Written by Yovie - Nathasa at Sunday, 09 October 2005 (380 hits) TAHUKAH anda bahwa dalam Surat apostolik
Rosarium Virginis Mariae (Rosario St Perawan Maria), tanggal 16 Oktober
2002, Paus Yohanes II memaklumkan Tahun Rosario, terhitung dari Oktober
2002 sampai dengan Oktober 2003.
"Dewi Maria dalam Bingkai Historis………"
AHUKAH anda bahwa dalam Surat apostolik
Rosarium Virginis Mariae (Rosario St Perawan Maria), tanggal 16 Oktober
2002, Paus Yohanes II memaklumkan Tahun Rosario, terhitung dari Oktober
2002 sampai dengan Oktober 2003.
Tahukah anda bahwa dalam surat apostolik Novo Millennio Ineunte, Paus
Yohanes II menawarkan suatu refleksi tentang rosario. Berdoa rosario
sesungguhnya adalah mengkontemplasikan wajah Yesus bersama Maria. Karena
itulah, dalam rangka menyongsong peringatan 120 tahun Ensiklik Paus Leo
XIII (Ensiklik Supremi Apostolatus Officio, sebuah dokumen yang berharga,
dokumen pertama dari banyak dokumen lain tentang doa rosario),
dimaklumatkan tahun ini sebagai tahun rosario.
Tahukah anda bersamaan dengan itu, Paus mengajak, agar kita menambahkan
lima misteri pada lima belas misteri yang biasa kita renungkan dalam doa
rosario. Paus menamakannya sebagai Misteri Cahaya. Pada intinya, misteri
ini mengenai hidup dan pewartaan Yesus: ‘Yesus go public’: Yesus yang
dibabtis di Sungai Yordan, Yesus yang membuat mukjijat di Kana, Yesus yang
mewartakan Kerajaan Allah, Yesus yang mewartakan kemuliaannya di Gn.Tabor,
dan Yesus yang memberikan diri dalam ekaristi.
Tahukah anda bahwa menurut kebiasaan Gereja, kita mendoakan misteri
gembira selama masa Adven sampai pembabtisan Yesus. Misteri sedih selama
masa prapaskah. Dan, misteri mulia selama masa Paskah. Sementara dalam
masa biasa, kita mendoakan misteri gembira pada hari Senin dan Sabtu.
Misteri sedih pada hari Selasa dan Jumat. Dan, misteri mulia pada hari
Rabu dan Minggu. Hari Kamis yang tersisa hendaknya dipakai untuk mendoakan
misteri cahaya.
Tahukah anda mengapa bulan Mei menjadi Bulan Maria? Lalu bagaimana dengan
bulan Oktober? Berdasar tradisi Gereja, dua bulan tersebut memang
dikhususkan untuk menghormati Maria. Tapi, bulan Mei lebih disebut sebagai
bulan Maria, sedangkan bulan Oktober sebagai bulan rosario. Sebetulnya,
tradisi yang memandang bulan Mei sebagai bulan Maria sudah ada sejak abad
pertengahan. Pada mulanya, orang-orang kafir di Italia dan Jerman sudah
mempunyai kebiasaan untuk menghormati dewa-dewi pada bulan Mei. Ketika
mereka menjadi Kristen, bentuk kebiasaan bulan Mei itu tetap dilanjutkan,
tapi sasarannya diganti: bukan lagi dewa-dewi, tapi Bunda Maria.
Tahukah anda bahwa penghormatan terhadap Maria juga merupakan hasil
perkembangan dalam Gereja, sejak abad XVII hingga abad XIX. Pada tanggal 1
Mei 1965, Paus Paulus VI dengan ensiklik Mense Maio menegaskan kembali
tradisi kesalehan ini dengan menyatakan bahwa penghormatan kepada Bunda
Maria pada bulan Mei merupakan "kebiasaan yang amat bernilai". Adapun,
kebiasaan bulan Oktober sebagai bulan rosario dinyatakan pertama kalinya
oleh Paus Leo XIII pada akhir abad XIX yang menganjurkan umat beriman
untuk berdoa rosario setiap hari pada bulan Oktober.
Tahukah anda bahwa dalam Injil, tidak banyak pembicaraan tentang Maria.
Intervensi Maria dalam masa-masa awal kelahiran sampai Yesus remaja
(melahirkan, mengungsi, mengantar sunat, mengantar dan menjemput ke bait
Allah) dan perkawinan Kana. Maria tampil lagi ketika berdiri di kaki salib
Yesus. Juga, pasca kenaikan Yesus ke surga, ketika para murid bingung,
Maria ada dan menemani para rasul di Yerusalem. Kehadiran yang tidak
menonjol (namun penting), berbeda sekali dengan perHATIan yang diberikan
Gereja sejak abad-abad pertama:
-
Abad pertama: Sejak dulu, Maria amat dihormati-baik di Gereja Timur maupun
di Gereja Barat. Doa pertama yang langsung ditujukan kepada Maria adalah
doa latin Sub Tuum Praesidium, yang berasal dari abad ketiga. Kini, doa
ini kerap dipakai dalam completorium. Arti lengkap doa tersebut: "Santa
Maria, Bunda Kristus, kami berlindung kepadamu, janganlah mengabaikan doa
kami, bila kami di rundung nestapa. Bebaskanlah kami selalu dari segala
mara bahaya, ya perawan yang tersuci."
-
Ratu Kita: Dalam abad ke-12, muncul nama baru untuk Maria, Notre Dame atau
Our Lady, yang dalam bahasa Indonesia, diartikan sebagai Ratu Kita. Abad
ini ditandai dengan ke-ksatria-an dan pemujian kaum hawa. Banyak katedral
dibangun untuk memuliakan Maria. Dalam abad ke-11, Ademar dari Monteil
sudah menulis madah Salve Regina, "Salam Ya Ratu", yang kemudian
didengungkan dimana-mana, misalnya dalam ibadat salve dan penutup doa
ofisi.
-
Malaikat Tuhan: Doa Angelus atau Malaikat Tuhan adalah doa untuk
memperingati penjelmaan Kristus dalam rahim Maria. Doa ini terdiri dari
tiga ayat dan setiap kali didoakan dikuti dengan doa Salam Maria. Doa ini
berasal dari abad pertengahan, didoakan pada pukul 06.00, 12.00 dan 18.00
- ketika lonceng gereja dibunyikan.
-
Devosi kepada Maria sebagai Mater Dolorosa (Ibu yang Berdukacita) berasal
dari Injil Lukas (2:35). Dalam ayat tersebut, Simeon memberi nubuat kepada
Maria bahwa "suatu pedang akan menembus jiwanya". Biasanya orang
menghitung tujuh dukacita atau ‘pedang’ yang menembus jiwa Maria, al:
nubuat Simeon sendiri, Pengungsian ke Mesir, Sabda Maria: "Lihatlah ayah
dan ibumu mencari Engkau dengan cemas" (ketika Yesus tertunggal di Bait
Allah), Pertemuan dengan Yesus yang memanggul salib, Ibu Maria berdiri di
kaki salib, Yesus diturunkan dari salib dan diletakkan di pangkuan ibunda
(adegannya seperti digambarkan oleh Michelangelo dengan patung Pieta-nya),
Yesus dimakamkan. Pesta Mater Dolorosa sendiri didirikan oleh Paus
Benedictus XIII pada tahun 1727, dan kini dirayakan setiap tanggal15
September.
-
Hati Tersuci St. Maria: Devosi ini dirintis oleh Santo Yohanes Eudes
(1601-1680). Devosi ini kini mendapat tempat dalam liturgi pada hari Sabtu
sesudah Minggu Pentakosta dengan misa kudus untuk memperingati Hati
tersuci St.Perawan Maria.
Tahukah anda bahwa doa rosario sendiri dibicarakan panjang lebar oleh Paus
Paulus VI dalam surat Marialias Cultus (1974). Doa rosario (dalam bentuk
yang lain) juga dikenal dalam Gereja Ortodoks dan Anglikan. Doa rosario
mempunyai unsur pokok, yakni:
-
Doa Salam Maria yang diulang-ulang seperti mantera.
-
Meditasi tentang misteri-misteri cinta Tuhan.
Tahukah anda bahwa Rosario berasal dari kata ‘rosa: bunga mawar’. Rosario
berarti rangkaian bunga mawar.
Tahukah anda bahwa sejak abad pertama, kitab Mazmur sudah menjadi kitab
doa paling utama bagi umat Kristen. Ketika itu-dengan bahasa Latin. Mazmur
berjumlah 150. Bagi mereka yang tidak bisa berdoa mazmur, bisa diganti
dengan doa Bapa Kami sebanyak 150 kali. Untuk memudahkan penghitungan,
dibuatlah rangkaian 150 benik. Kemudian, berdoa Bapa Kami hanya 50 kali
sekaligus-sehingga rangkaiannya hanya 50 benik.
Tahukah anda bahwa pada abad ke-11, doa Bapa Kami mulai diganti dengan doa
Salam Maria, yang pada waktu Itu hanya terdiri dari kata salam malaikat
kepada Maria (Luk 1:28), yang disambung dengan salam Elisabet kepada Maria
(Luk 1:42).
Tahukah anda sejak abad ke-15, doa Salam Maria 50 kali dibagi dalam
kelompok yang masing-masing terdiri dari 10 kali Salam Maria, dan setiap
kali didahului doa Bapa Kami.
Tahukah anda bahwa sejak akhir abad ke-15, mulai ditetapkan 15 misteri
untuk direnungan, yakni: misteri atau peristiwa gembira, sedih dan mulia.
Tahukah anda bahwa baru pada abad ke-16, mulai dipakai bagain kedua dari
doa Salam Maria dan setiap rangkaian ditutup dengan doa Kemuliaan.
Tahukah anda bahwa tahun 1573, telah dibuat pesta rosario suci, dan
dirayakan setiap 7 Oktober. Karena pesta rosario suci-nya jatuh pada bulan
Oktober, maka dalam tradisi Gereja, bulan Oktober digunakan sebagai bulan
rosario.
Tahukah anda, Paus kerap mengingatkan bahwa doa rosario yang sederhana
adalah sekolah doa, tempat dan media untuk belajar berdoa. Marilah kita
belajar berdoa hic et nunc, dari Maria bin Hana, seorang ibu rumah tangga
sederhana dari desa Nazareth. Dari bibir Maria, Yesus kecil belajar
nada-nada indah yang mengalun merdu dalam sepak terjang hidupnya. Pada
masa kanak-kanak, sebelum tidur, Yesus kerap mendengarkan Maria berdongeng
tentang Yahwe dan pahlawan-pahlawan Israel dan Yudea. Sebagai seorang ibu,
bagi Maria tidak ada tugas yang lebih berharga daripada membawa anak
semata wayangnya kepada kedewasaan yang integral. Ibu rumah tangga yang
sederhana dari desa Nazareth ini adalah ratu sejagat tanpa mahkota. Ratu
tanpa seuntaipun perhiasan emas-permata. Lencana kehormatannya adalah
celemeknya di dapur. Perhiasannya tampak ketika dia sedang asyik mencuci
piring, mencuci-menyetrika pakaian sambil tersenyum bahagia. Begitulah,
kehidupan Maria hanyalah terdiri dari rentengan pekerjaan sederhana,
seperti yang dilakukan ribuan ibu yang lain. Bedanya, setiap kali ia
membuka mata di pagi hari, nyala api cinta di dalam hatinya hanya tertuju
kepada Tuhan. Betapa indah pelajaran yang diberikan Maria: tak ada sesuatu
yang terlalu remeh untuk dilakukan bila demi cinta kepada Tuhan. Bukankah
sebagian besar rutinitas harian kita tersusun dari lapis demi lapis
hal-hal yang sederhana? Bukankah kejadian istimewa sangat jarang terjadi
dan tidak datang kepada setiap orang? Seperti Maria, di sekitar kita
banyak orang memberikan diri dalam pelbagai pekerjaan yang sederhana.
Mungkin, kepada mereka inilah Allah berkenan. Bagaimana dengan kita?
Wassalam, FR. J.Kokoh Prihatanto,
moderator SMU Kolese Gonzaga-Pejaten
http://www.st-andreas.org
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|