| Senin 9 Maret 2009 : Hari gini murah hati ?? |
|
Written by yovie at Monday, 09 March 2009 (270 hits)
(Setelah beberapa hari ‘retret pribadi’ nggak nulis renungan, tibalah saatnya kembali turun gunung)
Bacaan Injil : Luk 6:36-38
Ah lagi-lagi orang itu datang. Minta-minta lagi... Tanpa ikatan waktu. Kakek ini sehari-harinya berjualan balon. Pekerjaan yang sudah dilakoninya hampir selama 6 tahun ini. Harga per balon 4 rb rupiah. Ketika saya tanya berapa modal untuk membeli satu balon dan tangkainya, dengan mantap ia mengatakan ”dua ribu rupiah.” Jadi ia dapat untung 2 ribu rupiah per balon. Dalam sehari rata-rata ia bisa menjual 20 balon. Kalikan saja dengan profit yang ia dapat. Berati per hari ia dapat omzet 80 ribu rupiah dengan profit kotor 40 ribu rupiah. Kalikan 30 hari. Jadi rata-rata sebulan ia dapat profit kotor sebesar Rp.1.200.000. Cukup lumayan untuk kakek ini. Apalagi ia ’hanya’ kerja dari jam 5 atau 6 sore sampai pk. 10 malam. ”Kalau dari pagi atau siang saya nggak kuat, karena panas,” begitu katanya polos. Kakek yang asalnya dari lombok ini mengatakan hampir tiap 2 bulan sekali ia pulang ke kampung untuk memberikan uang kepada keluarganya sekaligus melepas kangen. Bagi saya selalu menarik mengetahui latar belakang seseorang. Terkadang apa yang tampak dari luar tak bisa melukiskan apa yang digelutinya. Apa yang dihadapinya dan apa yang dilakoni dalam hidupnya. Mengetahui lebih jauh seseorang seringkali ’membuka mata dan telinga kita. Seringkali kita tak peduli dengan orang lain sampai kita mengetahui apa yang dihadapi orang tersebut. Apalagi hidup di jaman sekarang. Dimana rasa curiga ada dimana-mana. Dimana suasana penuh persaingan selalu ada di sekitar kita. Rasanya sangat jarang kita menemui orang yang tak kita kenal berbuat baik dengan kita. Saya jadi ingat 2 hari lalu. Saat itu saya pergi ke sbuh ATM untuk transfer uang. Di dalam ruangan ATM masih ada satu orang dan saya melihat sudah ada orang lain yang menunggu di depan pintu tersebut bersiap-siap masuk seusai orang di dalam selesai. Namun yang membuat saya terkejut, pada saat orang yang sedang menunggu melihat saya, dan mungkin ia mengetahui saya agak buru-buru, dengan sopan ia mengatakan “Buru-buru ya pak, gak pa pa duluan aja pak.” Dalam hati saya tersentak, “Hari gini masih ada aja orang baik hati seperti ini?” Padahal seringkali kita melihat orang tak sabar menunggu antrian. Seringkali kita melihat orang tak sabar saat lampu merah berganti hijau, suara klakson berbunyi lantang kalau kita terlambat sedikit aja. Injil hari ini mengingatkan kita untuk murah hati. Bukan hanya ’murah hati’ terhadap diri sendiri. Murah hati membelikan diri sendiri pakaian baru. Murah hati menjaga tubuh kita. Tapi murah hati terhadap sesama kita. Sama seperti Bapa yang sudah murah hati memelihara kita. FREE tanpa biaya. Bapa yang sudah memberikan nafas kehidupan bagi kita. Bapa yang selalu menjaga kita. Siang dan malam. 24 jam nonstop. Bahkan Bapa yang sudah mengobankan AnakNYA mati di kayu salib karena cintaNYA yang begitu besar bagi kita. Maukah kita murah hati terhadap orang lain... ?? (yovie)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."If you liked this article, you can consider to buy me a food for our kids |
||||||||