Written by Sr. Briege McKena, OSC at Sunday, 09 October 2005 (474 hits)
MARIA, WANITA SEGALA JAMAN;
WANITA DALAM GEREJA
Maria adalah manusia. Ia seorang wanita anak jamannya. Karena Ia adalah ibu Yesus, karena Ia sekarang mulia bersama Yesus dan karena Ia dikandung tanpa dosa, Ia dipandang sebagai seorang wanita sejati, seorang wanita yang utuh. Sesudah jatuhnya Adam dan Hawa, Maria adalah satu-satunya manusia yang mencapai tingkat keluhuran yang utuh. Dapatkah kita membayangkan Tuhan mengutus Putera-Nya melalui jalan kotor yang hitam karena dosa, sehingga kemuliaan-Nya menjadi pudar? Seandainya Maria tidak bebas dari dosa, apakah Malaikat Gabriel akan berkata kepada Maria sebagai “Yang penuh rahmat, Tuhan sertamu� akan mampukah Maria berseru, ‘Jiwaku memuliakan Tuhan...dan segala keturunan akan menyebut aku bahagia?’ Maria adalah murni, tanpa dosa, namun hidupnya mulai di dunia, dalam rahim seorang ibu. Ia tidak pernah lepas dari dunia karena Ia mencintai apa yang dicintai Anaknya – dan Ia mencintai kita. Ketika Yesus wafat di kayu salib, Ia menyerahkan Ibunya kepada Yohanes dan menyerahkan Yohanes kepadanya. Selama hampir dua ribu tahun, orang-orang Katolik percaya bahwa Yesus menyerahkan kita semua kepada Maria dan Maria kepada kita semua. Kita harus terbuka terhadap anugerah Yesus yang agung, yaitu Ibu-Nya sendiri, seorang Ibu yang menginginkan keselamatan kita, seorang Ibu yang ikut ambil bagian melalui kasihnya untuk Anak-nya dalam penyelamatan seluruh umat manusia. Ini bukan berarti Maria adalah penyelamat. Hanya Yesus satu-satunya Penyelamat. Namun melalui cinta, Maria ambil bagian dalam cinta Yesus kepada kita. Penderitaan Yesus bagi kita dan tugas perutusan Yesus adalah demi kita. Dalam kemurahan hati-Nya, Yesus memberi tempat kepada ibu-Nya yang tanpa noda, ikut ambil bagian melalui jiwa dan rohnya dalam penyelamatan manusia, seperti halnya Hawa ikut berperan dalam kejatuhan umat manusia. Dalam diri Maria, wanita sangat jelas tampak sederajat dengan pria. Karena Maria, umat manusia tidak pernah dapat ragu-ragu bahwa Tuhan mencintai wanita sama halnya dengan IA mencintai pria. Almarhum Paus Yohanes Paulus VI menulis tentang “Kebaktian Terhadap Bunda Maria.†Dalam dokumen yang dikeluarkan tahun 1974 ini, Paus sadar bahwa, peranan dan kedudukan sosial wanita sangat berubah pada tahun-tahun terakhir itu, di mana wanita banyak mengalami penindasan dan dianggap warga kelas dua. Itu sebabnya, banyak orang tidak dapat lagi mengenal seorang gadis Yahudi pada jaman Perjanjian Baru. Paus berkata, bahwa peranan Maria selalu ditampilkan bagi orang beriman dalam Gereja sebagai contoh untuk diteladani – namun bukan karena hidupnya yang sederhana dan tersembunyi atau karena latar belakang sosial budayanya. - Tetapi contoh bagi orang beriman lebih dalam cara, Ia secara penuh dan bertanggung jawab, dalam hidupnya sendiri yang khas, menerima kehendak Tuhan (Luk. 1:38). Karena Ia mendengarkan sabda Tuhan dan hidup berdasarkan sabda itu, dan karena tindakan-tindakannya didorong oleh kasih dan semangat pelayanan. Ia pantas diteladani karena Ia adalah murid Kristus yang pertama dan paling sempurna. Ketika aku berjuang untuk memilih menerima karunia menyembuhkan, aku berdoa memohon agar bunda Maria berdoa bagiku, agar aku tetap tinggal dalam jantung gereja dan membantu aku menjawab apa pun yang dikehendaki oleh Tuhan dari diriku. Sampai sekarang pun wanita mulia itu masih terus melanjutkan pesan yang diberikannya di Kana (Yoh 2:5), sambil menunjuk kepada Puteranya Ia berkata, “Lakukanlah apa yang IA katakan kepadamu†Inilah peranan Maria dalam Gereja : mendorong anak-anaknya terus menerus untuk menanggapi kehendak Tuhan dan taat kepada suara Tuhan. (Sr. Briege McKena, OSC; Mujizat-mujizat di Jaman Modern).
Bil 24:2-7.15-17aMat 21:23-27
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
@page Section1
div.Section1
-->
Lalu Yesus masuk ke
Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta
tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah
Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?"(Mat 21:23 )
”Pa, Yoyo ingin belajar mewarnai,” pinta Yoyo suatu
malam.
“Yoyo ingin mewarnai apa?” tanya saya penasaran.
[ ... ]
duuuh lucu amat yah, kalau masih kecil...
Gw Andre neh...maw nanya... sering gw ...
syalom.. ini kunjungan pertama. salam ...
I lovvve Sushi too!, and yes,I think S...
Wah, dah lama ga buka website yovisasa...