Written by Romo Victor Hoagland, C.P. at Sunday, 09 October 2005 (122 hits) Bersama siapakah kita berdoa? Kita berdoa bersama Yesus Kristus.
Yesus tidak hanya mengajar kita bagaimana harus berdoa, tetapi Ia juga
berdoa bersama kita serta mempersatukan doa-doa kita dengan doa-Nya
sendiri. Oleh karena kita berdoa bersama Dia, doa-doa kita seringkali
diakhiri dengan kata-kata sebagai berikut: “dengan perantaraan Yesus
Kristus, Putra Tunggal Allah, Tuhan kita, yang hidup dan berkuasa untuk
selama-lamanya.” Kita berdoa bersama Yesus Kristus.
Salam Maria dan Rosario
oleh: Romo Victor Hoagland, C.P.
Kita
mengatakan Bapa “kami” dalam doa Bapa Kami. Dengan mengatakan “kami”,
kita menyatakan bahwa doa bukanlah suatu tindakan yang kita lakukan
seorang diri. Kita berdoa bersama dengan yang lain. Bersama
siapakah kita berdoa? Kita berdoa bersama Yesus Kristus. Yesus tidak
hanya mengajar kita bagaimana harus berdoa, tetapi Ia juga berdoa
bersama kita serta mempersatukan doa-doa kita dengan doa-Nya sendiri.
Oleh karena kita berdoa bersama Dia, doa-doa kita seringkali diakhiri
dengan kata-kata sebagai berikut: “dengan perantaraan Yesus Kristus,
Putra Tunggal Allah, Tuhan kita, yang hidup dan berkuasa untuk
selama-lamanya.” Kita berdoa bersama Yesus Kristus. Bapa
“kami” berarti kita berdoa bersama yang lain juga; sebagai contoh,
mereka semua yang telah dibaptis dalam nama Kristus. Doa Bapa Kami
hendaknya senantiasa mengingatkan umat Kristiani akan persatuan mereka
satu dengan yang lain, meskipun sayangnya, perbedaan-perbedaan masih
memisahkan gereja-gereja Kristen. Kita, umat Kristen, percaya bahwa
kita bersatu dalam doa; kita dapat berdoa bersama yang lain serta
saling mendoakan satu sama lain. Doa merupakan sumber hidup yang
mempersatukan kita semua. Dalam Gereja
Katolik, keyakinan bahwa kita bersatu dalam doa dengan yang lain
diungkapkan dalam doa kepada Bunda Maria, Bunda Yesus, dan kepada para
kudus. “Kita percaya akan persekutuan para kudus” yang berdoa bersama
kita dan bagi kita, dalam persatuan dengan Yesus Kristus. Doa
yang indah bagi Bunda Maria dalam tradisi Katolik adalah doa Salam
Maria. Bagian pertama dari doa tersebut berkembang dalam abad
pertengahan ketika Maria, Bunda Yesus, menjadi perhatian umat Kristiani
sebagai saksi terbesar atas hidup, wafat serta kebangkitan Kristus.
Bagian awal doa merupakan salam Malaikat Gabriel di Nazaret, menurut
Injil Lukas: Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, Dengan
perkataan tersebut, malaikat Tuhan menyatakan belas kasih Ilahi. Tuhan
akan menyertai Maria. Maria akan melahirkan Yesus Kristus ke dunia. Bagian selanjutnya, adalah salam yang disampaikan kepada Maria oleh Elisabet, sepupunya, seperti ditulis dalam Injil St. Lukas: terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Dan akhirnya, pada abad ke-15, bagian doa selanjutnya ditambahkan: Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Bagian
doa tersebut memohon kepada Maria, yang penuh rahmat serta dekat dengan
Putra-nya, untuk mendoakan kita orang berdosa, sekarang dan saat ajal
menjelang. Bersama dengan murid kepada siapa Yesus mempercayakan
ibunda-Nya di Kalvari dengan mengatakan “Inilah ibumu!”, kita mengakui
Bunda Maria sebagai bunda kita. Bunda Maria akan senantiasa mendekatkan
kita pada Kristus. Sejak dari permulaan Bunda Maria mengenal-Nya; ia
menjadi saksi atas hidup, wafat dan kebangkitan Kristus; tidakkah Bunda
Maria akan membantu kita untuk lebih mengenal Putra-nya dan misteri
hidup-Nya? Kita mengandalkan belas kasih Bunda Maria kepada kita
seperti yang ia lakukan bagi pasangan pengantin di Kana, di Galilea.
Kita mempercayakan segala kebutuhan kita kepada Bunda Maria. Pada
akhir abad ke-16, kebiasaan mendaraskan 150 Salam Maria dalam suatu
rangkaian doa atau perpuluhan menjadi populer di kalangan umat
Kristiani. Dalam doa-doa tersebut, peristiwa-peristiwa hidup,
wafat dan kebangkitan Yesus direnungkan. Praktek doa itu sekarang
dikenal sebagai Doa Rosario. Bunda
Maria senantiasa menjadi teladan iman dan pelindung orang-orang Kristen
yang percaya. Ketika Malaikat Gabriel datang kepadanya, ia percaya akan
warta yang disampaikan malaikat dan tetap teguh pada imannya tanpa ragu
sedikit pun meskipun harus melewati pencobaan gelap Kalvari. Bunda
Maria mendampingi kita juga yang adalah saudara dan saudari Putra-nya,
sepanjang ziarah kita di dunia yang penuh dengan kesulitan dan mara
bahaya. Selama berabad-abad telah banyak
umat Kristiani mengakui bahwa Salam Maria dan Rosario merupakan sumber
rahmat rohani. Doa rosario adalah doa yang sederhana sekaligus
mendalam. Rosario dapat dilakukan siapa saja, pengulangan kata-katanya
mendatangkan kedamaian bagi jiwa. Renungan akan kisah hidup Yesus dalam
peristiwa-peristiwa gembira, cahaya, sedih, maupun mulia dimaksudkan
agar diamalkan dalam hidup kita sendiri. Melalui peristiwa-peristiwa
tersebut, kita berharap untuk “meneladani apa yang diteladankan dan
memperoleh apa yang dijanjikan”. sumber : “The Hail Mary and the Rosary” by Fr. Victor Hoagland, C.P.; Copyright 1997-1999 - The Passionist Missionaries; www.cptryon.org/prayer Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Victor Hoagland, CP.”
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3
If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kidsmfBeer Joomla! Plugin
|