

Pernahkah kalian menemui orang yang hanya bisa ngomong tapi nggak ada ‘action’nya?
Atau, pernahkah kalian menemui orang yang pintar mengeluarkan ide tapi nggak mau ikut melaksanakannya?
Atau pernahkah kalian menemui orang yang hanya bisanya main perintah saja tanpa mau ikut melakukannya?

Well... saya pernah.


Our Photo Gallery